Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Antisipasi Cuaca Ekstrem, BNPB Beri Bantuan Rp15 Miliar untuk Sulsel

Antisipasi Cuaca Ekstrem, BNPB Beri Bantuan Rp15 Miliar untuk Sulsel
aa
Intinya Sih
  • Pemerintah pusat hadapi potensi bencana hidrometeorologi di Sulawesi Selatan.
  • BNPB mencatat tingginya angka kejadian bencana, terutama cuaca ekstrem, banjir, dan tanah longsor.
  • Sulawesi Selatan diprediksi akan mengalami musim hujan panjang hingga Juni 2025.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?
Share Article

Makassar, IDN Times - Pemerintah pusat bergerak menghadapi potensi bencana hidrometeorologi di Sulawesi Selatan. Mereka pun membahas langkah mitigasi dalam Rapat Koordinasi (Rakor) Penanganan Bencana di Kantor Gubernur Sulawesi Selatan, Kamis (2/1/2025).

Rakor tersebut dipimpin Menko PMK Pratikno bersama Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto dan Kepala BMKG Dwikorita Karnawati. Rapat juga dihadiri Pj Gubernur Sulawesi Selatan serta kepala daerah maupun perwakilan dari 24 kabupaten dan kota se-Sulawesi Selatan.

Langkah mitigasi ini diambil menyusul data BNPB yang mencatat tingginya angka kejadian bencana di provinsi ini dalam tiga tahun terakhir, terutama cuaca ekstrem, banjir, dan tanah longsor. Pada akhir 2024, sebanyak 16 kabupaten/kota terdampak, dengan 283.155 jiwa terkena dampaknya.

1. Kondisi bencana di Sulawesi Selatan

Banjir yang melanda Blok 8 dan 10 Perumnas Antang, Kelurahan Manggala, Kecamatan Manggala, Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel) Minggu (22/12/24). IDN Times/Darsil Yahya
Banjir yang melanda Blok 8 dan 10 Perumnas Antang, Kelurahan Manggala, Kecamatan Manggala, Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel) Minggu (22/12/24). IDN Times/Darsil Yahya

Dalam tiga tahun terakhir, jumlah kejadian bencana di provinsi ini mencapai 534 kejadian, dengan 2023 sebagai puncak tertinggi (269 kejadian). Jenis bencana yang paling sering terjadi adalah cuaca ekstrem (45,51 persen), diikuti banjir (33,71 persen), dan tanah longsor (10,67 persen).

Pada akhir 2024, bencana banjir dan tanah longsor melanda 16 kabupaten/kota, mengakibatkan 283.155 jiwa terdampak, serta kerusakan pada ribuan rumah, infrastruktur, dan lahan pertanian.

2. Serahkan bantuan senilai Rp15 miliar untuk Sulsel

Kondisi banjir di Kelurahan Cabenge, Kecamatan Lilirilau, Kabupaten Soppeng, Senin (23/12/2024). (Dok. Humas Pemprov Sulsel)
Kondisi banjir di Kelurahan Cabenge, Kecamatan Lilirilau, Kabupaten Soppeng, Senin (23/12/2024). (Dok. Humas Pemprov Sulsel)

Menurut Kepala BNPB, Letjen TNI Suharyanto, bencana di Sulawesi Selatan kerap terjadi akibat intensitas curah hujan tinggi yang memicu luapan sungai, tanah longsor, dan kerusakan infrastruktur. Tanggul jebol di Wajo dan jembatan hanyut di Bone menjadi contoh kerusakan besar akhir tahun lalu.

Dengan analisa BMKG, pihaknya memprediksi potensi bencana masih tinggi. Untuk itu, BNPB memberikan bantuan senilai Rp15 miliar untuk operasional dan barang.

"Tadi BNPB memberikan bantuan hampir Rp15 miliar dalam bentuk barang dan anggaran operasional. Tetapi tentunya anggaran itu kalau nanti dampaknya bencana di Sulawesi Selatan bisa dihentikan atau dikurangi, anggaran itu saya kira cukup layak untuk memitigasi," kata Suharyanto.

3. BMKG sebut cuaca ekstrem berlanjut hingga Juni 2025

Banjir yang melanda Blok 8 dan 10 Perumnas Antang, Kelurahan Manggala, Kecamatan Manggala, Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel) Minggu (22/12/24). IDN Times/Darsil Yahya
Banjir yang melanda Blok 8 dan 10 Perumnas Antang, Kelurahan Manggala, Kecamatan Manggala, Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel) Minggu (22/12/24). IDN Times/Darsil Yahya

Kepala BMKG Dwikorita Karnawati mengungkapkan puncak musim hujan di Sulawesi Selatan lebih panjang dibandingkan wilayah lain. Sejak Desember 2024 hingga Juni 2025, cuaca ekstrem akan terjadi secara bergantian di berbagai daerah.

"Sulsel ini Desember sampai Juni, wilayah mana saja? Itu bergantian. Itu tadi petanya sudah ada," kata Dwikorita.

Dia menyebutkan bahwa Makassar, Maros, dan Soppeng menjadi prioritas pemantauan pada 2-7 Januari 2025. Dia pun meminta masyarakat untuk mencari informasi resmi terkait curah hujan, angin kencang, dan potensi bencana lainnya dari aplikasi BMKG.

"Di situ informasi cuaca hari ini sampai 6 hari ke depan setiap jam tentang curah hujan seperti apa, kecepatan dan arah angin seperti apa, kelembapan udaranya seperti apa. Ada di situ dan kita berikan peringatan dini," katanya.

Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Ashrawi Muin
EditorAshrawi Muin

Latest News Sulawesi Selatan

See More