Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Jokowi Sentil Bupati Maros, Minta Kembangkan Wisata Kupu-kupu

Jokowi Sentil Bupati Maros, Minta Kembangkan Wisata Kupu-kupu
Presiden Joko Widodo membuka Rapat Kerja Nasional (Rakernas) XVI Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (Apkasi) di Jakarta, Rabu (10/7/2024). (Dok. BPMI Setpres/Vico)
Share Article

Makassar, IDN Times - Presiden Joko Widodo meminta Pemerintah Kabupaten Maros di Sulawesi Selatan membenahi wisata taman kupu-kupu. Ramainya kupu-kupu di wilayah itu bisa dikemas jadi potensi wisata untuk menyumbang pendapatan daerah.

Hal itu disampaikan Jokowi saat membuka Rapat Kerja Nasional (Rakernas) XVI Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (APEKSI) di Jakarta, Rabu (20/7/2024). Jokowi menyebut Maros sebagai contoh saat meminta pemerintah daerah mengembangkan berbagai potensi yang tersedia.

"Ini bisa dijual mahal sekali menurut saya. Kalau promosinya benar, kalau branding-nya benar, spesifik, bagus sekali. Kalau sudah promosinya bagus, bapak-ibu mau kenakan tiket berapa pun semua akan mau hanya untuk melihat kupu-kupu yang ada," kata Jokowi di hadapan para bupati se-Indonesia yang hadir pada acara tersebut.

1. Bupati diingatkan benahi, jangan kebanyakan tembok dan semen

Wisata alam Bantimurung di Kabupaten Maros. (Dok. Istimewa)
Wisata alam Bantimurung di Kabupaten Maros. (Dok. Istimewa)

Jokowi mengatakan persaingan antar negara saat ini semakin ketat. Sehingga berbagai potensi di daerah harus dikembangkan. Untuk daerah yang punya pemandangan indah serta potensi alam lain, diminta menata pariwisata agar jadi sumber pendapatan.

"Contoh di Sulawesi Selatan, di Maros. Ada tempat yang saya belum pernah ke sana, kupu-kupunya sangat banyak. Bupati Maros ada?" kata Jokowi.

Lebih lanjut, Jokowi mengingatkan agar pengembangan pariwisata harus memperhatikan keselarasan dengan potensi alam. Misalnya pada pengembangan taman kupu-kupu, penataan nuansa alamnya harus lebih diutamakan.

"Ini unik sekali, tapi tolong pembangunannya yang benar. Sentuhannya yang benar. Jangan sampai barangnya bagus, justru disentuh dengan semen, semen, semen. Tembok, tembok, tembok," ucapnya.

"Bukan itu. harusnya yang banyak itu ditanami pohon-pohon yang menarik kupu-kupu lebih banyak lagi," Jokowi melanjutkan.

2. Kalau pemerintah daerah kewalahan, pusat bisa turun tangan

ilustrasi Asian swallowtail (commons.wikimedia.org/Laitche)
ilustrasi Asian swallowtail (commons.wikimedia.org/Laitche)

Jokowi menitip kepada para bupati agar merencanakan pengembangan pariwisata dengan matang. Jika pemerintah daerah kesulitan, pusat siap membantu.

"Jangan justru di tempat-tempat seperti ini temboknya dibanyakin, semennya dibanyakin. Tolong dicarikan arsitek landscape yang pinter. Kalau daerah tidak siap, surati Bappenas untuk merencanakan agar barang yang bagus itu jadi sebuah berlian yang bagus untuk kita semua," kata Presiden.

3. Banyak potensi wisata bisa dikembangkan di daerah

Lembah Hijau Malino (instagram.com/lembah_hijau_camp_malino)
Lembah Hijau Malino (instagram.com/lembah_hijau_camp_malino)

Presiden menyebut berbagai potensi alam di daerah bisa dikemas menjadi segmen pariwisata baru. Dia mencontohkan wisata taman safari di Afrika yang bisa menunjang pendapatan negara.

"Kita punya semuanya, punya komodo, di Banyuwangi ada melihat banten, ada badak, ada orang utan. Bagaimana daerah mengemas ini menjadi sebuah pendapatan penerimaan bagi daerah," ucapnya.

"Di Afrika bisa menghasilkan 196 triliun per tahun, mengurus masalah itu. Saya melihat kita punya yang unik-unik."

Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Aan Pranata
EditorAan Pranata

Latest News Sulawesi Selatan

See More

Pemprov Sulsel Dorong Jalan Barombong Masuk Usulan Inpres Jalan Daerah

27 Jun 2026, 22:10 WIBNews