Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Nurdin Abdullah Tak Ingin Ada Lagi PSBB di Sulsel: Berat Dilakukan!

Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah saat pencanangan Gerakan Trisula di Lapangan Karebosi Makassar, Kamis (10/9/2020). Humas Pemprov Sulsel
Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah saat pencanangan Gerakan Trisula di Lapangan Karebosi Makassar, Kamis (10/9/2020). Humas Pemprov Sulsel

Makassar, IDN Times - Gubernur Sulawesi Selatan (Sulsel) Nurdin Abdulllah berharap tidak ada lagi pembatasan sosial berskala besar (PSBB) di wilayahnya seperti yang dilakukan di Provinsi DKI Jakarta.

Hal itu disampaikan Nurdin dalam pidato sambutanya saat pencanangan Gerakan Trisula di Lapangan Karebosi Makassar, Kamis (10/9/2020).

"Kita tidak bisa menganggap enteng kondisi pandemik COVID-19 ini. Beberapa negara termasuk kita di Indonesia, kita lihat Jakarta yang saat ini akan kembali melakukan PSBB, saya kira ini sesuatu yang sangat berat untuk kita lakukan," kata Nurdin.

1. Nurdin klaim kasus COVID-19 menurun karena program Trisula

Ilustrasi virus corona (IDN Times/Arief Rahmat)
Ilustrasi virus corona (IDN Times/Arief Rahmat)

Nurdin bersyukur karena unsur pemerintah dan masyarakat di Sulsel tetap menjaga solidaritas dan tetap bersinergi dalam menghadapi COVID-19. Makanya kasus COVID-19 di Sulsel, kata Nurdin, mulai menurun. 

Menurut Nurdin penurunan kasus COVID-19 di Sulsel dikarenakan sejak awal pihaknya sudah masif melakukan penelusuran kontak atau tracing contact, testing (rapid test) dan edukasi kepada masyarakat. Ketiga program inilah yang dikenal dengan nama Trisula.

"Kalau kita lihat dengan massif tracing contact, kita punya hasil memang cukup signifikan. Artinya didukung oleh 12 lab kita yang awalnya cuma 3 terus kita naikkan lagi menjadi 7, 8 sekarang udah 12. Ditambah lagi 2 mobil PCR. Ini punya kita, provinsi, bukan pinjaman," katanya.

2. Nurdin dorong peningkatan kapasitas laboratorium

Gubernur Sulawesi Selatan, Nurdin Abdullah, saat memberi kata sambutan di acara puncak Dies Natalis ke-64 Universitas Hasanuddin Makassar pada hari Kamis (10/9/2020). (Dok. Istimewa/Kanal YouTube Universitas Hasanuddin)
Gubernur Sulawesi Selatan, Nurdin Abdullah, saat memberi kata sambutan di acara puncak Dies Natalis ke-64 Universitas Hasanuddin Makassar pada hari Kamis (10/9/2020). (Dok. Istimewa/Kanal YouTube Universitas Hasanuddin)

Nurdin mengatakan bahwa kunci pengendalian kasus COVID-19 ada pada tracing dan testing yang masif. Dengan demikian, tracing dan testing harus terus diperluas agar bisa disesuaikan dengan kapasitas laboratorium. 

Sebab menurutnya, jumlah laboratorium yang banyak tetap tidak berpengaruh jika kapasitasnya hanya sedikit.

"Saya kira kita ingin kira-kira sekitar 4.000 - 5000 lah sehari dengan kondisi lab kita yang ada. Semakin banyak kita tes, akan semakin memperkecil tingkat penularan," kata Nurdin.

3. Tingkat hunian rumah sakit mulai menurun

Ilustrasi rumah sakit. IDN Times/Dokumentasi RSUDAM
Ilustrasi rumah sakit. IDN Times/Dokumentasi RSUDAM

Lebih lanjut, Nurdin mengaku senang dengan mulai menurunnya kasus terkonfirmasi positif. Meski begitu, dia tetap meminta masyarakat dan seluruh unsur pemerintah agar tetap waspada.

"Saya senang sekali hari ini kita mencanangkan Gerakan Trisula karena memang sampai vaksin dan obat ditemukan, pada masa itu juga kita belum aman," katanya.

Nurdin menyebut, menurunnya kasus COVID-19 di Sulsel juga terlihat dari tingkat hunian rumah sakit yang terus menurun.

"Jadi kalau kita lihat rumah sakit kita saat ini kira-kira okupansi hanya 20 persen. Saya kira ini harus kita jaga betul. Kita tidak boleh terlena dengan kondisi ini," katanya.

4. Satgas nasional sebut kasus COVID-19 di Sulsel meningkat 84,4 persen

Juru Bicara Satgas COVID-19, Wiku Adisasmito di Kantor Presiden, Jakarta (Dok. Biro Pers Kepresidenan)
Juru Bicara Satgas COVID-19, Wiku Adisasmito di Kantor Presiden, Jakarta (Dok. Biro Pers Kepresidenan)

Sebelumnya, pada Rabu, 9 September 2020, Juru Bicara Satgas Penanganan COVID-19 Wiku Adisasmito mengatakan ada 5 provinsi di Indonesia yang mengalami kenaikan kasus tertinggi dalam sepekan, salah satunya adalah Sulawesi Selatan (Sulsel). Wiku menyebutkan, ada kenaikan 84,4 persen kasus covid-19 di Sulsel. 

“Kenaikan kasus ini tertinggi berada di Bali naik 100%, Sulawesi Selatan naik 84,4%, Riau naik 68,5%, DKI Jakarta naik 31% dan Jawa Tengah naik 19,6%,” katanya.

Ketua Tim Konsultan Gugus Tugas COVID-19 Sulsel, Ridwan Amiruddin, mengatakan bahwa perkembangan kasus terkonfirmasi positif COVID-19 di Sulsel memang masih sama seperti di pekan sebelumnya.

"Penambahan kasus mingguan di Sulsel masih seperti minggu sebelumnya dengan reproduksi efektif 1,0 -1,16. Bahkan untuk kemarin dan hari ini ada kecenderungan Rt turun ke 0,98," kata Ridwan kepada IDN Times, Rabu (9/9/2020).

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Irwan Idris
Ashrawi Muin
Irwan Idris
EditorIrwan Idris
Follow Us

Latest News Sulawesi Selatan

See More

Menit-menit Akhir Pesawat ATR 42-500: Lewatkan Tiga Titik Jalur Pendaratan

22 Jan 2026, 14:20 WIBNews