Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Jorok, Tumpukan Sampah di Gowa Meluber ke Jalan

Kota Makassar
3 min read
Jorok, Tumpukan Sampah di Gowa Meluber ke Jalan
Tumpukan sampah meluber ke jalan di Kabupaten Gowa, Senin (21/9/2026). Dok. Istimewa
  • Tumpukan sampah meluber ke jalan di sejumlah titik Kabupaten Gowa setelah armada DLH tidak beroperasi.

  • Sebanyak 27 armada pengangkut sampah disebut berhenti beroperasi karena persoalan pasokan dan pembayaran BBM.

  • Akses menuju TPA Cadika sempat ditutup, sementara Pemkab Gowa menyiapkan jalur alternatif.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Mana yang paling mendesak agar armada sampah Gowa beroperasi?
Share Article

Makassar, IDN Times - Tumpukan sampah menggunung di sejumlah ruas jalan Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan. Kondisi ini terjadi setelah puluhan armada pengangkut sampah milik Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Gowa tidak beroperasi dalam beberapa hari terakhir.

Salah satu titik penumpukan terlihat di belakang Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Syekh Yusuf, Kecamatan Somba Opu, Senin (21/9/2026). Sampah bahkan meluber hingga menutupi sebagian badan jalan dan mengeluarkan bau menyengat.

Penumpukan sampah juga terjadi di sejumlah titik lainnya, termasuk Jalan Poros Pallangga menuju Kabupaten Takalar, tepatnya di kawasan Terminal Cappa Bungaya.

  1. 1. Sampah berhamburan hingga 30 meter

    Seorang warga bernama Rahayu saat berbicara kepada awak media, Senin (21/9/2026)/Istimewa
    Seorang warga bernama Rahayu saat berbicara kepada awak media, Senin (21/9/2026)/Istimewa

    Tumpukan sampah di belakang RSUD Syekh Yusuf mengular hingga sekitar 30 meter. Sampah rumah tangga terlihat menumpuk di sekitar kontainer yang disediakan pemerintah. Karena tidak diangkut selama beberapa hari, sebagian sampah berceceran hingga ke badan jalan.

    Warga sekitar, Rahayu, mengatakan memilih membuang sampah di lokasi tersebut karena sampah yang berada di sekitar rumah mereka tidak kunjung diangkut.

    "Sudah tiga hari menumpuk, mulai hari Jumat, biasanya hari-hari diambil tapi sekarang tidak pernah lagi diambil truk pengangkut sampah," kata Rahayu kepada awak media.

  2. 2. Sebanyak 27 armada disebut tak beroperasi karena persoalan BBM

    Tumpukan sampah meluber ke jalan di Kabupaten Gowa, Senin (21/9/2026). Dok. Istimewa
    Tumpukan sampah meluber ke jalan di Kabupaten Gowa, Senin (21/9/2026). Dok. Istimewa

    Salah seorang sopir truk pengangkut sampah DLH Gowa, Arifuddin Sibali, mengatakan terhentinya pengangkutan sampah berkaitan dengan persoalan BBM. Menurutnya, SPBU yang selama ini menjadi tempat pengisian BBM armada DLH disebut tidak lagi memberikan pasokan sebelum pembayaran pinjaman BBM diselesaikan.

    "Sudah banyak warga yang menelepon (untuk diambil sampahnya) tapi bagaimana, kita cuma kerja saja, saat ini kami tidak beroperasi," ucapnya.

    Akibat kondisi tersebut, sebanyak 27 armada pengangkut sampah disebut tidak dapat beroperasi. Persoalan dana operasional BBM sebelumnya juga disampaikan DLH Gowa. Dana operasional solar untuk periode Agustus hingga 17 September disebut belum dibayarkan kepada SPBU mitra sehingga armada tidak mendapatkan pasokan BBM.

  3. 3. Akses TPA juga bermasalah

    Armada pengangkut sampah di Kabupaten Gowa berhenti beroperasi/Dok. Istimewa
    Armada pengangkut sampah di Kabupaten Gowa berhenti beroperasi/Dok. Istimewa

    Selain persoalan BBM, pengangkutan sampah terkendala akses menuju Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Cadika di Kecamatan Bajeng.

    Akses menuju TPA tersebut sempat ditutup karena persoalan lahan yang diklaim milik masyarakat. Kondisi ini ikut menghambat pembuangan sampah dari sejumlah wilayah.

    Pemerintah Kabupaten Gowa kemudian menyiapkan akses alternatif menuju TPA Cadika Desa Pabbentengang, Kecamatan Bajeng agar armada pengangkut sampah dapat kembali beroperasi.

    "Di TPA Cadika juga ditutup, jalannya masuknya ditimbun (jadi truk sampah tidak bisa masuk)," ucap Arifuddin Sibali

    Sementara itu, pemilik lahan TPA Cadika, Kadir Daeng Nyampa, mengaku menutup TPA karena Pemda Gowa belum memberikan kejelasan mengenai tunggakan sewa lahan miliknya.

    "Setiap hari puluhan truk sampah yang diangkut ke sini tapi tidak ada kepastian pembayaran sewa atau pembebasan lahan," ujarnya.

    Akibat terhentinya pengangkutan, tumpukan sampah terus bertambah di sejumlah titik di Somba Opu dan Pallangga. Warga berharap persoalan BBM dan akses TPA segera diselesaikan agar armada DLH kembali beroperasi dan sampah yang menumpuk di pinggir jalan segera diangkut.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More