Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Mentan Sebut Stok Beras Aman Hadapi Ancaman El Nino

Mentan Sebut Stok Beras Aman Hadapi Ancaman El Nino
Menteri Pertanian RI sekaligus Ketua Umum BPP KKSS, Andi Amran Sulaiman, diwawancarai usai Pertemuan Saudagar Bugis-Makassar (PSBM) 2026 di Hotel Claro Makassar, Kamis (26/3/2026). IDN Times/Asrhawi Muin
Intinya Sih
  • Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman memastikan stok beras nasional aman menghadapi potensi El Nino, dengan cadangan cukup untuk memenuhi kebutuhan hingga 10 bulan ke depan.
  • Produksi beras diproyeksikan tetap berjalan stabil selama El Nino, dengan estimasi minimal 2 juta ton per bulan sehingga total produksi bisa mencapai sekitar 14 juta ton.
  • Durasi kekeringan akibat El Nino diperkirakan enam bulan, sementara stok beras mencapai 4,2 juta ton dan akan naik menjadi 5 juta ton, menjamin ketahanan pangan nasional tetap terjaga.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Makassar, IDN Times - Menteri Pertanian RI, Andi Amran Sulaiman, menyebut cadangan pangan nasional dalam kondisi aman di tengah potensi dampak El Nino Godzilla. Hal itu disampaikan usai menghadiri Pertemuan Saudagar Bugis-Makassar (PSBM) 2026 di Hotel Claro Makassar, Kamis (26/3/2026).

Dalam wawancaranya, Amran mengungkapkan stok pangan beras saat ini diperkirakan cukup untuk memenuhi kebutuhan hingga 10 bulan ke depan. Cadangan tersebut mencakup stok di gudang, distribusi di lapangan, hingga ketersediaan di sektor perhotelan dan rumah tangga.

"Sekarang stok kita cadangan di gudang, di lapangan, di gudang, Bulog, dan horeka (hotel, restoran dan kafe), rumah, dan seterusnya, dan standing crop, itu cukup untuk 10 bulan ke depan," katanya. 

1. Stok beras disebut cukup hingga akhir tahun

ilustrasi beras (IDN Times/Daruwaskita)
ilustrasi beras (IDN Times/Daruwaskita)

Amran menjelaskan dengan asumsi tersebut, kebutuhan beras diperkirakan aman hingga akhir tahun. Bahkan, jika memperhitungkan hasil panen dalam beberapa bulan mendatang, maka cadangan berpotensi bertahan lebih lama.

"Artinya apa, kalau cukup 10 bulan ke depan, sekarang ini bulan 3 selesai (masa panen), berarti 9 bulan sampai Desember cukup. Itu belum dihitung yang akan dipanen," katanya. 

2. Produksi tetap berjalan saat El Nino

Ilustrasi beras Bulog. (dok. Bulog)
Ilustrasi beras Bulog. (dok. Bulog)

Amran mengatakan produksi beras diproyeksikan tetap berjalan meski terjadi El Nino. Berdasarkan perhitungan pemerintah, produksi minimal dapat mencapai sekitar 2 juta ton per bulan dalam kondisi tersebut.

"Katakanlah (panen) bulan ke depan, 7 kali 2 juta saja, saat El Nino terjadi 2023-2024 itu minimal produksi 2 juta per bulan. Artinya totalnya ada 14 juta (ton)," ucapnya.

3. Stok dinilai lebih panjang dari durasi kekeringan

Ilustrasi beras Bulog. (IDN Times/Muhammad Nasir)
Ilustrasi beras Bulog. (IDN Times/Muhammad Nasir)

Dengan perbandingan tersebut, durasi kekeringan akibat El Nino diperkirakan berlangsung sekitar enam bulan. Sementara itu, ketersediaan stok beras lebih panjang sehingga kondisi ketahanan pangan nasional dinilai tetap terjaga.

"Itu bisa sampai Mei tahun depan. Saya ulangi, stok kita hari ini cukup untuk 10 bulan ke depan. Jadi sedangkan kekeringan hanya 6 bulan jadi insya Allah aman," katanya.

Selain itu, Amran menyebut posisi cadangan beras saat ini berada pada level tinggi. Dia menyebut angka stok telah mencapai sekitar 4,2 juta ton dan diperkirakan meningkat menjadi 5 juta ton dalam waktu dekat.

"Stok kita tertinggi hari ini yaitu 4,2 juta ton. Bulan depan itu 5 juta ton. Tidak pernah terjadi stok seperti itu selama republik ini merdeka," katanya.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Irwan Idris
EditorIrwan Idris
Follow Us

Latest News Sulawesi Selatan

See More