Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Panen Kartu Kuning, PSM Makassar Terancam Denda Komdis Rp150 Juta

Kebutuhan IDN Times (1).jpg
Salah satu momen laga pekan ke-17 BRI Super League 2025/2026 antara PSM Makassar versus Bali United yang berlangsung di Stadion B.J. Habibie Parepare pada 9 Januari 2026. (Twitter.com/PSM_Makassar)
Intinya sih...
  • PSM Makassar terancam sanksi berat dari Komdis PSSI karena kedisiplinan buruk, dengan total 15 kartu kuning dalam tiga pertandingan terakhir.
  • Ancaman denda sebesar Rp150 juta mengancam PSM akibat banyaknya kartu kuning, yang menjadi beban tambahan bagi finansial klub.
  • Kedisiplinan dalam bermain harus segera dibenahi agar agresivitas di lapangan tidak merugikan klub, dan absennya pemain pilar akibat akumulasi kartu menjadi kerugian teknis.
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Makassar, IDN Times - Tak cuma dirundung tren performa yang menukik di pengujung putaran pertama BRI Super League 2025/2026, PSM Makassar juga berhadapan dengan ancaman sanksi berat dari Komite Disiplin (Komdis) PSSI. Ini tak lepas dari permainan agresif yang dilakukan oleh Yuran Fernandes dan kawan-kawan.

Dalam tiga pertandingan terakhir, PSM mencatatkan rekor buruk dalam hal kedisiplinan dengan mengoleksi total 15 kartu kuning. Berdasarkan regulasi disiplin PSSI, sebuah klub akan dijatuhi denda sebesar Rp50 juta jika dalam satu pertandingan kompetisi BRI Super League 2025/2026 terdapat lima pemain atau lebih yang menerima kartu kuning.

1. Total 15 kartu kuning dan 2 kartu merah didapatkan PSM dalam 3 laga terakhir

antarafoto-bali-united-kalahkan-psm-makassar-1768029245.jpg
Wasit memberikan kartu merah kepada pesepak bola PSM Makassar Syahrul Lasinari (kiri) saat bertanding melawan Bali United pada laga BRI Super League di Stadion BJ Habibie, Parepare, Sulawesi Selatan, Jumat (9/1/2026). ANTARA FOTO/Hasrul Said/tom.

Catatan negatif ini dimulai saat PSM menghadapi Malut United dan Persib Bandung, di mana masing-masing laga diwarnai dengan sedikitnya lima kartu kuning bagi penggawa Juku Eja. Puncaknya terjadi pada laga pekan ke-17 melawan Bali United di Stadion B.J. Habibie Parepare, Jumat (9/1/2026) malam lalu. Dalam laga yang berlangsung dengan tensi tinggi tersebut, wasit mengeluarkan 5 kartu kuning dan 2 kartu merah untuk pemain PSM.

Dengan rincian tersebut, PSM secara akumulatif terancam denda total sebesar Rp150 juta (3 laga x Rp50 juta). Nilai tersebut tentu menjadi beban tambahan bagi finansial klub, terlebih sanksi ini muncul di saat manajemen sedang berjuang menyelesaikan berbagai persoalan administratif yang berujung pada dua sanksi FIFA.

2. Pelatih PSM membela agresivitas anak asuhnya

Pemain Bali United (putih) dihadang pemain PSM Makassar.
Pemain Bali United (putih) dihadang pemain PSM Makassar. (Instagram.com/baliunitedfc)

Pelatih kepala Tomas Trucha, setelah laga melawan Bali United, sempat membela anak asuhnya dengan menyatakan bahwa banyaknya kartu bukan disebabkan oleh kurangnya disiplin, melainkan bentuk agresivitas pemain untuk memenangkan laga. Tapi, secara regulasi, argumen tersebut tidak akan menggugurkan sanksi denda yang sudah diatur dalam kode disiplin liga.

"Kalian bisa lihat kita berusaha memenangkan pertandingan ini dengan segala kondisi yang ada. Mungkin kita lebih agresif daripada yang seharusnya. Dan itulah yang terjadi. Kartu merah pertama yang diberikan kepada Syahrul Lasinari saya pikir terlalu cepat. Saya pikir ini cara wasit untuk mengendalikan jalannya pertandingan," tutur pelatih asal Republik Ceko itu dalam sesi jumpa pers selepas laga berakhir.

3. Materi skuat berkurang di partai pembuka putaran kedua

Kebutuhan IDN Times.jpg
Salah satu momen laga pekan ke-17 BRI Super League 2025/2026 antara PSM Makassar versus Bali United yang berlangsung di Stadion B.J. Habibie Parepare pada 9 Januari 2026. (Twitter.com/PSM_Makassar)

Kerugian yang dialami PSM bersifat ganda. Tak cuma denda finansial yang membengkak, banyaknya kartu mengakibatkan kerugian teknis yakni absennya sejumlah pemain pilar akibat akumulasi kartu di laga pembuka putaran kedua kompetisi mendatang melawan Persijap Jepara.

Tak pelak, hal ini diprediksi akan menyulitkan langkah Tomas Trucha dalam meramu strategi untuk memutus tren negatif tim. Ancaman denda dari Komdis PSSI ini menjadi alarm keras bagi seluruh elemen tim. Kedisiplinan dalam bermain harus segera dibenahi agar agresivitas di lapangan tidak merugikan klub.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Aan Pranata
EditorAan Pranata
Follow Us

Latest Sport Sulawesi Selatan

See More

Statistik PSM di Putaran Pertama: Alex Tanque Tajam, Hilmansyah Heroik

13 Jan 2026, 12:08 WIBSport