Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

5 Puisi Bermakna Saling Memaafkan untuk Hari Raya Idulfitri

Kota Makassar
5 Puisi Bermakna Saling Memaafkan untuk Hari Raya Idulfitri
Ilustrasi keluarga (freepik.com/rawpixel.com)
Share Article

Puisi adalah media untuk mengungkapkan perasaan atau menyampaikan aspirasi. Dari sisi penulis akan menyampaikan apa yang ingin diungkapkan atau disampaikan secara seringkas mungkin, namun tersirat makna yang mendalam. Banyak makna tersirat yang terkandung dalam puisi karena puisi sebagai perwujudan dari apa yang dilihat dan dirasakan.

Puisi dapat menjadi media perenungan diri dalam menyambut hari raya Idulfitri. Perenungan akan semua kekhilafan diri yang telah dilakukan baik secara sengaja maupun tidak. Hari raya Idul Fitri sebagai momentum untuk kembali suci, membersihkan diri dari segala kekhilafan yang telah diperbuat selama ini. Karena perayaan hari raya Idul fitri selalu identik dengan saling memaafkan dan mohon pengampunan dosa kepada Allah SWT.

Berikut 5 puisi singkat yang menyentuh hati tentang saling memaafkan yang cocok sebagai bahan perenungan diri hingga ucapan selamat hari raya Idulfitri.

  1. 1. Permintaan maaf menggema

    Ilustrasi mencium tangan (freepik.com/rawpixel.com)
    Ilustrasi mencium tangan (freepik.com/rawpixel.com)

    Bergema suara takbir
    bertakbir jua permintaan maaf
    maaf itu menggema
    saling menyampaikan
    saling disampaikan

    Inilah guna ada agama
    sebagai tujuan
    merupa doa dan puja
    juga merupa maaf dan ampunan

    puncak yang sepi
    kini akan tersalami
    kembalilah suci
    jangan lagi membebani diri dengan dosa memutus silaturahmi.

    Selamat merayakan hari raya Idul Fitri.

    Puisi ini tersirat makna manusia sebagai mahkluk ciptaan Allah yang paling sempurna di antara ciptaan lainnya tidak tidak lepas dari dosa. Dosa yang diperbuat baik sengaja maupun tidak tidak sengaja. Dosa adalah maut yang membebani diri bahkan memutus tali silahturahmi. Dan ini dibenci Allah SWT.

    Perayaan hari lebaran atau Idulfitri menjadi momentum untuk saling memaafkan dan kembali menyambung silaturahmi yang sempat terputus. 

  2. 2. Maaf di antara ruang dan waktu

    Ilustrasi jam (IDN TIMES/Aisyah D.)
    Ilustrasi jam (IDN TIMES/Aisyah D.)

    Kata-kata saling menyambut
    di antara ruang dan waktu
    tibalah saatnya meminta maaf

    yang lalu bersombong diri
    yang lalu saling memaki
    yang lalu berebut harta tahta
    kini bermaafanlah
    sudahi keributan.

    mari kembali ke fitri
    bebaskan dosa dan kembali suci
    semoga Allah berkahi

    Puisi ini menyampaikan pesan bahwa manusia kadang menjadi sombong akan kehebatan yang dimilikinya padahal semua itu berasal dari Allah, kadang manusia tidak lepas dari emosi sesaat hingga memaki sesama sehingga tidak tercipta kedamaian dan ini hal yang dibenci Allah. Bahkan manusia pun tamak akan harta dan kekuasaan.

    Perayaan hari kemenangan bagi setiap umat muslim yang beriman wajib menjalankan ibadah puasa untuk memperoleh keberkahan dan pengampunan dosa.

  3. 3. Maaf

    ilustrasi berdoa saat malam Nisfu Sya'ban (freepik.com/jcomp)
    ilustrasi berdoa saat malam Nisfu Sya'ban (freepik.com/jcomp)

    Maaf merupa rindu pada api yang menyala
    apakah manusia benar-benar tak ada yang juara
    sebab dosa sudah menghalangi langkah
    malu.

    Benarkah malu menghalangi semua
    sesulit itukah menyadari diri dalam rasa bersalah
    sesulit itukah memulai permintaa maaf
    sampai kapan dosa mengembara
    silaturahmi menjadi perperangan tanpa perdamaian.

    Ya Allah
    ampunilah dosa-dosa hamba
    jika itu ternyata ada pada diriku.

    Maaf.
    Mohon Maaf Lahir Batin.

    Puisi ini menyiratkan makna dari kata maaf adalah satu kata yang sederhana namun terkadang sulit untuk diucapkan. Ego manusia yang mendominasi diri menjadikan sulit untuk mengatakan maaf. 

    Mengucapkan kata maaf bukan berarti kita menjadi pihak yang kalah, namun menunjukkan derajat keimanan kita lebih tinggi daripada ego.

  4. 4. Keikhlasan diri

    ilustrasi berdoa (pexels.com/Thirdman)
    ilustrasi berdoa (pexels.com/Thirdman)

    Manusia tak luput dari dosa
    sudah benar, pribahasa itu membisik pada telinga dan pikiran manusia
    namun pernahkan manusia berpikir, menyudahi perkara dosa itu.

    Dalam doa, manusia ingin bersih jiwanya
    namun mereka lupa mengikhlaskan diri
    menyudahi semua yang dibenci dalam pikirannya
    termasuk pertengkaran dengan tetangga

    Manusia antar manusia sudah seharusnya
    mengikhlaskan diri
    meminta maaf
    meski ego terkadang membatasi
    meski ego kerap tak menyadari
    salah apa yang telah diperbuat

    semoga
    usai mengikhlaskan diri dengan maaf
    sebagai manusia, bisa kembali bersih jiwanya.

    Puisi ini memberi pesan sehebat-hebatnya manusia, tetaplah manusia yang lemah di hadapan Allah. Manusia adalah lemah di hadapan Allah karena memang Allah menciptakan manusia dalam kondisi yang sangat lemah, artinya selama masih berada di dunia akan selalu tergantung kepada sesama dan Allah.

    Keikhlasan diri menjadi kunci untuk menyempurnakan. Bagi Allah SWT sangatlah mudah mencabut nyawa kita kapan dan di mana saja. Karenanya, kita harus selalu bersiap diri menyambut maut dengan iman dan keikhlasan diri.

  5. 5. Tentang maaf di hari kemenangan

    Ilustrasi kumpul keluarga (IDN TIMES/Delweys Octoria)
    Ilustrasi kumpul keluarga (IDN TIMES/Delweys Octoria)

    Permintaan maaf bak rumput terlahap mata api
    terbakar ia dalam membersihkan rasa bersalah
    merelakan demi langkah baru dalam kebersamaan
    silaturahmi perlu untuk dijaga.

    Itulah kenapa di hari lebaran, maaf bertebaran
    langkah kaki terasa ringan
    melangkah ke kanan dan kiri
    bahkan melaju kencang di tempat-tempat kejauhan.

    Itulah kenapa di hari lebaran, maaf bertebaran
    para perantau pun rela tinggalkan pekerjaan
    demi mendapatkan maaf di kampung halaman.

    Puisi ini menyiratkan makna saling memaafkan akan mempermudah langkah kita di dunia. Memaafkan menunjukkan bahwa orang tersebut adalah lemah dan tidak memiliki kekuatan, akan tetapi Nabi SAW mengatakan bahwa barang siapa yang memaafkan maka Allah akan tambah kemuliaannya.

    Mengucapkan kata maaf memang sulit, namun dengan saling memaafkan maka akan menyempurnakan perayaan di hari kemenangan. Dengan kembali suci, maka langkah kita dalam menjalani hidup terasa lebih ringan.

    Itulah 5 puisi bermakna saling memaafkan yang cocok sebagai bahan perenungan diri hingga ucapan selamat hari raya Idulfitri. Lima puisi yang menyiratkan makna dan ungkapan perasaan dalam menyambut hari kemenangan.

    Selamat merayakan hari raya Idul Fitri! 

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More