Comscore Tracker

Hotel Isolasi Pasien Corona di Makassar Minta Tamu Umum Tak Khawatir

Tamu umum beda lantai dengan pasien ODP dan OTG corona

Makassar, IDN Times - Di Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel), sejumlah hotel berubah fungsi menjadi lokasi isolasi bagi warga berstatus orang dalam pemantauan (ODP) dan pasien positif COVID-19 tanpa gejala (OTG). Isolasi di hotel ini diberi nama program Wisata COVID-19 atau Rekreasi Duta COVID-19 oleh Pemprov Sulsel, sebagai salah satu upaya untuk menangani COVID-19.

Hotel Harper menjadi salah satu hotel yang ditunjuk untuk melaksanakan program tersebut. Hotel yang berlokasi di Jalan Perintis Kemerdekaan itu menerima orang-orang berstatus ODP dan OTG yang akan mengikuti program Wisata COVID-19. Meski begitu, hotel ini tetap menerima tamu lain di luar dari peserta program tersebut, namun terpisah dari warga yang diisolasi.

"Kami siapkan lantai 1 untuk tamu reguler dengan standar protokol yang ada dan akses yang berbeda dengan tamu Wisata COVID-19," kata Maria Magdalena selaku Senior Sales Manager kepada IDN Times, Minggu (14/6).

1. Pandemik COVID-19 membuat okupansi hotel menurun

Hotel Isolasi Pasien Corona di Makassar Minta Tamu Umum Tak KhawatirHotel Harper Makassar. Dokumentasi Hotel Harper Makassar

Bisnis perhotelan termasuk salah satu sektor bisnis yang terancam gulung tikar di awal kasus COVID-19 mulai merebak di Sulawesi Selatan, khususnya di Makassar. Tingkat okupansi hotel saat itu seketika langsung merosot tajam menjadi hanya 20 - 30 persen saja.

Merosotnya okupansi hotel dirasakan pula oleh Hotel Harper. Magdalena menuturkan bahwa sejak pandemik COVID-19 ini, okupansi Hotel Harper menurun drastis hingga 70 persen. Penurunan ini menyusul keluarnya sejumlah kebijakan pemerintah untuk melakukan pembatasan sosial dan menghindari tempat-tempat keramaian.

"Bulan-bulan kemarin jujur sih drop, dampak PSBB dan bandara yang closed, masuk bulan Juni sudah mulai pick up. Bandara sudah buka juga, sudah tidak PSBB. Berharapnya terus pick up ya apalagi tempat-tempat wisata sudah pada mau buka juga," katanya.

2. Memberikan penawaran menarik demi mengejar okupansi

Hotel Isolasi Pasien Corona di Makassar Minta Tamu Umum Tak KhawatirHotel Harper Makassar. Dokumentasi Hotel Harper Makassar

Pandemik COVID-19 memang memaksa bisnis perhotelan memutar otak. Mereka dituntut menemukan cara agar bisa tetap eksis di tengah situasi pandemik COVID-19. Hal ini juga diamini oleh Magdalena. Menurutnya, pandemik COVID-19 sangat berdampak di industri pariwisata, termasuk perhotelan.

Maka untuk tetap bertahan di situasi ini, Hotel Harper melakukan sejumlah kebijakan dengan memberikan penawaran-penawaran menarik untuk menggaet pengunjung.

"Eksistensi dan keep in touch dengan create penawaran-penawaran menarik seperti Paket Work From Hotel, Paket Stuckation, Delivery Meals, Flash Sale," sebutnya.

Baca Juga: Rapid Test Reaktif, 11 Santri Asal Pulau di Makassar Dikarantina Hotel

3. Optimistis tetap bisa menggaet pengunjung meskipun menjadi lokasi isolasi

Hotel Isolasi Pasien Corona di Makassar Minta Tamu Umum Tak KhawatirProgram Wisata COVID-19 di Hotel Harper Makassar. Dokumentasi Hotel Harper Makassar

Hotel yang menjadi lokasi untuk isolasi para warga berstatus ODP dan OTG, tentu memberikan kesan tersendiri. Bagi masyarakat awam, bisa saja ada kekhawatiran untuk datang dan menginap di hotel tersebut. 

Namun Magdalena mengaku masih optimistis Hotel Harper masih bisa menggaet pengunjung meskipun ada warga berstatus ODP dan OTG yang diisolasi di sana. Opimisme itu dikarenakan penanganan ODP dan OTG di sana tidak dilakukan sembarangan dan telah sesuai dengan standar protokol kesehatan.

"Sejauh ini kami masih confidence. Hotel dijadikan tempat isolasi oleh pemprov, yang mana SOP dan protokolnya jelas, dihandle langsung dan dimonitoring oleh Dinas Kesehatan," jelas Magdalena.

Dia pun memastikan bahwa hotel tersebut tetap aman dan nyaman untuk ditempati karena pihaknya juga telah mempersiapkan standar protokol kesehatan mulai dari area masuk hotel, lift, pemasangan informasi di front desk, resto dan public area.

"Masyarakat sekarang udah pada smart ya, jadinya udah lebih paham juga. Kami share informasi berupa video ke tamu," katanya.

Baca Juga: IDI Makassar Kritik OTG dan ODP COVID-19 Dikarantina di Hotel 

https://www.youtube.com/embed/L7-UE_ROhZY

Topic:

  • Ashrawi Muin
  • Irwan Idris

Berita Terkini Lainnya