Di PSBM, Munafri Dorong Makassar Jadi Hub Ekonomi dan Pertanian Modern

- Munafri Arifuddin menilai PSBM 2026 jadi momentum penting untuk mendorong pertumbuhan ekonomi Makassar melalui kesiapan infrastruktur dan peran kota sebagai tuan rumah saudagar Bugis-Makassar.
- Makassar diproyeksikan sebagai hub ekonomi Indonesia Timur dengan potensi besar di sektor pariwisata, kuliner, serta kawasan Kepulauan Spermonde yang menarik minat investasi wisata bahari.
- Munafri dorong pengembangan pertanian modern berbasis teknologi seperti greenhouse dan IoT guna optimalkan lahan terbatas serta memperkuat ketahanan pangan dan peluang investasi kota.
Makassar, IDN Times - Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, menilai kehadiran saudagar Bugis-Makassar dari berbagai daerah hingga mancanegara dalam Pertemuan Saudagar Bugis-Makassar (PSBM) 2026 menjadi momentum untuk mendorong pertumbuhan ekonomi Kota Makassar. Hal itu disampaikan saat ditemui di sela kegiatan di Hotel Claro, Makassar, Kamis (26/3/2026).
Munafri menyebut Makassar harus siap menyambut peluang dari pertemuan tersebut. Kesiapan itu mencakup infrastruktur dan peran kota sebagai tuan rumah.
"Dengan hadirnya seluruh saudagar Bugis-Makassar yang datang dari berbagai penjuru baik nasional maupun internasional, Makassar harus siap. Kita siapkan infrastruktur," kata Munafri.
1. Pariwisata, kuliner, dan posisi strategis jadi andalan

Munafri juga menyoroti potensi ekonomi yang bisa dikembangkan di Kota Makassar, terutama di sektor pariwisata dan kuliner. Selain itu, dia menekankan posisi strategis Makassar sebagai pintu gerbang Indonesia Timur.
"Banyak sekali hal hal yang bisa kita maksimalkan di kota makassar ini. Apalagi, kita ini HUB dari Indonesia Timur yang bisa memberikan nilai ekonomi dengan letak geografis yang strategis," katanya.
Munafri menyebut kawasan Kepulauan Spermonde sebagai salah satu potensi unggulan. Kawasan tersebut dinilai dapat menarik minat investor, khususnya di sektor wisata bahari.
"Makassar memiliki pusat pulau-pulau Spermonde yang terus bisa dieksplorasi dengan baik untuk mencari para investor yang mau memanfaatkan potensi potensi wisata yang ada di pulau-pulau dan pantai," ucapnya.
Selain itu, Munafri menilai kekuatan kuliner dan keberagaman budaya menjadi daya tarik tersendiri. Hal tersebut memperkuat posisi Makassar sebagai kota penyelenggara berbagai event.
"Makassar terkenal dengan kuliner yang enak. Kota di mana berbagai macam budaya yang bisa ditemukan di sini. Ini memberikan posisi power Kota Makassar sangat baik pada pelaksanaan event," katanya.
2. Dorong pertanian modern di lahan terbatas

Di sisi lain, Munafri mengakui keterbatasan lahan pertanian di Makassar. Namun, dia mendorong pengembangan sistem pertanian modern untuk mendukung ketahanan pangan di wilayah perkotaan.
"Kita tidak bisa banyak bicara soal pertanian karena kita tidak punya lahan yang besar. Tapi kita mengharapkan ketahanan pangan itu bisa kita laksanakan dengan sistem yang lebih baik," katanya.
Salah satu upaya yang disiapkan adalah pengembangan pertanian berbasis teknologi pada lahan terbatas. Langkah ini mencakup penerapan konsep greenhouse dan integrasi sistem modern.
"Bagaimana memanfaatkan lahan yang sempit untuk bisa membangun sebuah ekosistem pertanian modern. Ini yang akan kembangkan dengan menghadirkan berbagai macam sistem pertanian yang lebih modern dan terintegrasi yang kita harapkan ke depan," katanya.
3. Buka peluang investasi dan adopsi teknologi global

Munafri juga membuka peluang kerja sama investasi untuk mendukung pengembangan kota. Hal ini mencakup kebutuhan infrastruktur seperti jalan tol serta penguatan sektor pertanian modern.
"Tentu, banyak sekali hal hal yang harus kita kerjasamakan di Makassar ini. Makassar ini masih membutuhkan jalan tol, masih butuh sistem pertanian terintegrasi melalui green house," katanya.
Dia mencontohkan negara Belanda yang mampu menjadi pemasok produk pertanian meski memiliki lahan terbatas. Hal tersebut dicapai melalui pemanfaatan teknologi.
"Kalau kita lihat di Eropa, bagaimana negara belanda yang kecil tidak punya lahan pertanian yang luas, bisa menyuplai menjadi suplayer tomat terbesar di seluruh eropa," ucapnya.
Menurutnya, pendekatan serupa dapat diterapkan di Makassar. Hal ini melalui pemanfaatan teknologi seperti Internet of Things (IoT) untuk mengembangkan pertanian perkotaan.
"Sistem green house dengan basis teknologi Internet of Things (IoT). Kita akan maksimalkan menjadi city pertanian modern jadi bisa dijadikan percontohan di Kota Makassar ini," katanya.


















