Ilustrasi parkir di Makassar. IDN Times/Asrhawi Muin
Selama masa situasi darurat COVID-19 hingga penerapan kebijakan social distancing dan physical distancing diterapkan pemerintah, selama itu pula menurut Mario, lalu lalang kendaraan khusus di Kota Makassar berkurang.
Di situasi normal khusus sebelum wabah corona berlangsung populasi kendaraan di Kota Makassar justru sangat padat. "Artinya dalam kondisi normal, jumlah kendaraan berkurang, diasumsikan 60 hingga 80 persen pada masa sekarang inii," jelas Mario.
Umumnya kendaraan yang beraktivitas hanya berlokasi di seputaran kawasan Kota Makassar. Sejumlah titik yang sebelumnya dianggap rawan macet saat ini, kata Mario, juga cukup lengang. Beberapa di antaranya disebut Mario, seperti, jalur Jalan AP Pettarani - Jalan Sultan Alauddin.