Makassar, IDN Times - Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI) Sulawesi Selatan menyoroti tidak adanya buffer zone atau zona penyangga antara lokasi rencana pembangunan Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) dengan kawasan permukiman di Kecamatan Tamalanrea, Makassar. Kondisi tersebut dinilai meningkatkan potensi risiko bagi masyarakat yang tinggal di sekitar lokasi.
Hal itu disampaikan Kepala Divisi Transisi Energi WALHI Sulsel, Nurul Fadli Gaffar, saat mendampingi aksi warga Gerakan Rakyat Menolak Lokasi Pembangunan (GERAM) PLTSa di depan Balai Kota Makassar, Kamis (6/8/2026).
"Di sana tidak ada zona penyangga, tidak ada batas antara perusahaan, dampak dan pemukiman warga," kata Fadli.
