Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Ibu di Takalar Ungkap Kronologi Anak Dibanting Mantan Suami

-
DS saat berada di Polres Takalar untuk menindaklanjuti laporan penganiayaan yang dilakukan mantan suaminya, Jumat (17/1/2026) IDN Times / Darsil Yahya.
Intinya sih...
  • Mantan suami diduga emosi dan langsung melakukan penganiayaan terhadap DS dan anak balitanya.
  • DS belum sempat memeriksa luka anaknya yang dibanting karena saat kejadian ia lari menyelamatkan diri.
  • Korban mengaku kerap dianiaya saat masih berstatus suami istri, sehingga menggugat cerai terlapor di bulan Agustus 2025.
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Makassar, IDN Times - Perempuan berinisial DS (33) buka suara soal peristiwa penganiayaan yang dilakukan oleh mantan suaminya bernama Bambang Nopardi (33). DS menjelaskan, peristiwa itu berawal saat ia membawa anaknya ke Bulukunyi, Kecamatan Polongbangkeng Selatan, Kabupaten Takalar, Sulawesi Selatan (Sulsel), pada Selasa (13/1/2026).

"Datang menyerahkan anak saya kepada mantan suami karena susu anak saya sudah tidak ada atau habis sedangkan hak asuk dimenangkan oleh mantan suaminya," ucap DS kepada awak media, Jumat (16/1/2026).

1. Mantan suami diduga emosi

-
Terduga pelaku saat menendang warga yang berusaha melerai (Dok. video warga).

Namun saat sang buah hati akan diserahakan, terduga pelaku emosi dan naik pitam sehingga langsung melakukan penganiayaan terhadap DS dan membanting anak balitanya.

"Jadi saya titip anaknya, titip baik-baik, mungkin karena emosi atau apa, dia (mantan suami) tiba-tiba memukul tiga kali. Kena kepala, bibir berdarah dan bagian muka. Cuman yang tampak di video itu setelah saya dipukul," ucap DS.

Usai dianiaya, DS mengaku langsung melapor ke Polres Takalar dan meminta surat permintaa visum untuk memperkuat dugaan penganiayaan serta dijadikan sebagai barang bukti ke penyidik.

"Sampai sekarang masih nyeri. Ada bekas kantung mata dengan bibir yang berdarah," ungkapnya.

2. Tidak sempat periksa sang buah hati usai dibanting oleh mantan suaminya

-
Korban DS saat cekcok dengan mantan suaminya yang juga terduga pelaku (Dok. video warga).

Sedangkan untuk kondisi anaknya, DS mengaku saat sang buah hati dibanting oleh mantan suaminya, posisi kepala anaknya mengahdap ke bawah dan jatuh menghantam paving blok . Namun ia belum sempat memeriksa apa saja yang luka karena saat kejadian ia lari menyelamatkan diri. Sementara anaknya sudah berada bersama mantan suaminya.

"Kalau kejadian di video itu dia lempar Pak, dia lempar. Sejauh ini sepertinya luka karena jatuh di paving Pak. Karena dia menghadap ke bawah, saya tidak sempat periksa, karena saya selamatkan diri, langsung naik di mobil, baru saya lari, kabur," tuturnya.

Korban berharap, terlapor segera panggil untuk diperiksa oleh penyidik Polres Takalar atas dugaan penganiayaan tersebut. Apalagi korban mengaku bukan kali ini saja ia dianiaya. Sejak ia masih berstatus suami istri DS kerab disiksa.

3. Korban mengaku kerab dianaya saat masih berstatus suami istri

-
Polres Takalar Jalan M.H Manjarungi, Jumat (16/1/2026).

Tak tahan terus mendapatkan perlakuan KDRT, korban pun menggugat cerai terlapor di bulan Agustus dan sudah inkrah di Pengadilan Agama Takalar pada akhir Oktober 2025 lalu.

"Kalau membina rumah tangga kurang lebih 13 tahun Pak, selama pernikahan KDRT terus. Pemicunya karena memang dia tempramen orangnya, emosian, cemburuan, jadi apa-apa itu berdebat dan dipukul," pungkasnya.

Sebelumnya diberitakan, Viral seorang ayah bernama Bambang Nopardi (33) tega membanting anak kandungnya HA yang masih berusia satu tahun ke paving blok serta menganiaya mantan istrinya. Perbuatan kekerasan itu sempat terekam kamera dan beredar di media sosial.

Peristiwa tersebut diketahui terjadi pada Selasa (13/1/2026) pukul 15.00 Wita di Jalan Istana Permai, Kalabbirang, Pattallassang, Kabupaten Takalar, Sulawesi Selatan.

Berdasarkan video berdurasi 30 detik yang beredar, peristiwa bermula saat ibu korban hendak menyerahkan anaknya kepada mantan suaminya di halaman rumah. Namun secara tiba-tiba, terlapor mengamuk dan membanting anak balitanya. Dua orang warga sempat berusaha melerai dan menenangkan pelaku, namun justru menendangnya.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Irwan Idris
EditorIrwan Idris
Follow Us

Latest News Sulawesi Selatan

See More

Bus Trans Sulsel Uji Coba Koridor 5, Layanan Masih Gratis

17 Jan 2026, 01:24 WIBNews