Jelang Nataru, Nurdin Minta Polda Perketat Penjagaan di Perbatasan

Malam pergantian tahun rawan peredaran obat-obatan

Makassar, IDN Times - Gubernur Sulawesi Selatan Nurdin Abdullah meminta kepada jajaran Polda untuk memperketat pengamanan jelang perayaan Natal dan tahun baru, khususnya di daerah-daerah perbatasan.

Menurut Nurdin, malam pergantian tahun biasanya rawan dengan peredaran obat-obatan terlarang yang mungkin saja diselundupkan melalui daerah-daerah perbatasan.

Hal itu disampaikan Nurdin saat rapat koordinasi lintas sektoral bidang operasional dalam rangka kesiapan pengamanan Natal dan Tahun Baru yang digelar di Gedung Serbaguna Mapolda Sulsel, Selasa (17/12).

"Jelang Natal dan tahun baru, pasti suplai obat terlarang semakin banyak masuk ke wilayah kita. Oleh karena itu, pintu-pintu masuk harus jadi konsen kita," kata Nurdin.

1. Pare-pare jadi salah satu daerah yang perlu dapat perhatian

Jelang Nataru, Nurdin Minta Polda Perketat Penjagaan di PerbatasanGubernur Sulsel Nurdin Abdullah. IDN Times/Aan Pranata

Nurdin menyebutkan bahwa salah satu daerah yang harus mendapatkan perhatian serius di malam pergantian tahun adalah Parepare. Sebab, kata dia, kota tersebut merupakan salah satu pintu masuk terbesar di Sulsel untuk obat terlarang.

Meski begitu, Nurdin meyakini bahwa seluruh jajaran kepolisian bisa mencegah hal itu jika semua dilakukan secara s

inergi dan bekerja sama.

"Jika kita semua bersinergi bersama Polri, Kodam sampai ke Babinsa, Insya Allah ancaman-ancaman seperti itu bisa dideteksi lebih awal," kata dia.

2. Nurdin minta ada posko pengamanan

Jelang Nataru, Nurdin Minta Polda Perketat Penjagaan di PerbatasanIDN Times/Asrhawi Muin

Nurdin mengatakan, Makassar sebagai ibu kota provinsi Sulsel masih menjadi tren untuk merayakan malam pergantian tahun. Jadi, ia memprediksi akan banyak masyarakat dari daerah yang menuju ke Makassar untuk menikmati malam tahun baru.

Karenanya ia meminta jajaran Polda untuk menyiapkan posko keamanan di setiap titik perbatasan tiap kabupaten, tempat-tempat wisata, dan jalur-jalur yang rawan terjadi kecelakaan. Posko kemanan ini harus dilengkapi dengan tim keamanan yang terdiri dari anggota kepolisan, TNI, Basarnas, dan tim medis.

"Saya kira perjalanan dari daerah sudah menjadi rutinitas. Kita bangun posko pengamanan dan layanan sehingga yang melintas jika terjadi apa-apa, dengan cepat kita ambil langkah penyelamatan, termasuk mengajak dealer-dealer motor dan mobil agar bisa menyiapkan tempat untuk darurat," kata dia.

Baca Juga: Jelang Perayaan Tahun Baru, Sulsel Jadi Sasaran Peredaran Narkoba

3. Polda amankan Nataru dengan Operasi Lilin

Jelang Nataru, Nurdin Minta Polda Perketat Penjagaan di PerbatasanIDN Times/Asrhawi Muin

Sementara itu, Kapolda Sulsel Irjen Pol Mas Guntur Laupe menyebutkan bahwa ada 4 daerah di Sulsel yang harus menjadi fokus perhatian saat ini lantaran dinilai kurang kondusif. Keempat daerah itu adalah Tana Toraja dan Toraja Utara dengan perayaan Natal yang cukup padat, Pare-pare dan Bone dengan pelabuhan lautnya yang rawan dan daerah lainnya yang akan menggelar pilkada 2020. 

Pengamanan Natal dan tahun baru sendiri menjadi aspek paling prioritas saat ini. Dia mengatakan bahwa untuk mengamankan malam Natal dan tahun baru pihaknya akan menggelar Operasi Lilin sebagai agenda tahunan.

Dia mengatakan bahwa perayaan Natal dan tahun baru akan terjadi peningkatan aktivitas malam masyarakat, baik di tempat perbelanjaan, terminal laut, udara dan darat, tempat rekreasi. Hal ini pun, kata dia, juga akan meningkatkan aktivitas yang bisa berimplikasi pada keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas).

"Gangguan Kamtibmas yang selalu mewarnai kegiatan Operasi Lilin berupa ancaman teror dan intoleran serta ancaman lainnya yang cenderung meningkat pada kegiatan tutup tahun. Tapi perlu kita syukuri tahun ini, situasi Kamtibmas masih berjalan dengan baik dan lebih kondusif," katanya.

Baca Juga: Polda Sulsel: Waspada Peredaran Uang Palsu Jelang Natal dan Tahun Baru

Topik:

  • Irwan Idris

Berita Terkini Lainnya