ilustrasi lari (unsplash.com/Chander R)
Sebagai bentuk apresiasi, Pemerintah Kota Makassar menyiapkan berbagai hadiah bagi peserta dengan perolehan poin tertinggi. Hadiah yang disediakan antara lain jersey eksklusif, merchandise olahraga, hingga sepatu olahraga yang banyak diminati komunitas lari.
Selain hadiah utama, peserta juga dapat menukarkan poin yang dikumpulkan dengan voucher promosi dan diskon dari restoran, kafe, maupun pelaku usaha yang bekerja sama dalam program tersebut.
"Masyarakat nantinya bisa mengumpulkan poin lalu menukarkannya dengan voucher-voucher dari restoran atau pelaku usaha yang bekerja sama," tutur Gita.
"Karena itu kami juga mengajak teman-teman UMKM, kafe, dan resto untuk ikut berkolaborasi," lanjutnya.
Gita menegaskan sistem penilaian tidak dibatasi target poin tertentu. Peringkat peserta akan ditentukan berdasarkan tingkat keaktifan mengikuti aktivitas olahraga dan kontribusinya dalam melaporkan persoalan kota.
"Jadi, ini murni kompetisi berdasarkan aktivitas. Siapa yang paling aktif berlari, bersepeda, berjalan santai, dan paling aktif melaporkan kondisi kota, maka dia berpeluang mendapatkan poin tertinggi," ujarnya.
Sementara itu, Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin mengatakan program tersebut tidak hanya bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya kesehatan, tetapi juga mendorong keterlibatan warga dalam menjaga kualitas lingkungan dan fasilitas publik.
"Di tengah-tengah masyarakat ini kita mengajak, sekaligus ingin memperkenalkan sebuah program untuk memberikan insentif kepada masyarakat yang aktif berkegiatan, dalam hal ini berolahraga," ujar Munafri.
Menurutnya, keterlibatan warga menjadi salah satu kunci mewujudkan Makassar sebagai kota yang sehat, nyaman, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.
"Kami ingin masyarakat tidak hanya sehat secara fisik, tetapi juga memiliki kepedulian terhadap kondisi lingkungan dan fasilitas publik di sekitarnya," katanya. (*)