Jejak Kebengalan Achmad Hisyam Tolle, Pernah Intimidasi Jurnalis

Makassar, IDN Times - Nama Achmad Hisyam Tolle kembali menghiasi pemberitaan. Bukan kabar baik dari ranah sepak bola yang selama ini ia tekuni dan tempatnya meniti karier, melainkan kasus di luar lapangan hijau.
Jebolan tim junior PSM Makassar tersebut kini tersandung kasus kriminal. Ia ditangkap oleh polisi pada Sabtu kemarin (6/5/2023) usai menikam seorang satpam sebuah rumah bernyanyi di Kota Makassar.
Ini menambah sederet kasus Hisyam Tolle yang sudah berstatus tanpa klub sejak 2019 tersebut. Tapi kali ini tak main-main sebab perbuatannya sudah melanggar hukum dan membuatnya berurusan dengan pihak berwajib.
Bek tengah kelahiran Makassar, 7 Januari 1994 tersebut memang punya reputasi bengal, kerap tidak disiplin dan temperamental. Berikut IDN Times menyusun insiden tak terpuji yang melibatkan dirinya selama masih aktif bermain.
1. Sempat terlibat keributan dengan sesama pemain pada tahun 2014

Agustus 2014 : Terlibat perkelahian dengan sesama rekan setim
Pada musim 2014, Hisyam Tolle memperkuat tim U-21 Persebaya ISL yang kini menjadi Bhayangkara FC. Pada sebuah sesi game internal di awal Agustus 2014, ia terlibat adu jotos dengan rekan setimnya waktu itu yakni Alfin Tuasalamony dan Manahati Lestusen.
Pertikaian pun tak terhindarkan, dan memaksa pelatih kepala Rahmad Darmawan untuk menghentikan game internal sebelum situasi jadi tak terkendali. Ia hanya semusim berseragam Persebaya ISL, dan tampil di dua pertandingan.
Oktober 2016 : Adu fisik dengan penggawa Borneo FC
Tahun 2016, Hisyam Tolle pulang kampung untuk membela PSM Makassar di ajang Indonesia Soccer Championship (ISC). Tapi, ia kembali melakukan tindakan tak terpuji. Hisyam Tolle berlibat perkelahan melawan pemain Borneo FC, Gerald Pangkali, dalam partai tandang ke Stadion Segiri Samarinda, 21 Oktober 2016.
Hisyam Tolle kemudian dihukum larangan bermain tiga pertandingan. Bersama Juku Eja saat itu, ia cuma tampil sebanyak 6 kali.
2. Dicoret dari tim PSS Sleman pada tengah musim 2018 dengan pertimbangan aspek psikis

Juni 2017 : Acap bersikap indisipliner, berujung dicoret
Juni 2017, Hisyam Tolle mundur dari Persiba Balikpapan. Padahal, ia baru memperkuat klub berjuluk Beruang Madu tersebut selama tiga bulan. Usut punya usut, ternyata manajemen sudah gerah dengan tindakan indisipliner yang dilakukannya berkali-kali.
Manajemen enggan merinci pelanggaran apa saja perbuatannya. Tapi, mereka mengonfirmasi bahwa si pemain sempat dihukum sanksi skorsing dari sesi latihan. Bersama Persiba, yang saat itu tampil di Liga 1, Hisyam Tolle cuma bermain tiga kali.
Agustus 2018 : Didepak lagi karena masalah di luar lapangan
Tahun 2018, Hisyam Tolle bergabung dengan PSS Sleman. Di bawah asuhan Seto Nurdiantoro, ia seolah kembali menemukan performa terbaiknya. Tampil apik di sektor belakanng, ia catatkan 10 penampilan dan mencetak dua gol.
Namun, kabar mengejutkan datang pada tengah musim. Hisyam Tolle didepak oleh manajemen Super Elja. Seto menyebut bahwa keputusan ini berdasarkan aspek psikis dan emosional, serta masalah di luar lapangan yang enggan ia jelaskan secara rinci.
3. Akhirnya disanksi larangan bermain bola selama lima tahun pada Oktober 2019

Oktober 2018 : Lakukan tekel keras terhadap pemain PSM Makassar
Didepak oleh PSS, Hisyam Tolle direkrut oleh Borneo FC pada bursa transfer tengah musim Liga 1 2018. Ia sempat berseragam oranye Pesut Etam di pentas Liga Super Indonesia tahun 2015, dengan status pinjaman dari Persebaya ISL U-21.
Hisyam Tolle saat itu tampil 11 kali di sepanjang putaran kedua. Tapi, ia kembali berkasus karena melakukan tekel keras pada pemain PSM yakni Guy Junior saat saling jajal di laga pekan ke-26. Tak ayal, Hisyam Tolle menyulut amarah suporter Wiljan Pluim dkk.
Oktober 2019 : Meluapkan amarah pada pemain lawan dan jurnalis
Puncaknya terjadi pada Liga 2 2019. Pada laga penutup Wilayah Timur antara PSIM Yogyakarta versus Persis Solo di Stadion Mandala Krida, Hisyam Tolle --yang saat itu memperkuat PSIM-- menendang penggawa Persis M. Sulthon secara brutal. Tak cuma itu, ia bahkan mengintimidasi jurnalis foto yang memotret aksi tak terpujinya.
Komdis PSSI tak tinggal diam dengan aksi si bengal. Pada Oktober 2019, Hisyam Tolle dihukum tak boleh beraktivitas sepak bola di lingkungan PSSI selama lima tahun. Artinya, ia baru bisa kembali terjun dalam kompetisi resmi di usia 30 tahun.
Sejak 2019, Hisyam Tolle lebih banyak berkecimpung di skena tarkam karena hukuman tersebut. Tapi, di tahun akhir sanksinya, ia malah terlibat perkara kriminal.


















