Catut Nama Kabid Humas Polda untuk Menipu, Dua Warga Sidrap Diringkus 

Korban merupakan anggota polisi di jajaran Polda Sulsel

Makassar, IDN Times - Jajaran Direktorat Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Sulawesi Selatan (Sulsel) meringkus dua tersangka penipuan dengan mencatut nama pejabat utama polda.

Sementara korbannya adalah AA, salah satu anggota kepolisian yang berdinas di jajaran Polda Sulsel. Kedua pelaku yang mengaku-ngaku sebagai Kabid Humas Polda Sulsel itu, adalah KD dan AC.

Dua lelaki asal Kabupaten Sidrap ini diringkus di tempat persembunyian mereka di Kota Parepare, Sulsel, Kamis (14/11). "Setelah kita melakukan pendalaman dan pengembangan, mereka teridentifikasi dengan cepat dan langsung ditangkap oleh anggota di lapangan," kata Wakil Kepala Kepolisian Daerah Sulsel Brigjen Adnas dalam ekspos tangkapan di kantornya, Jumat (15/11).

Baca Juga: Terungkap 3 Tersangka Penyerangan Mahasiswa UMI, Ada Motif Dendam

1. Korban terkecoh karena tersangka menirukan dialek dan suara Kabid Humas asli

Catut Nama Kabid Humas Polda untuk Menipu, Dua Warga Sidrap Diringkus Barang bukti hasil penipuan catut nama Kabid Humas Polda Sulsel dalam ekspos hasil tangkapan dua pelaku, Jumat (15/11)

Kejadian berawal saat korban dihubungi oleh kedua tersangka pada 12 November 2019 lalu via WhatsApp. Pelaku yang mengaku sebagai Kabid Humas Polda meminta kepada korban agar ditransferkan sejumlah uang.

Awalnya korban tak percaya. Namun karena didesak dengan dalih ada keperluan mendadak, korban akhirnya mentransfer uang sebesar Rp150 juta ke beberapa rekening yang dipegang pelaku.

"Pelaku ini memang berpura-pura menjadi pejabat yang baru. Mereka meniru suara kemudian meniru bahasa, logat, dan gaya dan memerintahkan kepada bendahara yang kebetulan memegang uang untuk menyediakan uang," terang Adnas.

2. Korban baru sadar setelah mengkonfirmasi bahwa uang telah ditransfer ke rekening tersangka

Catut Nama Kabid Humas Polda untuk Menipu, Dua Warga Sidrap Diringkus Dua tersangka penipuan catut nama Kabid Humas Polda Sulsel, dalam ekspos di Mako Polda Sulsel (15/11) / Sahrul Ramadan

Tak berselang lama setelah korban melakukan transaksi uang ke rekening pelaku, korban menemui Kabid Humas asli dan memberitahukan bahwa uang Rp150 juta telah dikirim.

Setelah diselidiki cepat, barulah diketahui bahwa korban baru saja ditipu. "Jadi Kabid Humas tidak pernah minta untuk ditranferkan uang itu. Tidak memberikan instruksi untuk transfer uang. Di situ baru diketahui sudah jadi korban penipuan," terang Adnas.

3. Polisi masih memburu pelaku lain yang terlibat sindikat penipuan online

Catut Nama Kabid Humas Polda untuk Menipu, Dua Warga Sidrap Diringkus Wakapolda Sulsel Brigjen Pol Adnas / Sahrul Ramadan

Dari penyelidikan sementara kedua pelaku yang tertangkap diketahui bukan aktor utama. Mereka terindikasi berbagi peran dalam jaringan sindikat penipuan berbasis online di Sidrap.

"Saat ini, penyidik masih mengejar pelaku utama yang juga masih merupakan kerabat AC dan KD yang masih tertangkap," tegas Adnas.

Barang bukti hasil penipuan yang disita petugas, di antaranya empat unit handphone yang dipakai pelaku menggaet korbannya; empat unit buku rekening tabungan bersama sejumlah ATM; hingga tiga unit STNK kendaraan roda empat.

AC dan KD dikenakan Pasal 45 a ayat 1 juncto pasal 28 ayat 1 Undang-Undang RI Nomor 19 Tahun 2016 tentang Informasi dan Elektronik (ITE) dengan ancaman hukuman maksimal 12 tahun dan denda Rp2 miliar.

Baca Juga: Menengok Jejak Ibrahim Tompo, Kabid Humas Polda Sulsel yang Baru

Topik:

  • Ita Lismawati F Malau

Berita Terkini Lainnya