Nyaris Menang di Markas Bali United, Pelatih PSM Tidak Kecewa

- Pelatih PSM Makassar, Bernardo Tavares, puas dengan hasil imbang 1-1 melawan Bali United dalam pekan ke-13 BRI Liga 1 2024/25.
- PSM berlaga tanpa banyak pemain utama namun memberi perlawanan sengit, dengan pemain muda turun sebagai pengganti yang menyumbang satu asis.
- Tavares yakin anak asuhnya pantas menang dan kritik proses pengecekan VAR yang terlalu lama mengganggu ritme pertandingan.
Makassar, IDN Times - Pelatih kepala PSM Makassar, Bernardo Tavares, tetap puas dengan hasil imbang 1-1 melawan Bali United pada Sabtu malam (7/12/2024). Dalam duel pekan ke-13 BRI Liga 1 2024/25 tersebut, anak asuhnya harus gigit jari karena kebobolan di pengujung waktu normal.
"Saya pikir ini adalah pertandingan yang luar biasa, banyak peluang diciptakan oleh kedua tim. Di babak pertama Bali United bermain lebih baik, tapi kami bisa memberi perlawanan setelah turun minum," ungkapnya selepas pertandingan yang berlangsung di Stadion Kapten I Wayan Dipta Gianyar tersebut rampung.
1. Babak kedua jadi kesempatan sejumlah pemain muda PSM unjuk gigi, salah satunya Mufli Hidayat (kanan)

PSM sendiri berlaga tanpa banyak pemain utama. Meski begitu, mereka masih memberi perlawanan sengit. Di babak kedua bahkan menjadi ajang unjuk gigi para pemain muda yang turun sebagai pemain pengganti. Sebut saja Ananda Raehan Alief, Arham Darmawan, Abdul Rahman dan Mufli Hidayat yang menyumbang satu asis.
Adilson da Silva menjadi satu-satunya kelemahan di laga tersebut. Masuk mengganti Rizky Eka Pratama pada menit ke-60, striker asal Portugal itu berkali-kali gagal mengonversi peluang emas di depan gawang Bali United. Alhasil ia ditarik keluar pada masa injury time.
2. Turun tanpa beberapa pemain andalan, Tavares mengatakan anak asuhnya layak menang

Kendati tetap puas dengan raihan satu poin, Tavares tetap yakin anak asuhnya pantas menang. Tak cuma lantaran etos kerja keras, tapi juga melihat agresivitas Yuran Fernandes dan kawan-kawan ketika menyerang.
"Di laga ini kami melawan tim yang bagus dengan pemain-pemain berpengalaman. Jika tidak terjadi banyak perubahan di susunan tim, saya pikir kami bisa membuat sejarah (menang di Gianyar untuk kali pertama)," ujar sosok 44 tahun tersebut.
"Kami mendapat satu poin, harusnya merasa senang. Tapi dari kerja keras dan sikap yang mereka perlihatkan di lapangan, saya pikir kami layak mendapat tiga poin," imbuh Tavares.
3. Tavares mengkritik durasi pengecekan VAR oleh wasit sebab menggangu ritme pertandingan

Satu-satunya kritik eks pelatih IFK Helsinki tersebut adalah durasi proses pengecekan VAR. Wasit Asep Yandis cukup lama berdiskusi untuk pemeriksaan VAR sehingga ritme pertandingan justru terganggu.
"Ada beberapa situasi di mana wasit harusnya mengecek lebih cepat. Saya paham ini pertama kalinya VAR digunakan di Indonesia, dan kami percaya pada VAR. Tapi saya harap mereka bisa memerika momen-momen tersebut lebih cepat," tutur Tavares.
Satu poin di markas Serdadu Tridatu membuat PSM naik ke posisi 4 dengan perolehan 22 poin. Selanjutnya mereka akan menjamu PSS Sleman di Stadion Batakan Balikpapan pada Jumat mendatang (13/12/2024).
















