Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Munafri Minta Seleksi Paskibraka Nasional Berjalan Fair dan Objektif
Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin. (Dok. Humas Pemkot Makassar)
  • Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, menyoroti polemik seleksi Paskibraka nasional setelah peserta asal Makassar gagal lolos meski sebelumnya masuk tiga besar hasil seleksi awal.
  • Munafri menegaskan Pemerintah Kota hanya berwenang mengirim peserta ke tingkat provinsi dan berharap proses penilaian panitia provinsi serta pusat berjalan transparan dan objektif.
  • Ia juga menaruh perhatian pada kondisi mental peserta yang telah berlatih lama, khawatir polemik ini berdampak negatif pada semangat mereka dalam mengikuti seleksi Paskibraka.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Makassar, IDN Times - Polemik seleksi calon Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) tingkat nasional asal Sulawesi Selatan terus menuai perhatian. Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, ikut angkat bicara setelah salah satu peserta asal Kota Makassar gagal lolos sebagai delegasi nasional.

Siswi bernama Cathlyn Yvaine Lesmana sebelumnya disebut masuk dalam tiga besar hasil seleksi awal calon Paskibraka tingkat nasional perwakilan Sulawesi Selatan. Namun, namanya tidak masuk dalam daftar akhir peserta yang akan mewakili provinsi ke tingkat nasional.

Kondisi itu memicu berbagai reaksi di media sosial. Sejumlah pihak mempertanyakan mekanisme penilaian dan transparansi proses seleksi yang berlangsung di tingkat provinsi.

1. Munafri soroti proses seleksi

Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, diwawancarai di Balai Kota, Rabu (18/2/2026). (Dok. Pemkot Makassar)

Munafri mengaku prihatin atas polemik yang berkembang. Dia berharap seluruh proses seleksi berjalan fair dan objektif bagi seluruh peserta yang telah mengikuti tahapan seleksi.

"Kan peserta dari Makassar ada, ini delegasi dari Kota Makassar yang dikirim seleksi. Masa tidak ada, kita berharap hasil seleksi semuanya fair," kata Munafri, Senin (25/5/2026).

Menurut Munafri, Pemerintah Kota Makassar hanya memiliki kewenangan pada tahap pembinaan dan pengiriman peserta ke tingkat provinsi. Setelah itu, seluruh proses penilaian menjadi tanggung jawab panitia seleksi tingkat provinsi dan pusat.

"Ada yang tanya ke saya bagaimana prosesnya. Saya bilang dari Makassar itu kita hanya mengirim ke Provinsi. Setelah itu nanti mereka yang menilai," katanya.

2. Isu reposisi peserta ikut jadi perhatian

(Ilustrasi Paskibraka) ANTARA FOTO/Siswowidodo

Munafri mengaku tidak mengetahui secara rinci proses penilaian yang berlangsung di tingkat provinsi. Namun, isu mengenai adanya reposisi peserta yang berkembang di tengah masyarakat menjadi perhatian tersendiri bagi Pemerintah Kota Makassar.

"Saya tidak tahu persis apa kendala, tapi, kan, kami Pemerintah Kota punya perhatian, apalagi dengar-dengar ada reposisi," tuturnya. 

Dia menyebut informasi yang beredar di publik menunjukkan nilai peserta asal Makassar cukup baik selama tahapan seleksi. Menurutnya, hal itu membuat proses penilaian ikut menjadi sorotan masyarakat.

"Padahal nilainya siswa kabarnya cukup. Jadi, kita berharap benar-benar fair dalam proses ini," lanjut Munafri.

3. Munafri khawatir dampak terhadap mental peserta

Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, memimpin Forum Lintas Perangkat Daerah di Hotel Four Points by Sheraton Makassar, Kamis (12/2/2026). (Dok. Humas Pemkot Makassar)

Selain menyoroti proses seleksi, Munafri juga menaruh perhatian pada kondisi psikologis peserta. Menurutnya, para peserta telah menjalani tahapan panjang dalam proses seleksi Paskibraka.

Menurut dia, para peserta telah berlatih dan mempersiapkan diri dalam waktu yang tidak singkat. Polemik yang berkembang dikhawatirkan dapat memengaruhi mental para peserta. 

"Kasihan anak-anak yang sudah berproses. Mereka sudah latihan, sudah mempersiapkan diri dengan baik. Yang dikhawatirkan itu mentalnya," katanya.

Dia berharap hasil pembinaan yang dijalankan Pemerintah Kota Makassar mendapat penilaian objektif. Penilaian itu diharapkan berlangsung adil dalam setiap tahapan seleksi.

"Yang jelas, kita berharap apa yang dihasilkan dari Pemerintah Kota Makassar, ini benar-benar mendapatkan penilaian yang baik dan objektif," kata Munafri.

Editorial Team

Related Article