Eks Penjabat (Pj) Gubernur Sulawesi Selatan, Bahtiar Baharuddin, tersangka dugaan korupsi pengadaan bibit nanas saat tiba di Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sulsel, Kamis (7/5/2026). IDN Times/Darsil Yahya
Sementara itu, Ni'matullah Erbe, mengatakan saat rapat paripurna dengan Pemerintah Provinsi Sulsel, komoditas yang disebut saat itu antara lain pisang cavendish, sukun, dan durian montong. Tidak pernah secara spesifik menyampaikan komoditas nanas dalam rapat paripurna pembahasan anggaran.
“Tidak ada disebut bibit nanas. Sehingga kami juga tidak punya sama sekali pengetahuan tentang nanas,” ujarnya.
Ni’matullah menggambarkan proses pembahasan anggaran yang berlangsung saat itu seperti sebuah situasi yang serba terburu-buru. Menurutnya, rapat pembahasan anggaran terkadang berjalan dengan keterbatasan waktu.
“Sehingga tidak semua persoalan dapat dikaji secara mendalam. Rapat ini seperti ujian sekolah, selesai tidak selesai harus dikumpul,” kata Ketua DPD Partai Demokrat Sulsel ini.
Saat ditanya JPU terkait pengawasan DPRD Sulsel di setiap Program Pemprov Sulsel, ia mengakui adanya kelemahan dalam fungsi pengawasan DPRD Sulsel terhadap perubahan anggaran tersebut.
“Ini memang kelalaian kami di DPRD,” jelasnya.
Usai sidang, Ni’matullah mengungkapkan DPRD tidak punya kewenangan membahas sub program, hanya membahas program bernama pengadaan dan pengembangan bibit hortikultura.
"DPRD Sulsel hanya sepakati pagu-pagu program besarnya. Ini yang saya kira supaya teman-teman tahu. Itu yang kami jelaskan secara detail tadi dalam sidang bahwa sub program itu sama sekali kami tidak tau dan waktu itu pemprov menyampaikan di rapat paripurna hanya sejumlah contoh dan tidak pernah menyentuh nanas," katanya kepada awak media.
Dia juga mengatakan pihak pemprov hanya memberikan sejumlah contoh terkait Program Pengadaan dan Pengembangan Bibit Hortikultura. Diantaranya pengadaan program pisang cavendish, durian musang king, dan program bibit sukun.
"Jadi sempat dia sebut pisang cavendish, sukun, banyak durian musang king, Tapi tidak sempat tersebut nanas, sehingga kami juga tidak punya sama sekali pengetahuan tentang nanas," pungkasnya.