Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
358 Jemaah Umrah Asal Sulsel Masih Berada di Arab Saudi
Ilustrasi jemaah umrah di Masjidil Haram, Makkah (IDN Times/Mela Hapsari)
  • Sebanyak 358 jemaah umrah asal Sulawesi Selatan masih berada di Arab Saudi dan menjalankan seluruh rangkaian ibadah sesuai jadwal yang telah ditetapkan sejak keberangkatan.
  • Kemenhaj Sulsel mengikuti imbauan pemerintah pusat untuk menunda keberangkatan umrah baru akibat eskalasi konflik di Timur Tengah, demi menjaga keamanan calon jemaah.
  • Persiapan penyelenggaraan haji 2026 untuk kuota Sulsel tetap berjalan lancar, mencakup kelengkapan dokumen, visa, serta kontrak akomodasi tanpa hambatan berarti sejauh ini.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Makassar, IDN Times - Sebanyak 358 jemaah umrah asal Sulawesi Selatan saat ini masih berada di Arab Saudi. Data tersebut disampaikan Kepala Kanwil Kementerian Haji dan Umrah Sulsel, Ikbal Ismail, Selasa (3/3/2026).

Ikbal menyebut ratusan jemaah tersebut masih berada di Arab Saudi untuk menunaikan ibadah umrah. Mereka menjalani seluruh rangkaian ibadah sesuai jadwal yang telah ditetapkan sejak keberangkatan.

"Jumlahnya 358 orang," kata Ikbal singkat saat dikonfirmasi IDN Times terkait jumlah jemaah yang sedang berada di Tanah Suci.

1. Jemaah belum masuk jadwal kepulangan

Ilustrasi jemaah umrah (ANTARA FOTO/Muhammad Iqbal)

Ikbal memastikan para jemaah tersebut belum memasuki jadwal kepulangan ke Indonesia. Saat ini mereka masih melaksanakan seluruh rangkaian ibadah umrah di Arab Saudi.

"Belum, masih melaksanakan rangkaian ibadah umrah," katanya.

Kanwil Kemenhaj Sulsel terus memantau perkembangan situasi di Arab Saudi. Mereka juga berkoordinasi dengan pihak terkait untuk memastikan seluruh jemaah asal Sulsel tetap aman selama menunaikan ibadah umrah.

2. Ikuti imbauan pemerintah pusat

Ilustrasi jemaah umrah (Dok. Kemenag)

Kanwil Kemenhaj Sulsel mengikuti imbauan pemerintah pusat terkait penundaan keberangkatan umrah di tengah eskalasi konflik di Timur Tengah. Menurut Ikbal, imbauan dari pusat diteruskan kepada biro perjalanan umrah di daerah agar menjadi perhatian bersama.

Kanwil Kemenhaj Sulsel merujuk pada pernyataan Wakil Menteri Haji dan Umrah, Dahnil Anzar Simanjuntak. Sebelumnya, Dahnil meminta calon jemaah menunda keberangkatan hingga situasi di Timur Tengah kembali kondusif.

"Kami imbau pada travel dan jemaah umrah, untuk menunda dulu keberangkatannya sambil menunggu kondusivitas di Timur Tengah," katanya.

3. Persiapan haji 2026 tetap berjalan

Ilustrasi jemaah umrah (Dok. Kemenag)

Di sisi lain, Ikbal memastikan eskalasi konflik di kawasan Timur Tengah belum memengaruhi persiapan penyelenggaraan haji 2026 untuk kuota Sulsel. Tahapan yang berjalan saat ini masih pada kelengkapan administrasi dan dokumen.

"Karena proses persiapan haji kan baru dokumen ya. Persiapan hotel sudah. Sementara ini persiapan visa. Sampai saat ini alhamdulillah belum ada pengaruh untuk persiapan haji," katanya.

Terkait koordinasi dengan pemerintah Arab Saudi, Ikbal menyebut hal itu menjadi kewenangan pemerintah pusat. Informasi yang diterima menunjukkan proses persiapan, termasuk kontrak akomodasi dan konsumsi, berjalan lancar.

Editorial Team