Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
BPBD: 50.342 Warga Makassar Terancam Kekeringan saat Musim Kemarau
Warga mengantre mengambil air dari sumur bor di Kelurahan Buloa, Kecamatan Tallo, Makassar, Sabtu (25/4/2026). IDN Times/Asrhawi Muin
  • BPBD Makassar memetakan 50.342 warga di enam kecamatan berpotensi terdampak kekeringan dengan total 173 titik rawan selama musim kemarau.
  • Sebanyak 12.717 rumah di 27 kelurahan mulai merasakan dampak, terutama warga yang bergantung pada air tanah sebagai sumber utama air bersih.
  • BPBD menyiapkan armada, tandon, dan pompa air untuk distribusi bantuan serta memantau cadangan air PDAM yang diperkirakan hanya cukup sekitar 30 hari.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Makassar, IDN Times – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Makassar memetakan sebanyak 50.342 warga berpotensi terdampak kekeringan selama musim kemarau. Mereka tersebar di enam kecamatan dari total 15 kecamatan yang ada di Kota Makassar.

Potensi kekeringan itu berdasarkan hasil asesmen cepat BPBD Makassar yang mencatat sedikitnya 173 titik terdampak. Warga yang mengandalkan air tanah sebagai sumber utama air bersih menjadi kelompok yang paling rentan mengalami dampak akibat menurunnya ketersediaan air.

1. Sebanyak 173 titik kekeringan tersebar di enam kecamatan

Warga mengantre mengambil air dari sumur bor di Kelurahan Buloa, Kecamatan Tallo, Makassar, Sabtu (25/4/2026). IDN Times/Asrhawi Muin

Kepala BPBD Kota Makassar, Fadli Tahar, Sabtu (12/7/2026) mengatakan, hasil asesmen menunjukkan sekitar 50 ribu jiwa berpotensi terdampak bencana kekeringan. Sebagian warga bahkan mulai merasakan dampaknya secara langsung.

BPBD mencatat titik kekeringan tersebar di enam kecamatan, yakni Kecamatan Ujung Tanah dengan 17 titik di lima kelurahan, Kecamatan Tallo 36 titik di empat kelurahan, Kecamatan Biringkanaya 58 titik di empat kelurahan, Kecamatan Tamalanrea 27 titik di enam kelurahan, Kecamatan Panakkukang enam titik, serta Kecamatan Manggala 29 titik di empat kelurahan.

2. Lebih dari 12 ribu rumah mulai merasakan dampak

Kepala BPBD Kota Makassar, Fadli Tahar. (Dok. BPBD Makassar)

Secara keseluruhan, terdapat 27 kelurahan yang terdampak kekeringan. Kondisi tersebut mencakup 12.717 rumah tinggal dengan total 50.342 jiwa atau sekitar 14.564 kepala keluarga (KK).

Menurut Fadli, warga yang paling terdampak merupakan masyarakat yang selama ini bergantung pada air tanah sebagai satu-satunya sumber air bersih. Penurunan debit air tanah membuat kebutuhan air sehari-hari semakin sulit dipenuhi.

Karena itu, BPBD memprioritaskan penanganan kepada kelompok masyarakat tersebut melalui penyaluran bantuan air bersih dan dukungan sarana pendukung lainnya.

3. BPBD siapkan armada dan antisipasi penurunan cadangan air PDAM

Ilustrasi warga mengantri untuk mendapatkan bantuan air bersih. IDN Times/Candra Irawan

Untuk menangani dampak kekeringan, BPBD Makassar telah menyiapkan empat unit mobil bak terbuka, 57 tandon air, empat pompa mesin air, serta mengerahkan 180 personel membantu masyarakat.

Sementara itu, wilayah yang masih mendapatkan pasokan dari jaringan PDAM dinilai masih berada dalam kondisi relatif aman sehingga belum menjadi prioritas utama distribusi bantuan air bersih.

Meski demikian, BPBD terus memantau perkembangan cuaca dan kondisi sumber air baku. Fadli mengingatkan apabila musim kemarau terus berlangsung, cadangan air PDAM diperkirakan hanya mampu bertahan sekitar 30 hari.

Curated For You

Editorial Team

Related Article