Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

FIFA Cabut Sanksi Oktober PSM Makassar, Tersisa Satu Kasus Sengketa

PSM Makassar versus Malut United di musim 2025/2026.
Pesepak bola PSM Makassar Savio Roberto (kedua kiri) berebut bola dengan pesepak bola Malut United Tri Setiawan (kedua kanan) pada pertandingan BRI Super League 2025/2026 di Stadion BJ Habibie, Parepare, Sulawesi Selatan, Minggu (21/12/2025). ANTARA FOTO/Hasrul Said/bar

Makassar, IDN Times - Perkembangan positif datang dari PSM Makassar. Berdasarkan pantauan IDN Times di situs resmi FIFA pada Kamis (15/1/2026) kemarin, satu dari dua sanksi larangan pendaftaran pemain (registration bans) yang menjerat klub kebanggaan Sulawesi Selatan tersebut dinyatakan telah dicabut.

Sanksi yang dicabut tersebut adalah hukuman yang dijatuhkan induk sepak bola dunia pada 8 Oktober 2025 lalu. Penghapusan nama PSM dari daftar embargo untuk kasus bulan Oktober menandakan bahwa manajemen telah berhasil menyelesaikan sengketa atau kewajiban finansial yang memicu sanksi tersebut.

1. Sanksi FIFA untuk PSM sejak 8 Oktober 2025 resmi dicabut

PSM Makassar versus PSBS Biak di BRI Super League 2025/2026.
Pemain PSM Makassar, Alex Tanque (kiri) dan Lucas Dias (kanan), merayakan gol ke gawang PSBS BIak dalam laga pekan ke-13 BRI Super League 2025/2026 yang berlangsung di Stadion BJ Habibie Parepare pada 21 November 2025. (Dok. Ofisial PSM Makassar/Agung Dewantara)

Kendati satu masalah telah dinyatakan selesai, sanksi Pasukan Ramang belum sepenuhnya usai. Saat ini mereka masih menyisakan satu sanksi aktif di database milik FIFA, yakni hukuman yang baru saja dijatuhkan pada 9 Januari 2026 lalu.

Sesuai dengan data resmi, sanksi terbaru berdurasi hingga tiga periode transfer kecuali manajemen mampu menyelesaikannya lebih cepat. Selama sanksi belum dicabut, PSM secara teknis masih terhalang untuk mendaftarkan pemain baru di sistem liga.

2. Ujian masih membayangi Juku Eja di masa bursa transfer tengah musim

PSM Makassar versus Persebaya Surabaya di BRI Super League 2025/2026.
Pesepak bola PSM Makassar Savio Roberto (kedua kanan) melakukan selebrasi usai mencetak gol ke gawang Persebaya Surabaya pada pertandingan BRI Super League di Stadion BJ Habibie, Parepare, Sulawesi Selatan, Sabtu (6/12/2025). ANTARA FOTO/Hasrul Said/foc.

Ini menjadi tantangan besar sebab jendela transfer tengah musim BRI Super League 2025/2026 saat ini tengah berjalan dan ditutup pada 6 Februari mendatang. Kini fokus utama pihak manajemen kini dipastikan tertuju pada penyelesaian sanksi tersisa.

Jika sengketa kedua tersebut bisa segera dituntaskan sebelum bursa transfer ditutup, pelatih kepala Tomas Trucha dipastikan bisa mendaftarkan amunisi tambahan untuk memperkuat pada putaran kedua kompetisi.

3. Tomas Trucha harus segera bergerak bebas mencari pemain pelapis

Pelatih kepala PSM Makassar Tomas Trucha.
Pelatih kepala PSM Makassar, Tomas Trucha, dalam sesi jumpa pers pra-pertandingan pada 20 November 2025. (Dok. Ofisial PSM Makassar)

Kini, suporter Yuran Fernandes dan kawan-kawan masih menanti penyelesaian sanksi terbaru dari FIFA agar PSM dapat bergerak bebas di pasar pemain. Terlebih Trucha dalam beberapa kesempatan mengaku ingin mencari penggawa tambahan demi menambah opsi di beberapa posisi.

Sejauh ini, PSM baru melepas satu pemain yakni Lucas Dias pada Desember 2025. Setelah hengkang dengan alasan keluarga, winger asal Brasil tersebut kemudian bergabung dengan klub Liga Kamboja yakni Visakha FC.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Aan Pranata
EditorAan Pranata
Follow Us

Latest Sport Sulawesi Selatan

See More

FIFA Cabut Sanksi Oktober PSM Makassar, Tersisa Satu Kasus Sengketa

16 Jan 2026, 10:21 WIBSport