KKSS Tekankan Gerakan Sosial dalam PSBM XXVI 2026 di Makassar

- PSBM XXVI 2026 di Makassar menyoroti peran KKSS bukan hanya sebagai wadah bisnis, tapi juga penggerak sosial bagi masyarakat Sulawesi Selatan dan diaspora Bugis-Makassar.
- Andi Amran Sulaiman menekankan kekuatan diaspora Bugis-Makassar yang mencapai jutaan orang di berbagai negara serta berpotensi besar dalam bidang ekonomi dan sosial.
- Forum PSBM mempertemukan saudagar dan tokoh nasional untuk memperkuat jejaring ekonomi sekaligus mendorong aksi sosial seperti kepedulian terhadap masyarakat rentan.
Makassar, IDN Times – Pertemuan Saudagar Bugis-Makassar (PSBM) XXVI 2026 tidak hanya menjadi ruang temu pelaku usaha, tetapi juga menonjolkan arah gerakan sosial Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan (KKSS). Hal ini disampaikan Menteri Pertanian RI sekaligus Ketua Umum BPP KKSS, Andi Amran Sulaiman, saat memberi sambutan pada acara tersebut di Hotel Claro Makassar, Kamis (26/3/2026).
Amran kemudian menyoroti kekuatan diaspora Bugis-Makassar yang tersebar luas, termasuk di berbagai negara. Dia menyebut perantau asal Sulawesi Selatan memiliki pengaruh besar, baik secara ekonomi maupun sosial.
"Orang Sulsel hebat. Coba disebut mulai dari Malaysia ada orang Bugis. Pak Najib Razak," ucapnya, seraya menyinggung nama Mantan Perdana Menteri Malaysia itu.
1. Diaspora Bugis-Makassar disebut punya pengaruh besar

Menurut Amran, jumlah diaspora Bugis-Makassar mencapai jutaan. Jumlah tersebut dinilainya memiliki daya dorong yang signifikan.
"Ada 16 juta di luar Sulsel. Kalau mempengaruhi satu orang yang merantau, bisa melebihi, bisa mengubah peta politik," katanya.
Selain itu, Amran menyebut KKSS terus memperluas jaringan hingga ke tingkat global. Kepengurusan juga telah dibentuk di sejumlah negara.
"Kami sudah membuka kepala cabang di beberapa negara, Eropa, Australia, Singapura, Malaysia. Ada dari Amerika," katanya.
2. Apresiasi untuk diaspora dan penguatan gerakan sosial

Ditemui usai forum, Amran menyampaikan apresiasi kepada diaspora KKSS yang hadir dari berbagai daerah, termasuk luar negeri. Dia menyoroti besarnya partisipasi peserta serta kehadiran sejumlah tokoh nasional dalam forum tersebut.
"Kami mengucapkan terima kasih anggota KKSS seluruh Indonesia bahkan dari luar negeri kami ucapkan terima kasih. Ini luar biasa, ada tujuh gubernur yang hadir, ada wakil menteri, ada menteri, anggota DPR RI ucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya atas partisipasinya," kata Amran.
Di sisi lain, Amran menegaskan KKSS terus memperluas peran. Dia menegaskan KKSS terus memperkuat aksi kepedulian terhadap masyarakat rentan.
"Khususnya KKSS sekarang ini kita akan dan sudah dan akan lagi melakukan kerja sosial, peduli pada saudara-saudara kita yang kurang mampu, yatim piatu, duafa, dan fakir miskin," katanya.
3. Forum padukan jejaring ekonomi dan kepedulian sosial

Pertemuan itu dihadiri para saudagar Bugis-Makassar dari berbagai daerah. Mereka tidak hanya membahas jejaring ekonomi, tetapi juga mendorong keterlibatan dalam kegiatan sosial. Sejumlah program kepedulian turut dirangkaikan dalam agenda PSBM tahun ini.
Melalui pendekatan tersebut, KKSS berupaya menghadirkan kontribusi yang lebih luas. Organisasi ini menghubungkan kekuatan diaspora Bugis-Makassar dengan aktivitas yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat.
Pertemuan tersebut menyajikan sesi diskusi dengan menghadirkan sejumlah pembicara. Di antaranya adalah Wakil Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Indonesia Veronica Tan, Gubernur Maluku Utara Sherly Tjoanda, Gubernur Kalimantan Timur Rudy Mas'ud, Gubernur Sulawesi Tenggara Andi Sumangerukka, Gubernur Sulawesi Utara Yulius Selvanus Komaling, hingga Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman.

















