Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Dewan Minta Pemprov Sulsel Antisipasi DBD di Tengah Pandemik COVID-19

Dewan Minta Pemprov Sulsel Antisipasi DBD di Tengah Pandemik COVID-19
Ilustrasi penyemprotan fogging antisipasi DBD. (IDN Times/Muchammad Haikal)
Share Article

Makassar, IDN Times – Komisi E Bidang Kesejahteraan DPRD Sulawesi Selatan, mendorong Dinas Kesehatan Pemerintah Provinsi mengantisipasi demam berdarah dengue (DBD) di tengah pandemik COVID-19. Upaya pencegahan DBD juga harus jadi perhatian serius.

"Kami sudah rapat koordinasi untuk mendorong Dinkes segera mengantisipasi DBD, agar tidak menjadi masalah baru di tengah pandemi ini," kata Anggota DPRD Sulsel Ismail Bachtiar dikutip dari Antara, Sabtu (27/6).

1. Penanganan kesehatan lain tetap harus menjadi prioritas

IDN Times / Istimewa
IDN Times / Istimewa

Ismail mengatakan, DBD harus diantisipasi, mengingat kondisi cuaca saat ini terus berubah-ubah. Biasanya, di masa seperti sekarang penyakit bisa bermunculan.

Ismail meminta agar penanganan kesehatan lain tidak terabaikan selama pandemik COVID-19. Misalnya pelayanan terhadap ibu hamil, ibu melahirkan, kekerdilan, hingga DBD.

"Saat ini masyarakat enggan ke rumah sakit dikarenakan pandemi COVID-19. Jangan kita fokus pada pandemi saja, tapi lupa penanganan kesehatan lainnya. Gejala DBD juga kan hampir sama dengan gejala corona," kata dia.

2. Dinas Kesehatan disarankan membentuk tim untuk penyakit umum

Kantor DPRD Sulsel. (IDN Times/Aan Pranata)
Kantor DPRD Sulsel. (IDN Times/Aan Pranata)

Ismail mengatakan, Dewan menyarankan Dinkes membentuk tim untuk penanganan penyakit umum. Itu sesuai kondisi di masyarakat, bahwa orang jarang yang ma uke pusat pelayanan kesehatan maupun rumah sakit. Jangan sampai pemerintah fokus menangani COVID-19 tapi mengabaikan penyakit lain.

"Tinggal bagaimana peran Dinkes memberikan edukasi kepada masyarakat bahwa pelayanan kesehatan di tingkat bawah berjalan," ucap Ismail.

3. Sebanyak 19 orang meninggal karena DBD hingga Mei

Ilustrasi jenazah (IDN Times/Mia Amalia)
Ilustrasi jenazah (IDN Times/Mia Amalia)

Dinas Kesehatan Provinsi Sulsel sebelumnya mencatat 2.166 kasus DBD di daerahnya selama Januari hingga Mei 2020. Dari jumlah itu, sebanyak 19 orang meninggal.

"Ini data cakupan terakhir pada akhir Mei, untuk Juni belum direkap karena masih ada kabupaten/kota yang mengonrmasi data terbaru di daerahnya," kata Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Sulsel dr Nurul Amin.

Nuril merinci, korban meninggal akibat penyakit DBD paling banyak ditemukan di Kabupaten Gowa dengan total enam orang, Kabupaten Enrekang empat orang, Maros tiga orang, Soppeng tiga orang, Jeneponto dua orang, dan Bone satu orang.

Share Article
Topics
Editorial Team
Aan Pranata
EditorAan Pranata

Latest News Sulawesi Selatan

See More

Mengenal Didek, Seni Bertutur Unik Milik Masyarakat Kabupaten Selayar

03 Jun 2026, 19:19 WIBNews