Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
[FOTO] Kondisi Para Pengungsi Korban Banjir Bandang Masamba Luwu Utara
Ilustrasi. ANTARA FOTO/Abriawan Abhe

Makassar, IDN Times - Pada Kamis, 16 Juli 2020 kemarin, Bupati Luwu Utara resmi menetapkan bahwa masa tanggap darurat bencana banjir bandang di Masamba, berlaku selama 30 hari atau hingga 12 Agustus 2020.

Selain itu, Basarnas Makassar per hari Jumat (17/7/2020) turut menjabarkan data terkait korban jiwa. Jumlah korban meninggal mencapai 36 orang, dengan 16 lainnya masih dalam pencarian. Selain itu, BNPB juga menyebut 10 unit rumah hanyut dan 213 lain tertimbun pasir bercampur lumpur. Jembatan antardesa turut terputus, dengan jalan Trans-Sulawesi tertimbun lumpur dengan ketinggian dari 1 hingga 4 meter.

Dalam data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Luwu Utara, total ada 3.627 Kepala Keluarga (KK), atau 14.483 jiwa, yang mengungsi di sejumlah titik. Mereka tersebar di Kecamatan Sabbang, Baebunta dan Masamba. Terbanyak ada di Masamba yakni 7.748 jiwa, disusul Baebunta (5.808 jiwa) kemudian Sabbang (927 jiwa).

1. Seorang lansia sedang beristirahat di salah satu lokasi pengungsian

Ilustrasi. ANTARA FOTO/Abriawan Abhe

2. Anak-anak korban banjir bandang sedang tertidur di atas tumpukan pakaian bekas layak pakai

ANTARA FOTO/Abriawan Abhe

3. Aktivitas para pengungsi pada siang hari yang untuk sementara berada di kawasan Kompleks Kantor Bupati Luwu Utara, Kecamatan Masamba

Ilustrasi. ANTARA FOTO/Abriawan Abhe

4. Beberapa anak asyik bermain gawai sembari coba melupakan sejenak bencana nahas yang menimpa beberapa hari silam

ANTARA FOTO/Abriawan Abhe

5. Para pengungsi sedang memilih pakaian bekas layak pakai dari para donatur

ANTARA FOTO/Abriawan Abhe

6. Para petugas bersama warga memasak di dapur umum yang disediakan

ANTARA FOTO/Abriawan Abhe

7. Warga saling bergotong royong untuk menyediakan asupan makanan di pengungsian

ANTARA FOTO/Abriawan Abhe

8. Foto udara tenda pengungsian korban banjir bandang di kawasan perbukitan Desa Meli, Kecamatan Baebunta

Ilustrasi lokasi pengungsian banjir bandang. ANTARA FOTO/Abriawan Abhe

9. Warga korban banjir bandang sedang menjemur pakaian yang baru saja dicuci

Ilustrasi lokasi pengungsi korban bencana. ANTARA FOTO/Abriawan Abhe

10. Para pengungsi di kamp tetap beraktivitas meski dibayangi masalah kelangkaan air

ANTARA FOTO/Abriawan Abhe

Dalam kunjungannya ke lokasi terdampak banjir bandang pada Kamis kemarin, Gubernur Sulawesi Selatan, Nurdin Abdullah, mengonfimasi bahwa rencana pembangunan hunian sementara untuk korban sedang digodok.

"Kita akan segera bangun rumah hunian sementara bersama dengan Pemerintah Luwu Utara dan TNI-Polri," ungkapnya. Dikutip dari keterangan tertulis Humas Pemkab Luwu Utara, Bupati Indah Putri Indriani, telah menyiapkan lokasinya yakni di Desa Radda.

Untuk kebutuhan lebih mendesak, seluruh pihak terkait masih mengupayakan air bersih serta sarana MCK di seluruh titik pengungsian. "Kita akan upayakan apa yang menjadi kebutuhan warga, termasuk kebutuhan pokok lainnya. Apalagi saya lihat banyak sekali bantuan yang masuk," lanjut Nurdin.

Editorial Team

Related Article