PSM Terkejut Dapat Sanksi Gara-Gara Insiden 12 Pemain

- PSM Makassar merespons sanksi terkait insiden 12 pemain di menit akhir pertandingan kontra Barito Putera.
- Wasit cadangan mengakui kelalaian dan terburu-buru dalam sidang Komdis PSSI, menyebabkan peristiwa 12 pemain.
- Komdis PSSI menyatakan bahwa PSM melanggar aturan pergantian pemain, mengakibatkan pengurangan poin dan denda Rp90 juta.
Makassar, IDN Times - PSM Makassar merespons sanksi yang dijatuhkan atas insiden 12 pemain di menit akhir duel BRI Liga 1 2024/25 kontra Barito Putera, 22 Desember silam. Mereka heran dengan hukuman tersebut lantaran wasit mengaku melakukan kesalahan dalam sidang Komite Disiplin (Komdis) PSSI yang berlangsung Sabtu (28/12/2024) lalu.
"Tidak ada satu pun keterangan atau bukti yang menyatakan bahwa kelalaian tersebut ada di PSM Makassar," ungkap Manajer PSM yakni Muhammad Nur Fajrin, dalam konferensi pers berlangsung secara daring pada Senin (30/12/2024) sore.
"Wasit cadangan dalam sidang tersebut mengakui kelalaian dan terburu-buru sehingga terjadi peristiwa 12 pemain. Ia sudah mencoba mengingatkan wasit di lapangan setelah menerima komplain dari ofisial Barito, tapi peluit panjang langsung dibunyikan," imbuhnya.
1. Dalam sidang Komdis PSSI pada Sabtu (28/12/2024) lalu, wasit cadangan mengakui kelalaian yang sebabkan insiden ini

Pihak PSM Makassar berkesimpulan bahwa insiden memang murni kesalahan wasit saat proses pergantian pemain. Proses yang berlangsung pada menit ke-90+7 ternyata tidak diawasi dengan baik, padahal mereka sudah menaati prosedur yang ditetapkan. Kubu Juku Eja pun ikut mengingatkan soal keberadaan 12 pemainnya di atas lapangan.
"Setelah kami mengecek jumlah dan terdapat kelebihan 12 pemain, kami juga ikut berteriak dan menyampaikan protes kepada wasit untuk menghentikan sementara pertandingan agar pemain yang diganti bisa keluar," jelas Fajrin.
"Wasit di lapangan sendiri menyatakan ini adalah miskomunikasi antara dirinya dengan wasit cadangan karena dia melanjutkan pertandingan berdasarkan informasi yang ia terima. Ini agar Barito bisa melakukan sepak pojok," imbuhnya.
2. Meski tidak ada pernyataan yang memberatkan selama persidangan, PSM tetap dijatuhi sanksi oleh Komdis PSSI

Berdasarkan keterangan di sidang Komdis PSSI, PSM yakin bahwa wasit jadi penyebab utama insiden ini. Terlebih wewenang korps pengadil sudah dimulai sejak menerima form pergantian pemain dan mulai mengatur prosesnya.
Namun, berlawanan dengan kesimpulan, mereka terkejut saat tahu bahwa Komdis PSSI menyatakan bahwa PSM bersalah dalam surat yang dikirim pada Minggu (29/12/2024) malam. Kubu Pasukan Ramang pun memastikan bahwa langkah banding akan ditempuh.
"Kami mempertanyakan keputusan ini. Di mana bukti-bukti yang menegaskan pelanggaran yang kami lakukan? Ini sangat mengagetkan," tutur Fajrin.
Rasa terkejut PSM sempat menjadi-jadi saat tahu bahwa nilai mereka dikurangi 6 poin di klasemen sementara. Beruntung hal tersebut merupakan kesalahan dan direvisi menjadi 3 poin.
3. Pasukan Ramang kini berada di peringkat 11 klasemen sementara, membuat perjuangan ke papan atas semakin berat

Komdis PSSI menyatakan bahwa PSM Makassar melanggar Pasal 56 ayat 1 poin (vi) tentang "melebihi ketentuan pergantian pemain." Selain pengurangan tiga poin, anak asuh Bernardo Tavares dinyatakan kalah 0-3 dari Barito Putera dan didenda Rp90 juta.
Keputusan ini diketahui publik melalui pembaruan terbaru klasemen di situs resmi PT Liga Indonesia Baru (LIB) pada Senin (30/12/2024) pagi. Ini membuat posisi PSM Makassar di klasemen sementara turun ke peringkat 11 dengan koleksi 24 poin. Tentu saja ini membuat upaya mereka merangsek ke papan atas semakin berat.


















