Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Makassar Virtual Run, Warga Bisa Dapat Hadiah Sambil Lapor Jalan Rusak
Pemkot Makassar luncurkan program “Makassar Virtual Run”. (Dok. Pemkot Makassar)
  • Pemerintah Kota Makassar meluncurkan program Makassar Virtual Run yang menggabungkan olahraga dan pelaporan kondisi kota melalui aplikasi Lontara Plus serta terhubung dengan Strava untuk mencatat aktivitas peserta.
  • Warga bisa memperoleh poin besar dengan melaporkan jalan rusak, trotoar bermasalah, atau fasilitas umum tidak berfungsi lewat fitur Aduan Lontara Plus saat berolahraga di mana pun.
  • Poin yang terkumpul dapat ditukar dengan hadiah seperti jersey, sepatu olahraga, hingga voucher UMKM, sebagai bentuk apresiasi bagi warga paling aktif berolahraga dan peduli lingkungan kota.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

MAKASSAR, IDN Times – Pemerintah Kota Makassar kembali menghadirkan inovasi berbasis teknologi melalui program Makassar Virtual Run. Program ini menggabungkan aktivitas olahraga dengan partisipasi masyarakat dalam menjaga kualitas lingkungan dan fasilitas publik di Kota Makassar.

Program yang terintegrasi dalam aplikasi Lontara Plus Makassar Move tersebut memungkinkan warga berlari, berjalan santai, maupun bersepeda sambil melaporkan berbagai persoalan kota yang ditemui selama beraktivitas. Setiap aktivitas olahraga dan laporan yang dikirim akan dikonversi menjadi poin yang dapat ditukar dengan berbagai hadiah menarik.

1. Terhubung dengan Strava dan Lontara Plus

strava.com

Tim Ahli Pemerintah Kota Makassar Bidang Percepatan Digitalisasi, Andi Gita Namira Patigana, mengatakan Makassar Virtual Run merupakan inisiatif langsung Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin. Program ini dirancang untuk mendorong masyarakat menjalani gaya hidup sehat sekaligus lebih peduli terhadap kondisi kota.

"Jadi, ini inisiatifnya dari Pak Wali. Beliau ingin masyarakat di Kota Makassar menjadi aktif dan juga memperhatikan kotanya melalui ajang virtual run ini," ujar Gita, Rabu (3/6/2026).

Konsep virtual run memungkinkan peserta berolahraga secara mandiri di lokasi dan waktu yang mereka tentukan sendiri. Seluruh aktivitas peserta nantinya akan terhubung dengan aplikasi Strava yang berfungsi sebagai platform pencatatan aktivitas olahraga.

Melalui fitur Makassar Move, masyarakat dapat mengikuti berbagai kegiatan seperti Run for Clean City, Makassar Virtual Cycling, hingga tantangan olahraga lainnya yang diselenggarakan Pemerintah Kota Makassar.

"Jadi Makassar Virtual Run ini nanti akan kami sambungkan ke Strava. Ketika peserta melakukan aktivitas olahraga dan mengikuti event yang tersedia, seluruh aktivitasnya akan tercatat otomatis di sistem," jelasnya.

2. Aduan warga jadi sumber poin terbesar

Fitur SPMB Makassar 2026 lewat aplikasi LONTARA+. IDN Times/Asrhawi Muin

Menariknya, program ini tidak hanya berfokus pada olahraga. Pemerintah Kota Makassar juga memberikan poin tambahan bagi masyarakat yang aktif melaporkan berbagai persoalan kota melalui fitur Aduan Lontara Plus.

Warga dapat melaporkan trotoar rusak, jalan berlubang, fasilitas umum yang tidak berfungsi, maupun berbagai kondisi lingkungan yang membutuhkan perhatian pemerintah. Laporan tersebut dapat dikirim langsung melalui aplikasi saat masyarakat sedang berolahraga.

"Selain lari mengumpulkan poin, poin yang paling besar justru berasal dari aduan. Jadi kalau masyarakat menemukan trotoar rusak atau jalan yang bermasalah saat beraktivitas, bisa langsung difoto dan dilaporkan melalui Lontara Plus. Dari situ mereka akan mendapatkan poin tambahan," ungkap Gita.

Menurutnya, konsep tersebut juga menjadi upaya mengubah pola partisipasi masyarakat dalam menyampaikan keluhan. Warga didorong menggunakan kanal resmi pemerintah agar setiap laporan dapat dipantau dan ditindaklanjuti secara terukur.

"Daripada hanya mengeluh di Instagram atau media sosial lainnya, lebih baik langsung diadukan melalui Lontara Plus. Karena di sana masyarakat juga bisa melihat progres penanganannya," tambahnya.

Gita menjelaskan seluruh poin akan dihitung secara otomatis dan real time berdasarkan jarak tempuh olahraga yang tercatat melalui Strava serta jumlah aduan yang berhasil dikirimkan peserta.

"Perhitungannya real time. Jadi setiap aktivitas olahraga maupun aduan yang masuk langsung terakumulasi dalam sistem. Tidak ada perhitungan manual," jelasnya.

3. Poin bisa ditukar hadiah hingga voucher UMKM

ilustrasi lari (unsplash.com/Chander R)

Sebagai bentuk apresiasi, Pemerintah Kota Makassar menyiapkan berbagai hadiah bagi peserta dengan perolehan poin tertinggi. Hadiah yang disediakan antara lain jersey eksklusif, merchandise olahraga, hingga sepatu olahraga yang banyak diminati komunitas lari.

Selain hadiah utama, peserta juga dapat menukarkan poin yang dikumpulkan dengan voucher promosi dan diskon dari restoran, kafe, maupun pelaku usaha yang bekerja sama dalam program tersebut.

"Masyarakat nantinya bisa mengumpulkan poin lalu menukarkannya dengan voucher-voucher dari restoran atau pelaku usaha yang bekerja sama," tutur Gita.

"Karena itu kami juga mengajak teman-teman UMKM, kafe, dan resto untuk ikut berkolaborasi," lanjutnya.

Gita menegaskan sistem penilaian tidak dibatasi target poin tertentu. Peringkat peserta akan ditentukan berdasarkan tingkat keaktifan mengikuti aktivitas olahraga dan kontribusinya dalam melaporkan persoalan kota.

"Jadi, ini murni kompetisi berdasarkan aktivitas. Siapa yang paling aktif berlari, bersepeda, berjalan santai, dan paling aktif melaporkan kondisi kota, maka dia berpeluang mendapatkan poin tertinggi," ujarnya.

Sementara itu, Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin mengatakan program tersebut tidak hanya bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya kesehatan, tetapi juga mendorong keterlibatan warga dalam menjaga kualitas lingkungan dan fasilitas publik.

"Di tengah-tengah masyarakat ini kita mengajak, sekaligus ingin memperkenalkan sebuah program untuk memberikan insentif kepada masyarakat yang aktif berkegiatan, dalam hal ini berolahraga," ujar Munafri.

Menurutnya, keterlibatan warga menjadi salah satu kunci mewujudkan Makassar sebagai kota yang sehat, nyaman, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.

"Kami ingin masyarakat tidak hanya sehat secara fisik, tetapi juga memiliki kepedulian terhadap kondisi lingkungan dan fasilitas publik di sekitarnya," katanya. (*)

Editorial Team

Related Article