Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

492 Masjid di Sulsel Disiapkan Jadi Tempat Istirahat Pemudik Lebaran 2026

492 Masjid di Sulsel Disiapkan Jadi Tempat Istirahat Pemudik Lebaran 2026
Masjid Raya Makassar. (Dok. IDN Times)
Intinya Sih
5W1H
  • Kemenag Sulsel menyiapkan 492 masjid di berbagai kabupaten dan kota sebagai tempat istirahat pemudik dalam program Masjid Ramah Pemudik selama libur Lebaran 1447 Hijriah.
  • Masjid akan dibuka 24 jam dengan fasilitas dasar seperti area ibadah, toilet bersih, tempat istirahat, hingga pengisian daya gawai; KUA dan madrasah juga disiagakan di jalur utama mudik.
  • Maros tercatat memiliki jumlah masjid terbanyak yaitu 83, disusul Barru dan Wajo; sementara penetapan resmi Idul Fitri 1447 H menunggu hasil Sidang Isbat pada 19 Maret 2026
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Makassar, IDN Times – Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sulawesi Selatan menyiapkan ratusan masjid sebagai tempat layanan bagi masyarakat yang melakukan perjalanan mudik Lebaran 2026. Program ini diberi nama Masjid Ramah Pemudik untuk membantu para musafir yang membutuhkan tempat beristirahat selama perjalanan.

Program tersebut disampaikan Kepala Kanwil Kemenag Sulsel, Ali Yafid, saat menjadi narasumber dalam Rapat Koordinasi Lintas Sektoral kesiapan pengamanan Idul Fitri dalam Operasi Ketupat 2026 yang digelar di Harper Perintis Makassar, Kamis (5/3/2026).

1. Sebanyak 492 masjid disiapkan melayani pemudik

Rapat Koordinasi Lintas Sektoral 2026 menyambut Hari Raya Idul Fitri. (Dok. Kemenag Sulsel)
Rapat Koordinasi Lintas Sektoral 2026 menyambut Hari Raya Idul Fitri. (Dok. Kemenag Sulsel)

Ali Yafid mengatakan, Kemenag Sulsel telah memetakan dan menyiapkan sedikitnya 492 masjid di berbagai kabupaten dan kota untuk mendukung layanan bagi pemudik selama masa libur Lebaran 1447 Hijriah.

“Sebagaimana kebijakan Menteri Agama, Kementerian Agama sudah mempersiapkan program layanan untuk mengantisipasi situasi seputar libur Lebaran kali ini, di antaranya dengan memaksimalkan penggunaan masjid sebagai tempat beristirahat para pemudik,” kata Ali Yafid.

Menurutnya, masjid-masjid tersebut tidak hanya menjadi tempat singgah, tetapi juga memberikan layanan dasar bagi musafir yang sedang menempuh perjalanan jauh.

2. Masjid buka 24 jam, madrasah dan KUA juga disiagakan

pantauan CCTV mudik 2026
ilustrasi mudik (unsplash.com/Fahrul Razi)

Melalui program ini, pengurus masjid diminta membuka akses masjid selama 24 jam sepanjang masa mudik dan arus balik Lebaran. Selain itu, masjid juga diminta menyediakan sejumlah fasilitas dasar bagi pemudik.

Fasilitas tersebut meliputi area ibadah yang nyaman, tempat istirahat, ketersediaan air wudhu, kebersihan toilet, serta pengamanan area parkir. Beberapa masjid juga diharapkan menyediakan layanan tambahan seperti pengisian daya gawai, air minum, makanan ringan, hingga pusat informasi perjalanan bagi pemudik.

Selain masjid, Kemenag Sulsel juga menyiagakan sejumlah fasilitas milik satuan kerja di daerah yang berada di jalur utama mudik, seperti kantor KUA dan madrasah, yang memungkinkan dimanfaatkan sebagai tempat istirahat bagi para pelintas.

“Semoga program ini dapat memberikan manfaat bagi pemudik untuk beribadah dan beristirahat sejenak dalam perjalanan hingga selamat sampai tujuan,” kata Ali Yafid.

3. Masjid di Maros terbanyak, disusul Barru dan Wajo

Sebaran jumlah masjid untuk tempat istirahat pemudik di Sulsel kelang hari raya Idul Fitri 2026. (Dok. Kemenag Sulsel)
Sebaran jumlah masjid untuk tempat istirahat pemudik di Sulsel kelang hari raya Idul Fitri 2026. (Dok. Kemenag Sulsel)

Berdasarkan data Kanwil Kemenag Sulsel, 492 masjid ramah pemudik tersebar di seluruh kabupaten dan kota. Kabupaten dengan jumlah terbanyak adalah Maros sebanyak 83 masjid, disusul Barru 45 masjid dan Wajo 42 masjid.

Sementara itu, beberapa daerah lain dengan jumlah masjid layanan pemudik cukup banyak antara lain Soppeng 40 masjid, Makassar 34 masjid, serta Bantaeng dan Enrekang masing-masing 33 masjid.

Dalam kesempatan yang sama, Ali Yafid juga menyampaikan kemungkinan adanya perbedaan waktu penetapan Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah. Berdasarkan pemantauan awal dari BMKG dan Badan Hisab Rukyat Sulsel, Idul Fitri diperkirakan berpotensi jatuh pada 20 atau 21 Maret 2026.

Namun keputusan resmi tetap menunggu hasil Sidang Isbat yang akan digelar oleh Kementerian Agama Republik Indonesia pada 19 Maret 2026 di Jakarta. Ali Yafid menilai masyarakat saat ini sudah semakin dewasa dalam menyikapi perbedaan penentuan hari raya, sehingga yang terpenting adalah menjaga ukhuwah dan persaudaraan.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Aan Pranata
EditorAan Pranata
Follow Us

Latest News Sulawesi Selatan

See More