Tinjau MBG di Gowa, Menko Pangan: Ramadan Tidak Boleh Turun Kualitas

- Pemkab Gowa intensifkan koordinasi soal MBG
- MBG untuk Ramadan disiapkan menu kering
- Pengendalian mutu MBG secara ketat
Makassar, IDN Times - Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, meninjau Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kelurahan Tombolo, Kecamatan Somba Opu, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan, Jumat (6/2/2026). Kunjungan ini bertujuan memastikan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) berjalan sesuai standar mutu, terutama menjelang Ramadan.
Peninjauan difokuskan pada kualitas dan nutrisi MBG. Pemeriksaan mencakup ketersediaan bahan pangan, proses pengolahan, kandungan nutrisi, kebersihan dapur, serta kesiapan sistem layanan selama bulan puasa.
"Ramadan tidak boleh menjadi alasan turunnya kualitas. Justru di sini kesiapan sistem diuji. SPPG harus siap secara operasional, higienitas, dan nutrisi agar layanan MBG tetap berjalan efektif selama Ramadan," kata Zulhas, sapaan akrabnya.
Selain SPPG Tombolo, Zulkifli Hasan juga meninjau pendistribusian MBG di SMKN 3 Gowa dan SMAN 1 Gowa. Kegiatan ini dihadiri Dirut Perum Bulog, Letjen TNI Ahmad Rizal Ramdhani, Wakil Gubernur Sulsel Fatmawati Rusdi, anggota DPRD Sulsel, serta perwakilan Forkopimda Kabupaten Gowa.
1. Pemkab Gowa intensifkan koordinasi soal MBG

Sementara itu, Bupati Gowa, Sitti Husniah Talenrang, menekankan koordinasi intensif Pemkab Gowa sebagai titik kendali utama mutu MBG. Dia menegaskan pemerintah daerah bertugas memastikan sistem berjalan konsisten, mulai dari ketersediaan bahan hingga kontrol kualitas nutrisi, bukan sekadar distribusi.
"Pengkoordinasian ini penting supaya kualitas, kebersihan, dan nilai gizi MBG terkontrol secara berkelanjutan. Semuanya untuk masa depan anak-anak kita," kata Husniah.
2. MBG untuk Ramadan disiapkan menu kering

Terkait kesiapan khusus Ramadan, Husniah menyampaikan bahwa penyesuaian menu dan penyediaan paket makanan kering menjadi perhatian utama untuk menjaga kualitas layanan selama bulan puasa. Untuk itu, kesiapan menghadapi Ramadan membutuhkan penguatan komunikasi dan pengawasan mulai dari hulu hingga hilir.
"Ramadan memiliki pola layanan yang berbeda, sehingga koordinasi dengan SPPG harus lebih diintensifkan agar kualitas tidak menurun," jelasnya.
3. Pengendalian mutu MBG secara ketat

Pemkab Gowa, kata Husniah, menempatkan koordinasi dengan SPPG sebagai titik kendali utama mutu MBG. Seluruh perangkat terkait terus dikoordinasikan agar SPPG bekerja sesuai satu standar dan mutu MBG tetap terjaga.
Koordinasi ini merupakan bagian dari pengawasan langsung pemerintah pusat. Tujuannya memastikan MBG di daerah berjalan terukur, terkendali, dan adaptif terhadap kebutuhan di lapangan.
"MBG harus dikendalikan mutunya secara ketat, mulai dari bahan baku, proses masak, sampai makanan diterima siswa. Semua harus jelas ukurannya," katanya.


















