ilustrasi gandum (pexels.com/Pixabay)
Berbanding terbalik dengan ekspor, nilai impor Sulsel justru meningkat sepanjang Januari-Juli 2026. Nilainya mencapai US$564,15 juta atau naik 13,71 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya.
Pada Juli 2026 saja, nilai impor yang dibongkar melalui pelabuhan di Sulsel mencapai US$84,97 juta. Angka tersebut naik 17,02 persen dibanding Juli 2025 yang sebesar US$72,62 juta.
Komoditas impor terbesar pada Juli adalah gandum-ganduman dengan nilai US$38,36 juta atau 45,14 persen. Berikutnya olahan makanan hewan US$14,50 juta, mesin-mesin/pesawat mekanik US$6,46 juta, kakao/cokelat US$5,10 juta, dan bahan kimia organik US$3,94 juta.
Secara kumulatif, kenaikan impor Januari-Juli 2026 terutama didorong olahan makanan hewan yang bertambah US$35,99 juta atau 49,70 persen. Impor gandum-ganduman naik US$13,29 juta atau 12,61 persen, mesin-mesin/pesawat mekanik naik US$10,74 juta atau 33,07 persen, serta bahan kimia organik naik US$6,84 juta atau 174,96 persen.
Negara asal impor terbesar pada Juli adalah Tiongkok dengan nilai US$19,64 juta, Australia US$17,76 juta, Ukraina US$14,58 juta, Brasil US$12,21 juta, dan Kanada US$6,15 juta. Sementara hampir seluruh barang impor pada Juli dibongkar melalui Pelabuhan Makassar dengan nilai US$84,51 juta atau 99,45 persen dari total impor.