Salah satu proyek pembangunan dan peningkatan infrastruktur jalan melalui program Multi Years Project (MYP) Pemprov Sulsel. (Dok. Humas Pemprov Sulsel)
Menurut Andi, karakteristik masing-masing ruas menjadi pertimbangan dalam menentukan metode penanganan. Selain konstruksi jalan, Pemprov Sulsel juga menyiapkan fasilitas pendukung berupa trotoar dengan lebar sekitar 2,5 meter di kawasan tertentu.
Sistem drainase turut menjadi bagian dari pekerjaan. Saluran drainase direncanakan menggunakan saluran berdiameter sekitar 1,2 meter yang disesuaikan dengan elevasi kawasan agar aliran air dapat diarahkan secara optimal menuju kanal utama.
Pada Paket 1, pekerjaan meliputi pembangunan bahu jalan beton pada ruas Batas Gowa-Tondong dan Tanete-Tanaberu, serta pengecoran bahu jalan pada ruas Burung-Burung-Bili-Bili. Di Jalan Hertasning dilakukan pemasangan manhole trotoar, sedangkan di Jalan Aroepala berlangsung pemasangan batu dan mortar untuk saluran drainase.
Ruas Sungguminasa-Malino juga masuk dalam Paket 1 dengan pekerjaan aspal dasar dan lapisan akhir.
Pada Paket 2, pekerjaan meliputi pengembalian kondisi jalan pada ruas Pallangga-Salekoa-Batas Kabupaten Takalar. Pekerjaan bahu jalan beton dilakukan pada ruas Batas Kabupaten Gowa-Galesong-Pattallassang dan Batas Kota Makassar-Bontoramba, sementara ruas Batas Jeneponto-Rumbia-Jeneponto ditangani melalui pekerjaan campuran aspal panas.
Selanjutnya, Paket 3 mencakup pekerjaan bahu jalan beton pada ruas Batas Kabupaten Soppeng-Pangkajene-Sidrap. Pekerjaan aspal dilakukan pada ruas Batas Kabupaten Enrekang-Anabanua-Dongi-Tanrutedong.