Hilal Korban Geng Motor Dirawat Gratis di RSUD Daya

- Pemerintah Kota Makassar memastikan korban kekerasan jalanan, termasuk H (13) korban geng motor di Ablam, mendapat perawatan gratis di RSUD Daya melalui skema Jaminan Kesehatan Daerah.
- Korban dirujuk dari RS Pelamonia dan kini menjalani stabilisasi di IGD RSUD Daya sebelum operasi, dengan transfusi darah serta pemeriksaan medis lengkap untuk memastikan kondisi tubuhnya.
- H diserang menggunakan senjata tajam oleh kelompok geng motor saat melintas di Ablam, mengalami luka serius, dan isu biaya operasi Rp20 juta dibantah pihak rumah sakit sebagai tidak benar.
Makassar, IDN Times - Pemerintah Kota Makassar memastikan korban kekerasan jalanan tetap mendapatkan penanganan medis secara maksimal dan manusiawi. Seorang anak berinisial H (13), korban penyerangan geng motor di kawasan Ablam, kini menjalani perawatan intensif di RSUD Daya Makassar tanpa dipungut biaya.
Korban sebelumnya menjadi sasaran penyerangan brutal yang diduga dilakukan kelompok geng motor. Kasus tersebut sempat menyita perhatian publik setelah kondisi korban dikabarkan cukup serius akibat luka yang dialami.
1. RSUD Daya tegaskan seluruh biaya perawatan gratis

Direktur Utama RSUD Daya Makassar, A. Any Muliany, menegaskan pihak rumah sakit tidak membebankan biaya apa pun kepada korban selama menjalani perawatan.
“Di RS Daya tidak ada tagihan apa pun kepada pasien (H) korban begal di Ablam. Perawatan medis gratis,” ujar dr. Any, Minggu (10/5/2026).
Menurutnya, layanan gratis tersebut merupakan bentuk komitmen Pemerintah Kota Makassar dalam memastikan korban kekerasan tetap mendapatkan akses layanan kesehatan tanpa terkendala biaya.
Ia menjelaskan pembiayaan korban ditanggung melalui skema Jaminan Kesehatan Daerah (Jamkesda), karena kasus kekerasan jalanan seperti begal dan tawuran tidak masuk dalam tanggungan BPJS Kesehatan.
“Untuk korban begal, kekerasan, maupun tawuran, memang tidak ditanggung oleh BPJS Kesehatan. Namun Bapak Wali Kota masih mengalokasikan anggaran khusus untuk kasus-kasus seperti ini melalui skema Jamkesda,” jelasnya.
2. Korban masih menjalani stabilisasi sebelum operasi

dr. Any mengungkapkan korban dirujuk dari RS Pelamonia dan tiba di RSUD Daya Makassar sekitar pukul 19.15 WITA. Setelah diterima di Instalasi Gawat Darurat (IGD), tim medis langsung melakukan penanganan awal terhadap korban.
Saat ini, kondisi pasien disebut masih dalam tahap stabilisasi sehingga belum dapat langsung menjalani operasi. Tim medis terlebih dahulu melakukan transfusi darah sebelum tindakan lanjutan dilakukan.
“Pasien sudah berada di IGD dan rencananya akan dipindahkan ke ruang perawatan,” tuturnya.
“Untuk sementara belum bisa langsung operasi, karena harus menjalani transfusi darah terlebih dahulu,” sambung dr. Any.
Selain itu, pihak rumah sakit juga telah melakukan sejumlah pemeriksaan medis seperti pemeriksaan laboratorium, foto rontgen dada, hingga pemeriksaan tulang punggung untuk memastikan kondisi korban secara menyeluruh.
“Tentu, kami menjalankan tugas pelayanan kesehatan sesuai prosedur, dengan mengedepankan keselamatan pasien sebagai prioritas utama,” katanya.
3. Korban diserang dan ditebas saat melintas di Ablam

Sebelumnya diberitakan, korban H (13) menjadi korban penyerangan brutal yang diduga dilakukan kelompok geng motor di kawasan Ablam, Kecamatan Tamalate, Makassar. Saat kejadian, korban disebut tengah melintas sebelum diserang menggunakan senjata tajam.
Akibat serangan tersebut, korban mengalami luka serius dan sempat mendapatkan penanganan awal di RS Pelamonia sebelum akhirnya dirujuk ke RSUD Daya Makassar untuk perawatan lanjutan.
Di tengah penanganan korban, sempat beredar informasi simpang siur mengenai biaya operasi yang disebut mencapai Rp20 juta. Namun pihak RSUD Daya Makassar membantah kabar tersebut dan memastikan seluruh proses penanganan medis dilakukan secara gratis.
dr. Any menyebut kasus kekerasan jalanan maupun kecelakaan lalu lintas bukan hal baru bagi RSUD Daya. Rumah sakit milik pemerintah itu hampir setiap pekan menangani kasus serupa.
“Untuk kejadian begal atau kecelakaan, kasus seperti ini hampir setiap minggu kami tangani di RSUD Daya,” ungkapnya.
Pemerintah Kota Makassar juga menegaskan tidak boleh ada korban yang terabaikan hanya karena persoalan biaya, terutama dalam kondisi darurat yang menyangkut keselamatan jiwa.


















