6 Motor Milik Mahasiswi Magang Terbakar di SLB Negeri 1 Makassar

- Enam sepeda motor hangus terbakar di parkiran SLB Negeri 1 Makassar
- Kebakaran terjadi pada pukul 10.00 Wita, tanpa korban jiwa namun masih diselidiki
- Kepala sekolah pertama kali melihat asap tebal dan upaya pemadaman dilakukan
Makassar, IDN Times - Sebanyak enam unit sepeda motor hangus terbakar di parkiran Sekolah Luar Biasa (SLB) Negeri 1 Makassar di Kelurahan Bontoduri, Kecamatan Tamalate Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel), Senin (21/10/2024)
Enam sepeda motor itu milik mahasiswa yang sedang magang di SLB Negeri 1 Makassar. Adapun identitas pemilik kendaraan, masing-masing; Neza Amalia (19) mahasiswi UNM, Victoria Widya (20) mahasiswi Unibos.
Serta Agreny Sumbung (20 mahasiswi Unibos, Saidatul Nabila (21) mahasiswi UNM, Nita Zalianti, (28) mahasiswi Poltekkes dan Rahma Islamia (29) mahasiswi Poltekkes Makassar.
1. Insiden kebakaran pertama kali dilihat oleh Kepsek

Kasi Humas Polrestabes Makassar, AKP Wahiduddin mengatakan peristiwa kebakaran enam motor milik mahasiswi itu terjadi sekitar Pukul 10.00 Wita. Saksi yang pertama melihat insiden tersebut Kepsek SLB, Andi Hamjan (44).
"Kepala sekolah yang pertama melihat ada asap tebal dari luar jendela kemudian mengecek keluar halaman ternyata melihat kobaran api di halaman parkiran depan, lalu melihat beberapa motor yang terparkir sudah terbakar," ucap Wahid dalam keterangannya, Senin.
Selanjutnya, kata Wahid, pihak SLB yang melihat kejadian tersebut berupaya memadamkan api dengan menggunakan Apar dibantu oleh warga sekitar yang ikut memadamkan Api menggunakan alat seadanya.
"Pukul 09.50 Wita, 4 Unit damkar dari Pemkot Makassar tiba di TKP kemudian Pukul 10.00 wita, secara keseluruhan Api berhasil di padamkan," bebernya.
2. Kerugian belum bisa ditaksir

Wahid mengungkapkan, tak ada korban jiwa dalam insiden ini, namun untuk sementara kasus tersebut masih dalam penyelidikan unit Reskrim Polsek Tamalate.
"Kerugian materil enam 6 unit kendaraan roda dua belum bisa ditaksir," tuturnya.
Sementara, Andi Hamjan mengaku besarnya kobaran api sempat membuat guru dan siswa serta warga sekitar lokasi panik. Bahkan salah satu mahasiswi syok dan jatuh pingsan usai mengetahui motornya ikut terbakar.
"Ada empat kita keluarkan Apar. Alhamdulillah tidak mengganggu aktivitas sekolah," tandasnya.



















