Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
KM Nurul Salsa Tenggelam di Perairan Selayar, 24 Penumpang Hilang
Tim SAR menggelar operasi pencarian korban KM Nurul Salsa yang tenggelam di perairan Kepulauan Selayar, Kamis (15/7/2026). Dok. Basarnas Makassar
  • KM Nurul Salsa tenggelam di perairan barat Pulau Polassi setelah mengalami mati mesin saat berlayar dari Pulau Jampea menuju Pelabuhan Benteng Selayar pada Rabu pagi.
  • Sebanyak 49 orang berhasil dievakuasi, terdiri dari 41 penumpang diselamatkan KM Harapan Kita dan 6 lainnya oleh kapal nelayan, sementara satu korban meninggal dunia.
  • Total penumpang dan awak kapal mencapai 74 orang, dengan 24 masih hilang; tim SAR gabungan terus melakukan pencarian intensif melibatkan berbagai unsur di sekitar lokasi kejadian.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Makassar, IDN Times – Kapal Motor (KM) Nurul Salsa dilaporkan tenggelam usai mati mesin di perairan sebelah barat Pulai Polassi, Kabupaten Kepulauan Selayar, Sulawesi Selatan (Sulsel), Rabu (15/7/2026).

Hingga Kamis hari ini, Tim SAR gabungan masih melakukan pencarian terhadap 24 penumpang KM Nurul Salsa yang belum ditemukan. Kepala Seksi Operasi dan Siaga (Kasie Ops) Basarnas Makassar, Andi Sultan, mengatakan, KM Nurul Salsa mengangkut total 74 orang.

"Penumpang selamat 49 orang, meninggal dunia 1 orang, dalam pencarian 24 orang," tulis Andi Sultan.

1. Mati mesin dalam pelayaran dari Jampea menuju Benteng

Tim SAR menggelar operasi pencarian korban KM Nurul Salsa yang tenggelam di perairan Kepulauan Selayar, Kamis (15/7/2026). Dok. Basarnas Makassar

KM Nurul Salsa bertolak dari Pulau Jampea menuju Pelabuhan Benteng Selayar pada Rabu (15/7) sekitar pukul 05.00 WITA. Di tengah perjalanan, mesin kapal mengalami gangguan pada posisi perairan barat Pulau Polassi, sekitar 43 mil laut dari Pelabuhan Benteng, hingga akhirnya kapal tenggelam.

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Kelas A Makassar, Muhammad Arif Anwar, menyebut pihaknya langsung bergerak begitu laporan diterima.

"Begitu menerima informasi terkait KM Nurul Salsa yang mengalami mati mesin di perairan Selayar, kami segera menggerakkan unsur SAR untuk melakukan pencarian dan evakuasi terhadap seluruh penumpang serta awak kapal," ujar Arif.

2. KM Harapan Kita evakuasi 41 orang, kapal nelayan selamatkan 6 lainnya

Tim SAR menggelar operasi pencarian korban KM Nurul Salsa yang tenggelam di perairan Kepulauan Selayar, Kamis (15/7/2026). Dok. Basarnas Makassar

Titik terang muncul pada Kamis (16/7/2026) dini hari. KM Harapan Kita yang berlayar dari Pulau Jampea menemukan dan mengevakuasi 41 orang, termasuk awak kapal, sekitar pukul 04.00 WITA dari lokasi berjarak 18 mil laut dari titik kejadian.

Sementara itu, 6 orang lainnya diselamatkan kapal nelayan yang kebetulan berada di sekitar lokasi, lalu dievakuasi menuju Pulau Polassi. Total korban yang telah dievakuasi hingga Kamis sore mencapai 49 orang.

3. KM Salsa mengangkut total 74 orang

Tim SAR menggelar operasi pencarian korban KM Nurul Salsa yang tenggelam di perairan Kepulauan Selayar, Kamis (15/7/2026). Dok. Basarnas Makassar

Pendataan ulang mengungkap jumlah keseluruhan penumpang dan awak kapal ternyata mencapai 74 orang, jauh melebihi data awal. "Data awal yang kami terima menyebutkan jumlah penumpang sebanyak 50 orang. Namun setelah dilakukan verifikasi ulang bersama pihak terkait, jumlah keseluruhan orang di kapal mencapai 74 orang. Saat ini tim SAR gabungan masih melakukan pencarian terhadap 24 orang yang belum ditemukan," jelas Arif.

Operasi pencarian melibatkan unsur SAR gabungan, di antaranya Tim Rescue Pos SAR Selayar, Tim Rescue Kantor Basarnas Makassar, TNI AL, ABK KRI Marlin 877, ABK KM Harapan Kita, BPBD Selayar, Syahbandar, SROP Selayar, Polair, serta kapal nelayan setempat. Pencarian difokuskan di sekitar lokasi kejadian dan area yang ditentukan berdasarkan perhitungan Search and Rescue Planning (Sarmap).

Arif memastikan pencarian terus dilakukan maksimal sesuai prosedur, meski data korban masih bisa berubah.

"Kami mohon doanya, mudah-mudahan tim SAR gabungan bisa secepatnya bisa menemukan korban yang masih dalam pencarian. Tapi data korban ini masih belum valid, karena pihak tim sar gabungan masih menunggu informasi dari pihak keluarga, dan mudah-mudahan tidak ada lagi laporan adanya pihak keluarga yang berada dalam KM Nurul Salsa tersebut," tutupnya.

Curated For You

Editorial Team

Related Article