UIN Makassar Raih Rekor Nasional Sertifikasi Pembimbing Haji dan Umrah

- Peserta lebih dari 200 orang dalam Sertifikasi Pembimbing Ibadah Haji dan Umrah Angkatan III (Mandiri) Makassar 2026.
- Kolaborasi kemitraan yang baik dengan Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah Sulawesi Selatan.
- Pembimbing adalah kunci utama suksesnya ibadah haji, dengan materi standar nasional yang berlaku di seluruh Indonesia.
Makassar, IDN Times - Direktur Jenderal Bina Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kementerian Haji dan Umrah RI, Puji Raharjo, memuji UIN Alauddin Makassar yang berhasil memecahkan rekor nasional dalam pelaksanaan Sertifikasi Pembimbing Ibadah Haji dan Umrah (Mandiri).
Dalam kurun waktu hanya tiga bulan, kampus tersebut sukses menggelar sertifikasi hingga tiga angkatan dengan total peserta lebih dari 200 orang.
1. Peserta lebih dari 200 orang.

Pujian itu disampaikan Puji saat membuka Sertifikasi Pembimbing Ibadah Haji dan Umrah Angkatan III (Mandiri) Makassar 2026 di Sultan Alauddin Hotel and Convention, Jalan Sultan Alauddin, Kecamatan Tamalate, Makassar, Jumat (6/2/2026)
“Alhamdulillah, terima kasih kepada Pak Dekan Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi UIN Alauddin Makassar. Ini luar biasa, dalam tiga bulan bisa melaksanakan tiga angkatan dengan peserta lebih dari 200 orang. Ini rekor nasional,” ujar Puji melalui daring.
Menurutnya, capaian tersebut menunjukkan tingginya semangat, kepercayaan, dan militansi masyarakat, khususnya di kawasan Indonesia timur, terhadap peningkatan kualitas pembimbing haji dan umrah.
“Pesertanya seluruhnya dari Indonesia timur. Ini menunjukkan bahwa pembimbing di wilayah ini memiliki militansi yang sangat luar biasa dalam penyelenggaraan ibadah haji dan umrah,” kata Puji.
Puji juga menilai bimbingan jemaah haji dan umrah di kawasan Indonesia timur terus menunjukkan perkembangan signifikan, seiring meningkatnya minat masyarakat mengikuti sertifikasi resmi.
2. Kolaborasi kemitraan berjalan sangat baik.

Sementara itu, Pelaksana Pembimbing Manasik Haji dan Umrah sekaligus Dekan Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi UIN Alauddin Makassar, Prof. Abd Rasyid Masri, menjelaskan keberhasilan pelaksanaan tiga angkatan dalam waktu singkat tidak lepas dari kolaborasi yang solid dengan Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah Sulawesi Selatan.
“Kolaborasi kemitraan dengan Kanwil Kemenhaj Sulsel berjalan sangat baik, saling memperkuat dan bersinergi. Alhamdulillah, semuanya bisa terlaksana dengan baik,” ujarnya.
Ia merinci jumlah peserta pada tiap angkatan, yakni angkatan pertama sebanyak 90 orang, angkatan kedua 100 orang, dan angkatan ketiga 65 orang. Jumlah peserta angkatan ketiga dibatasi karena jadwal pelaksanaan dipercepat menjelang bulan suci Ramadan.
“Kami percepat karena akan memasuki Ramadan. Dari sisi efisiensi waktu ini lebih baik, mengingat banyak agenda penting seperti persiapan haji dan pendaftaran jamaah,” jelasnya.
3. Pembimbing kunci utama suksesnya ibadah haji.

Prof. Rasyid menegaskan, meski durasi pelaksanaan dipadatkan, kualitas materi tetap terjaga. Seluruh peserta menerima materi yang sama dengan standar nasional yang berlaku di seluruh Indonesia.
“Materinya sekitar 20 sampai 24 sesi, bobotnya sama. Pakemnya berlaku nasional, baik di Jawa maupun di Sulawesi,” katanya.
Ia juga menegaskan bahwa sertifikasi ini bukan yang terakhir, melainkan akan terus berlanjut setelah masa jeda untuk pemulihan dan penyelesaian agenda lain.
Senada dengan itu, Kepala Kanwil Kementerian Haji dan Umrah Sulawesi Selatan, Ikbal Ismail, menekankan pentingnya peran pembimbing dalam menentukan kualitas ibadah haji jamaah.
“Pembimbing adalah kunci utama suksesnya ibadah haji. Jika pembimbing tidak profesional dan tidak kompeten, maka kemabruran jamaah patut diragukan,” tegas Ikbal.
Melalui sertifikasi ini, Ikbal berharap para pembimbing yang telah lulus benar-benar menjadi sosok profesional, berkompetensi, dan berintegritas dalam mendampingi jamaah.
“Output akhirnya jelas, bagaimana jamaah haji bisa mabrur, aman, dan nyaman dalam menjalankan ibadahnya,” pungkasnya.


















