Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Perbaikan Jalan Aroepala Dikebut, Pemprov Target Rampung Akhir 2026
Pekerjaan pemasangan U-Ditch di ruas Jalan Aroepala, Makassar, Selasa (5/5/2026). (Dok. Pemprov Sulsel)

Makassar, IDN Times - Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan memastikan pengerjaan ruas Jalan Aroepala yang masuk dalam Paket 1 Multi Years Project (MYP) Infrastruktur Jalan masih berjalan sesuai jadwal. Proyek tersebut ditargetkan rampung pada akhir 2026.

Kepala Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi Sulawesi Selatan, Andi Ihsan, mengatakan pekerjaan di Jalan Aroepala mencakup dua jenis konstruksi. 

"Kalau di Aroepala itu dua sisi pekerjaan di situ, aspal dan rigid-nya," kata Andi Ihsan, Rabu (26/8/2026).

1. Ditarget rampung akhir tahun

Kepala Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi Sulsel, Andi Ihsan. (IDN Times/Asrhawi Muin)

Menurut Ihsan, pekerjaan rigid beton sebelumnya sempat menjadi perhatian karena membutuhkan waktu pematangan beton. Beton setidaknya membutuhkan waktu 28 hari sebelum dapat digunakan secara optimal.

Saat ini, masa pematangan beton tersebut telah terlewati. Bahkan, usia beton disebut telah mendekati 30 hari sehingga pekerjaan pada bagian lainnya terus digenjot.

"Intinya, pengerjaan Jalan Aroepala masih sesuai dengan jadwal yang ditetapkan," katanya.

Ihsan menyebut pengerjaan Jalan Aroepala ditargetkan selesai pada akhir tahun ini. Meski demikian, terdapat kemungkinan pekerjaan mengalami sedikit keterlambatan apabila muncul kendala teknis di lapangan.

"Jadwalnya memang ditargetkan selesai akhir tahun ini. Kalaupun sedikit lewat, mungkin karena ada kendala teknis. Namun, secara keseluruhan masih on track," katanya.

2. Aroepala satu paket dengan Hertasning dan Tun Abdul Razak

Kondisi Jalan Hertasning-Aroepala (perbatasan Makassar-Gowa) yang telah lama rusak dan padat lalu lintas, Selasa (7/10/2025). (IDN Times/Asrhawi Muin)

Jalan Aroepala merupakan bagian dari satu rangkaian pekerjaan infrastruktur. Pekerjaan tersebut terhubung dengan ruas Jalan Hertasning dan Jalan Tun Abdul Razak.

Ihsan mengatakan seluruh pekerjaan tersebut masuk dalam Paket 1 MYP dengan nilai kontrak total sekitar Rp430 miliar. Paket tersebut dikerjakan oleh kontraktor Tri Star Mandiri.

"Itu kan satu rangkaian. Jadi, mulai dari Hertasning, Aroepala, Tun Abdul Razak, Bili-Bili, Burung-burung, itu satu rangkaian di paket 1," jelasnya.

Dia menyebut progres pekerjaan secara keseluruhan masih menunjukkan perkembangan positif. Saat ini, progres dalam skala paket masih berada dalam tren positif.

3. Pedestrian diupayakan tersambung

Kepala Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi (DBMBK) Sulsel, Andi Ihsan. IDN Times/Asrhawi Muin

Selain badan jalan, pekerjaan dalam paket tersebut juga mencakup pembangunan pedestrian. Pedestrian di sepanjang ruas Hertasning, Aroepala hingga Tun Abdul Razak diupayakan dapat tersambung.

Namun, Ihsan mengatakan pembangunan pedestrian akan menyesuaikan kondisi di masing-masing ruas. Skema pekerjaannya juga akan disesuaikan dengan kondisi lapangan.

"Diusahakan sih bersambung, tapi dilihat dari skemanya dulu karena luasan untuk pedestriannya sendiri itu variatif juga dilihat dari kondisinya," katanya.

Dia menyebut lebar pedestrian yang direncanakan minimal sekitar 2,5 meter. Pembangunan pedestrian tersebut nantinya akan terintegrasi langsung dengan badan jalan.

"Minimal lebar pedestriannya 2,5 meter. Jadi, pedestrian itu langsung bersambung dengan jalan, seperti di Hertasning," katanya.

Editorial Team

Related Article