TUTUP
SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA
Gabung di IDN Times

Cegah Ledakan Kasus COVID-19, Warga Sulsel Mesti Patuh Prokes

Peningkatan kasus bisa meledak jika masyarakat abai

Suasana di Mal Panakkukang Makassar di tengah pemberlakukan PPKM, Senin (3/5/2021). IDN Times/Asrhawi Muin

Makassar, IDN Times - Kasus penularan COVID-19 di Sulawesi Selatan cenderung menurun dalam beberapa waktu terakhir. Namun penurunan sejak April dikhawatirkan bisa berbalik arah jika penyebaran virus tidak dikendalikan.

Kekhawatiran itu muncul karena sejumlah pusat perbelanjaan mulai ramai jelang lebaran. Kenaikan kasus secara signifikan bisa dicegah jika masyarakat tetap mematuhi protokol kesehatan.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Sulsel, dr Nurul AR, mengatakan semua elemen masyarakat berperan penting dalam menjaga tren kasus COVID-19 melandai.

"Ini kan demi kebaikan masyarakat. Karena kalau ini kita tidak bisa kendalikan maka sama saja kita kembali ke nol," ujar Nurul, Minggu (9/5/2021).

Baca Juga: Larangan Mudik Aglomerasi, Wilayah Mamminasata di Sulsel Dijaga Ketat

1. Euforia masyarakat dikhawatirkan picu peningkatan kasus

Ilustrasi Virus Corona. IDN Times/Mardya Shakti

Menurut Nurul, kondisi tersebut perlu menjadi perhatian. Karena bukan tidak mungkin kasus meningkat jika masyarakat abai protokol kesehatan, terlebih saat ini pusat perbelanjaan mulai ramai dipadati warga menjelang lebaran. 

"Karena kita berada pada posisi keramaian yang benar-benar euforia dari satu tahun kita menutup diri terisolasi karena pandemik. Jadi sebenarnya memang perlu kesadaran masyarakat. Jangan sampai kita baru menyesal setelah COVID-19 itu sendiri mulai menjadi banyak," katanya.

Nurul menyatakan pihaknya akan terus memantau perkembangan kasus COVID-19, termasuk upaya pencegahan terhadap varian baru. Semua sektor hingga unit terkecil, kata dia, turut terlibat untuk mengendalikan COVID-19, utamanya jika ditemukan varian baru. 

"Kalau masyarakat tetap ramai selalu ini juga potensinya sangat besar. Sumber penularan juga tidak kelihatan. Ternyata mereka yang berkumpul ramai-ramai itu menjadi sumber penularan," ucapnya.

2. Upaya pelacakan kasus baru kembali ditingkatkan

Warga menjalani tes usap (swab test) melalui mobil tes polymerase chain reaction (PCR) saat tes usap massal di Kecamatan Mamajang, Makassar, Sulawesi Selatan, Sabtu (26/9/2020). (ANTARA FOTO/Arnas Padda)

Nurul mengatakan pihaknya diminta kembali mengupayakan tes COVID-19 lebih masif. Pelacakan tergantung jumlah kasus positif di wilayah masing-masing.

"Yang jelas perhitungan kita jika tidak bisa dihentikan kerumunan masyarakat, protokol kesehatan diabaikan, maka kemungkinan kita lakukan tracing, testing secara masif lagi," kata Nurul.

Dia menyatakan keprihatinannya melihat situasi di masyarakat. Menurutnya, masyarakat saat ini seolah tidak menganggap lagi adanya pandemik. 

"Mudah-mudahan tidak terjadi seperti itu makanya kita minta masyarakat untuk tidak berkerumun. Ini prihatin saya karena di setiap sudut seperti bukan pandemik," katanya.

Baca Juga: Wali Kota Makassar Pastikan Tak Ada Salat Id di Lapangan Karebosi

Berita Terkini Lainnya