Ratusan ibu Pulau Kodingareng Makassar, bertahan hingga malam hari di depan Kantor Gubernur Sulsel, Kamis (13/8/2020). IDN Times/Sahrul Ramadan
Pantauan IDN Times di lokasi, ibu-ibu ini membawa serta sejumlah anak mereka. Di depan gerbang Kantor Gubernur Sulsel, mereka melengkapi diri dengan peralatan seadanya. Terpal sederhana, spanduk, hingga pataka aksi digunakan sebagai alas untuk mereka beristirahat dan tidur demi mengumpulkan energi untuk melanjutkan aksi keesokan harinya.
Mereka juga membawa kebutuhan logistik, seperti nasi, air minum, dan beberapa perlengkapan serta kebutuhan lainnya. Persiapan itu didapatkan dari hasil sumbangan sukarela warga pulau lainnya sebelum mereka berangkat menuju ke titik aksi di kantor gubernur.
Upaya mereka untuk bertahan dan menginap di depan kantor, dikabarkan sempat mendapat kecaman dan intimidasi dari preman. "Ada berapa orang tadi yang dekati kita, suruh jangan di sini. Karena katanya mengganggu," imbuh Sarni, juga seorang ibu dari Kodingareng
Ibu-ibu Pulau Kodingareng menegaskan, niat mereka berjuang untuk mempertahankan hak hidup tidak bisa ditawar hingga gubernur menepati janjinya menemui mereka dan menghentikan operasi tambang pasir laut.