12 Dosen dan 25 Pegawai Unhas Sembuh dari COVID-19

Makassar, IDN Times - Sebanyak 12 dosen termasuk pejabat lingkup Universitas Hasanuddin di Makassar, Sulawesi Selatan, dinyatakan sembuh dari COVID-19. Direktur Komunikasi Unhas Suharman Hamzah mengatakan, pihaknya telah menerima laporan hasil swab lanjutan para pejabat dan dosen tersebut dari rumah sakit.
Suharman mengatakan, 12 dosen itu sudah melalui dua kali tes swab lanjutan sejak dinyatakan positif. Hasilnya negatif.
"Negatif dua hingga tiga kali berturut-turut, sehingga dapat dinyatakan telah sembuh dari COVID-19," kata Suharman dalam ketarangan tertulis yang diterima jurnalis, Senin (27/7/2020).
1. Para dosen yang sembuh memilih beraktivitas dari rumah

Para dosen diketahui dari pemeriksaan mandiri maupun serangkaian tes massal yang digelar Tim Satuan Tugas COVID-19. Pemeriksaan kesehatan sebagai upaya Unhas memutus mata rantai penyebaran virus corona di kampus.
Suharman mengungkapkan, beberapa di antara tenaga pendidik Unhas yang terpapar COVID-19 merupakan guru besar. Tiga orang dari mereka adalah dekan, masing-masing, Dekan Fakultas Kedokteran Prof Budu, Dekan Fakultas Kedokteran Gigi drg Muhammad Ruslin, dan Dekan Fakultas Hukum Prof Farida Patittingi.
"Meskipun mereka telah dapat beraktivitas, namun mereka masih memutuskan untuk beristirahat, sambil melakukan aktivitas dari rumah," ucap Suharman.
2. Sebanyak 25 pegawai Unhas juga dinyatakan sembuh

Suharman menjelaskan, para doen dan pejabat Unhas yang sebelumnya positif diduga terpapar dari lingkungan kerja. Sebagian dari mereka aktif di bidang medis, sehingga di masa pandemik berisiko akibat berinteraksi langsung dengan pasien.
"Jadi, kesadaran bahwa mereka bekerja pada lingkungan yang mempunyai resiko tinggi terpapar sehingga secara rutin memeriksakan diri. Selain itu, untuk mencegah penyebaran terhadap keluarga dan kolega di masyarakat dan khususnya di kampus," ucap Suharman.
Selain dosen dan pejabat, Suharman juga menyebut 25 pegawai Unhas yang sebelumnya dinyatakan positif, kini sudah sembuh.
"Sisanya masih akan di-swab lanjut. Semuanya dalam keadaan tanpa gejala dan melakukan isolasi mandiri," Suharman melanjutkan.idnti
3. Cara Unhas putus mata rantai penyebaran COVID-19 di lingkungan kampus

Unhas gencar melakukan serangkaian pemeriksaan untuk mengantisipasi meluasnya penyebaran virus dalam lingkup kampus. Spesimen diperiksa di Laboratorium Rumah Sakit Perguruan Tinggi Negeri (RSPTN) Unhas dan di RS Wahidin Sudirohusodo, serta bekerja sama dengan Rumah Sakit Umum Daerah Daya dan Balai Besar Laboratorium Kesehatan (BBLK) Kota Makassar.
Suharman mengatakan, berhasilnya sivitas akademika Unhas sembuh dari COVID-19 jadi tanda bahwa langkah menapis dan deteksi dini sudah tepat untuk memutus mata rantai penularan.
"Dengan memisahkan orang-orang yang terpapar, kita telah mengambil langkah strategis untuk memutus rantai penularan. Kita berharap agar angka konfirmasi COVID-19 di Sulawesi Selatan khususnya Kota Makassar dapat segera melandai," kata Suharman.



















