17 Orang Korban Terdampak Gempa Sulbar Mengungsi ke Gowa

Makassar, IDN Times - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gowa, melalui Dinas Sosial, menerima tiga keluarga korban gempa bumi asal Mamuju, Sulawesi Barat. Mereka tiba di Gowa pada Senin (18/1/2021) sore.
Sofyan, selaku Kepala Seksi Jaminan Sosial Dinsos Gowa, mengatakan bahwa langkah ini merupakan bentuk kepedulian dan pelayanan Pemkab Gowa kepada korban gempa Sulbar yang mengungsi ke Sulawesi Selatan. Sebelumnya, Dinsos Pemkab Gowa telah melakukan penggalangan donasi bersama Taruna Siaga Bencana (Tagana).
1. Dinsos Gowa menjemput korban gempa di Kantor Dinsos Sulawesi Selatan

Sebanyak tiga keluarga ini lebih dulu singgah di Kantor Dinas Sosial Provinsi Sulawesi Selatan. Turut hadir dalam penjemputan ini adalah Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Sosial Provinsi Sulawesi Selatan, Gemala Faoza, beserta jajarannya.
"Tiga Kepala Keluarga (KK) ini sebanyak 16 orang yang terdiri dari 7 orang anak-anak dan 9 orang dewasa. Mereka berasal dari Kelurahan Sinyonyoi Selatan, Kecamatan Kalukku Kabupaten Mamuju," lanjut Sofyan.
2. Sebanyak 3 KK yang terdiri dari 17 orang saat ini berada di Kecamatan Pallangga

Nama-nama para pengungsi asal Mamuju tersebut antara lain Harba (31), Rusmia (29), Fahri (10), Fani (2), Busriadi (27), Nilansari (22), Sajida (40), Nurulwahida (18), Akmal (17), Nurfadila (10), Hikmal (4), Sadiah (60), Irman (27), Mawanni (14), Sarmila (18) dan Saira Atiaka (10).
"Di Kabupaten Gowa, mereka akan tinggal untuk sementara waktu di rumah sanak saudara salah seorang pengungsi di BTN Nusa Indah Desa Bontoala, Kecamatan Pallangga," pungkas Sofyan.
3. Pengungsi sangat mengapresiasi penjemputan yang dilakukan oleh Dinsos Gowa

Busriadi, salah seorang pengungsi yang datang, mengapresiasi inisiatif penjemputan oleh Dinsos Gowa. Ia pun sangat berterima kasih kepada Pemkab Gowa memfasilitasi kedatangan dirinya dan 16 orang lain.
"Alhamdulillah kami sangat bersyukur karena biaya untuk sampai ke Gowa ini tidak ada. Dengan adanya jemputan ini, Ini tentu sangat membantu kami yang terkena musibah di Sulawesi Barat," ucap Bursiadi.



















