Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Jelang Musim Hujan, PU Makassar Benahi Drainase di Daerah Rawan Banjir
Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kota Makassar mengintensifkan normalisasi saluran drainase dan pengerukan kanal di sejumlah wilayah rawan banjir. (Dok. Humas Pemkot Makassar)
  • Dinas PU Makassar mengintensifkan normalisasi drainase dan pengerukan kanal di Paccerakkang, Biringkanaya, menjelang musim hujan November–Desember 2026 dengan mengerahkan 150 personel Satgas Drainase.
  • Paccerakkang, termasuk Kompleks Mangga Tiga dan Kompleks Gubernur, menjadi perhatian karena saluran menyempit akibat sedimen serta tersumbat sampah, sehingga menghambat aliran air saat hujan deras.
  • Selain membersihkan saluran, memperbaiki drainase jalan, dan memeriksa pintu air, PU berkoordinasi dengan kecamatan serta mengimbau warga tidak membuang sampah ke selokan dan menjaga kebersihan drainase.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Makassar, IDN Times - Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kota Makassar mengintensifkan normalisasi saluran drainase dan pengerukan kanal di sejumlah wilayah rawan banjir. Salah satu kawasan yang menjadi perhatian adalah Kelurahan Paccerakkang, Kecamatan Biringkanaya, yang kerap dilanda genangan saat hujan deras.

Penanganan dilakukan dengan membersihkan saluran, mengangkat sedimen, memperbaiki drainase di sisi jalan, hingga memeriksa kondisi pintu air. Sebanyak 150 personel Satuan Tugas (Satgas) Drainase dikerahkan untuk memastikan saluran air berfungsi optimal menjelang musim hujan pada November dan Desember 2026.

1. Paccerakkang jadi salah satu titik rawan banjir

Sejumlah pengendara menerobos banjir di Jalan Paccerakkang, Makassar, Sulawesi Selatan, Jumat (18/12/2020). (ANTARA FOTO/Arnas Padda)

Kepala Bidang Drainase Dinas PU Makassar, Lukmanul Hakim, mengatakan normalisasi dilakukan sebagai langkah antisipasi untuk mengurangi risiko genangan di kawasan yang selama ini kerap terdampak banjir.

"Paccerakkang memang menjadi salah satu titik rawan banjir di Kota Makassar. Karena itu, kami melakukan normalisasi saluran untuk memastikan aliran air tidak terhambat," ujarnya, Kamis (15/10/2026).

Beberapa kawasan yang menjadi perhatian di antaranya Kompleks Mangga Tiga dan Kompleks Gubernur. Pembersihan dan pengerjaan saluran telah dilakukan beberapa hari sebelumnya, termasuk di sepanjang Jalan Paccerakkang.

2. Petugas temukan sedimen dan sampah menyumbat saluran

ilustrasi drainase air (unsplash.com/Ries Bosch)

Lukman menjelaskan, hasil pemeriksaan di lapangan menunjukkan sejumlah saluran mengalami penyempitan akibat penumpukan sedimen. Selain itu, terdapat saluran yang tersumbat sampah sehingga menghambat aliran air.

Kondisi tersebut dapat mengurangi kapasitas drainase dan memperlambat aliran air, terutama ketika curah hujan meningkat. Karena itu, normalisasi dilakukan dengan mengangkat sedimen dan membersihkan sampah agar saluran dapat kembali berfungsi dengan baik.

Dalam pelaksanaannya, Dinas PU juga berkoordinasi dengan pemerintah kecamatan setempat untuk menyesuaikan penanganan dengan kebutuhan di lapangan. Upaya ini menjadi bagian dari langkah pemerintah kota dalam mengantisipasi genangan di kawasan rawan banjir.

3. Warga diminta ikut menjaga kebersihan drainase

ilustrasi drainase di sekitar rumah (pexels.com/Markus Spiske)

Lukman mengatakan penanganan banjir tidak cukup hanya mengandalkan pengerjaan infrastruktur oleh pemerintah. Peran masyarakat dalam menjaga kebersihan saluran air juga diperlukan agar drainase yang telah dibersihkan tidak kembali tersumbat.

Ia mengimbau warga tidak membuang sampah ke selokan, tidak menutup jalur aliran air, serta rutin membersihkan saluran di sekitar rumah. Masyarakat juga diharapkan memperkuat budaya gotong royong untuk menjaga kebersihan lingkungan.

Normalisasi drainase di Paccerakkang merupakan bagian dari upaya mengurangi risiko genangan menjelang musim hujan. Dinas PU Makassar menyatakan Satgas Drainase tetap disiagakan untuk melakukan langkah antisipatif agar aliran air tetap lancar dan aktivitas masyarakat tidak terganggu saat hujan.

Curated For You

Editorial Team

Related Article