Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

JEC Raih 2 Penghargaan Healthcare Asia Awards 2026

JEC Raih 2 Penghargaan Healthcare Asia Awards 2026
JEC Eye Hospitals and Clinics meraih dua penghargaan pada Healthcare Asia Awards 2026. (Dok. JEC)
Intinya Sih
5W1H
  • JEC Eye Hospitals and Clinics meraih dua penghargaan di Healthcare Asia Awards 2026 atas inovasi layanan klinis dan keunggulan operasional dalam menghadirkan layanan kesehatan mata berkualitas tinggi.
  • Program Integrated Dry Eye Standardisation and Awareness Programme meningkatkan diagnosis mata kering hingga 80 persen di beberapa cabang JEC, melibatkan ratusan tenaga medis dan fasilitas Dry Eye Spa.
  • Selama lebih dari empat dekade, JEC memperkuat komitmen menghadirkan layanan kesehatan mata berstandar global melalui ekspansi cabang, teknologi mutakhir seperti SMILE PRO, dan pengembangan pusat unggulan subspesialis.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Jakarta, IDN Times - JEC Eye Hospitals and Clinics kembali mencatatkan prestasi di kancah internasional pada kuartal pertama 2026. Jaringan rumah sakit mata ini meraih dua penghargaan bergengsi dalam ajang Healthcare Asia Awards 2026.

Dua penghargaan tersebut yakni Clinical Service Initiative of the Year – Indonesia dan Specialty Clinic of the Year (Ophthalmology) – Indonesia. Capaian ini menjadi pengakuan atas inovasi layanan klinis serta keunggulan operasional dalam menghadirkan layanan kesehatan mata berkualitas tinggi.

Penghargaan diterima oleh Prof. Dr. Tjahjono D. Gondhowiardjo selaku Direktur Pengembangan & Pendidikan JEC Group pada Kamis (26/3/2026) di Marina Bay Sands, Singapura.

Ajang Healthcare Asia Awards sendiri merupakan penghargaan bergengsi yang diberikan kepada rumah sakit dan institusi layanan kesehatan di Asia yang dinilai berhasil mendefinisikan standar keunggulan industri, baik dari sisi kualitas klinis, inovasi layanan, hingga dampak terhadap masyarakat.

1. Raih pengakuan internasional lewat inovasi layanan klinis

Prof. Tjahjono D. Gondhowiardjo, selaku Direktur Pengembangan & Pendidikan, JEC Group. (Dok. JEC)
Prof. Tjahjono D. Gondhowiardjo, selaku Direktur Pengembangan & Pendidikan, JEC Group. (Dok. JEC)

Tjahjono mengatakan bahwa, penghargaan ini menjadi refleksi sekaligus pendorong bagi JEC Eye Hospitals and Clinics untuk terus meningkatkan kualitas layanan kesehatan mata di Indonesia. Penghargaan ini sekaligus merupakan validasi atas pendekatan dalam membangun layanan kesehatan mata yang terstandarisasi, terukur, dan berorientasi pada kebutuhan pasien.

"Capaian ini sekaligus memperkuat posisi JEC Eye Hospitals and Clinics sebagai salah satu eye care leader di Indonesia yang secara konsisten menghadirkan inovasi, standar klinis berkelas internasional, serta layanan yang terintegrasi dari hulu ke hilir," dalam siaran persnya, Jumat (27/3/2026).

“Melalui inovasi seperti program penanganan mata kering yang terintegrasi serta penguatan sistem layanan bedah yang efisien, kami ingin memastikan bahwa setiap pasien mendapatkan diagnosis yang akurat, terapi yang tepat, dan pengalaman layanan yang optimal. Ke depan, JEC Eye Hospitals and Clinics berkomitmen untuk terus menjadi rujukan utama dalam layanan kesehatan mata, sekaligus berkontribusi dalam meningkatkan kualitas penglihatan masyarakat Indonesia secara berkelanjutan,” imbuhnya.

2. Inovasi layanan mata kering yang melanda jutaan orang

Rumah Sakit Mata JEC-Orbita @ Makassar hadirkan teknologi mutakhir penanganan gangguan mata. (Dok. Istimewa)
Rumah Sakit Mata JEC-Orbita @ Makassar hadirkan teknologi mutakhir penanganan gangguan mata. (Dok. Istimewa)

Penghargaan Clinical Service Initiative of the Year – Indonesia diberikan atas program Integrated Dry Eye Standardisation and Awareness Programme. Program ini dikembangkan untuk meningkatkan kualitas diagnosis dan penanganan mata kering secara menyeluruh.

Di Indonesia, penyakit mata kering diperkirakan memengaruhi sekitar 27,5 persen populasi atau lebih dari 76 juta orang. Namun, kondisi ini masih sering kurang terdiagnosis dan penanganannya belum konsisten.

Sebagai respons, JEC menghadirkan pendekatan terpadu yang menggabungkan edukasi publik dengan standardisasi protokol klinis di seluruh jaringan layanan. Program ini juga dilengkapi microsite edukasi serta alat penilaian mandiri berbasis gim menggunakan Dry Eye Questionnaire-5, yang memungkinkan skrining gejala secara lebih terstruktur.

Lebih dari 400 pasien setiap tahun memanfaatkan kuesioner tersebut, sehingga mendorong konsultasi klinis lebih dini. Selain itu, JEC juga menyelenggarakan program observership internasional di Jepang dan Korea Selatan untuk meningkatkan wawasan dokter spesialis.

Dalam satu tahun implementasi, program ini berhasil meningkatkan angka diagnosis mata kering rata-rata sebesar 30 persen di seluruh cabang JEC, bahkan beberapa pusat layanan mencatat peningkatan hingga 80 persen setelah penerapan protokol terstandarisasi.

Program ini juga menghadirkan layanan Dry Eye Spa yang mengintegrasikan penanganan kelenjar meibomian berbasis protokol serta terapi intense pulsed light ke dalam perawatan rutin. Pengembangan tenaga kesehatan juga dilakukan secara masif, melibatkan lebih dari 150 dokter spesialis mata, lebih dari 400 perawat, dan lebih dari 650 tenaga kesehatan pendukung.

Sementara itu, penghargaan Specialty Clinic of the Year (Ophthalmology) – Indonesia diberikan atas performa operasional JEC @ Tambora. Klinik ini beroperasi di fasilitas seluas sekitar 500 meter persegi, didukung oleh 11 dokter spesialis mata dan sekitar 30 staf. Sepanjang tahun 2024, JEC @ Tambora mencatat lebih dari 35.000 kunjungan rawat jalan dan melakukan lebih dari 5.000 tindakan operasi, termasuk lebih dari 3.500 prosedur katarak.

3. Komitmen inovasi dan ekspansi layanan berstandar global

Rumah Sakit Mata JEC-Orbita @ Makassar hadirkan teknologi mutakhir penanganan gangguan mata. (Dok. Istimewa)
Rumah Sakit Mata JEC-Orbita @ Makassar hadirkan teknologi mutakhir penanganan gangguan mata. (Dok. Istimewa)

Selama lebih dari empat dekade, JEC Eye Hospitals and Clinics terus mengembangkan layanan berbasis subspesialis untuk menjawab kebutuhan pasien yang semakin kompleks. Hingga kini, JEC telah melakukan lebih dari 250.000 operasi katarak dan 150.000 prosedur koreksi refraksi berbasis LASIK dan SMILE.

JEC juga dikenal sebagai pelopor teknologi kesehatan mata di Indonesia, mulai dari menghadirkan LASIK pertama pada 1997, teknologi FLACS pada 2012, hingga SMILE PRO pada 2022. Layanan subspesialis pun terus diperkuat melalui berbagai pusat unggulan.

Lebih lanjut, Prof. Tjahjono menegaskan bahwa pengakuan ini semakin memperkuat komitmen JEC dalam menghadirkan layanan kesehatan mata berstandar global serta memperluas akses layanan di Indonesia.

“Ke depan, JEC Eye Hospitals and Clinics akan terus berfokus pada pengembangan inovasi klinis, peningkatan kompetensi tenaga medis, serta pemanfaatan teknologi medis terkini guna memastikan setiap pasien memperoleh layanan yang aman, efektif, dan berstandar internasional,” katanya.

Memasuki usia 42 tahun dengan semangat Journey to Excellence, JEC terus memperluas jangkauan layanan melalui 16 cabang di berbagai kota. Salah satu pengembangan terbaru adalah JEC BALI @ Sanur yang berada di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Sanur.

Fasilitas ini dirancang sebagai pusat layanan kesehatan mata berteknologi tinggi sekaligus destinasi international health and wellness, dengan konsep Blue Hospital yang mengintegrasikan prinsip smart dan green serta didukung teknologi medis mutakhir dan dokter subspesialis berpengalaman.

Share
Topics
Editorial Team
Aan Pranata
EditorAan Pranata
Follow Us

Latest News Sulawesi Selatan

See More