Belum Separuh Jemaah Haji Sulsel 2025 Lunasi Bipih

Makassar, IDN Times - Belum separuh dari total kuota jemaah haji Sulawesi Selatan tahun 2025 yang melunasi Biaya Perjalanan Ibadah Haji (Bipih). Hal itu dicatat Kantor Wilayah Kementerian Agama Sulsel pada hari ketujuh jadwal pelunasan Bipih, Jumat (21/2/2025).
Slamat Mustafa, Ketua Tim Pendaftaran, Dokumen Haji Reguler dan SIHDU Bidang Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) Kanwil Kemenag Sulsel, hingga tanggal 20 Februari 2025, jumlah jemaah yang telah melakukan pelunasan sebanyak 3269 orang. Jumlah itu 45 persen dari total kuota 7272 anggota jemaah.
“Sejak pelunasan biaya haji dibuka tanggal 14 Februari 2025, jemaah Sulsel yang melunasi per tanggal 20 Februari sebanyak 3.269, dan yang belum melunasi sebanyak 4.003 orang,” kata Slamet, Jumat.
1. Jemaah haji masih fokus pemeriksaan kesehatan

Kepala Bidang Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) Kanwil Kemenag Sulsel, Ikbal Ismail mengatakan kejadian seperti ini lumrah terjadi pada minggu pertama jadwal pelunasan. Karena jemaah haji terlebih dahulu mengurus keterangan berbadan sehat di Puskesmas yang membutuhkan waktu 2 sampai 3 hari.
“Hal ini lumrah terjadi pada Minggu pertama pelunasan, apalagi para jemaah masih fokus melakukan pemeriksaan kesehatan sebagai salah satu syarat mutlak untuk berhaji yaitu istitaah kesehatan,” jelasnya.
2. Risiko jadi cadangan prioritas di tahun 2026

Ikbal mengingatkan kepada jemaah yang belum melakukan pelunasan agar segera melunasi Bipih. Sebelum batas akhir pelunasan yang jatuh pada tanggal 14 Maret 2025.
“Kami mengimbau agar seluruh jemaah haji Sulsel yang mendapat porsi berangkat tahun ini agar segera melakukan pelunasan. Jika tidak, resikonya jemaah tersebut akan masuk cadangan prioritas di tahun 2026,” katanya.
3. Jemaah bayar pelunasan sekitar Rp32 juta

Diketahui, Bipih Embarkasi Makassar 1446 H / 2025 M sebesar Rp 57.670.921. Besaran Bipih ini dipergunakan untuk biaya penerbangan haji, sebagian biaya akomodasi di Makkah, dan sebagian biaya akomodasi di Madinah, biaya hidup (living cost).
“Jika Bipih ini dikurangi dengan setoran awal, maka yang dibayarkan jemaah adalah kurang lebih Rp32 juta rupiah. Itu juga nanti pada saat jelang keberangkatan di Asrama Haji akan mendapat living cost sebesar Rp3 jutaan,” Ikbal Ismail.



















