Tiga Penumpang Pesawat Hilang Kontak di Maros Pegawai KKP

- Temuan serpihan pesawat diverifikasi di PangkepTim gabungan menerima laporan serpihan pesawat yang diduga bagian dari PK-THT. Serpihan dan kertas tersebut dibawa ke Polres Pangkep untuk verifikasi.
- Operasi pencarian berlanjut hingga besok pagiOperasi malam melibatkan tim gabungan dari TNI AD, TNI AU, Basarnas, BPBD, dan masyarakat. Posko tambahan dibangun di Desa Tompobulu untuk mempercepat akses ke lokasi sepihan.
- Pencarian akan dimulai jalur udaraRencana pencarian besok pagi mencakup operasi udara menggunakan helikopter Caracal. Korban yang ditemukan akan diarahkan ke RS TNI AU untuk evakuasi cepat
Makassar, IDN Times - Tim SAR gabungan masih intens menlanjutkan pencarian pesawat Indonesia Air Transport PK-THT yang hilang kontak. Pencarian difokuskan di wilayah Gunung Bulusaraung, Maros, Sulawesi Selatan, Sabtu (17/1/2026).
Panglima Kodam XIV/Hasanuddin Mayjen TNI Bangun Nawoko menyampaikan perkembangan terbaru dari posko operasi kepada wartawan. Salah satu kabar yang disampaikan adalah identifikasi pegawai Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) yang berada di dalam pesawat.
"Tadi juga sudah dikonfirmasi oleh KKP bahwa yang 3 person ini sudah diyakini adalah personil dari KKP," kata Bangun.
1. Temuan serpihan pesawat diverifikasi di Pangkep

Tim gabungan juga telah menerima laporan mengenai serpihan yang diduga bagian pesawat. Serpihan dan kertas ditemukan oleh seorang pendaki di Gunung Bulusaraung.
Barang bukti tersebut kemudian dikumpulkan dan dibawa ke Polres Pangkep. Tim kepolisian akan mengecek untuk memastikan apakah serpihan tersebut merupakan bagian dari pesawat.
"Kertas-kertas tadi itu sudah dibawa sekarang ke Desa Tompo. Ini sudah diyakinkan oleh Dandim dengan Kapolres. Sekarang barang itu berada di Polres Pangkep untuk diyakinkan apakah itu merupakan bagian dari serpihan pesawat yang dimaksud.
2. Operasi pencarian berlanjut hingga besok pagi

Bangun menjelaskan operasi malam ini melibatkan tim gabungan dari TNI AD, TNI AU, Basarnas, BPBD, serta unsur masyarakat, dengan fokus mempercepat akses ke lokasi sepihan. Posko tambahan telah dibangun di Desa Tompobulu, Kabupaten Pangkep, yang berjarak sekitar satu jam perjalanan dari lokasi temuan.
"Mudah-mudahan ini segera kita bisa ke sana besok pagi kesempatan pertama," kata Bangun.
3. Pencarian akan dimulai jalur udara

Rencana pencarian besok pagi juga mencakup operasi udara menggunakan helikopter Caracal lantaran pencarian sore tadi terbatas akibat cuaca berawan. Bangun menyampaikan bahwa semua korban yang nantinya ditemukan, baik yang hidup maupun meninggal, akan diarahkan ke RS TNI AU, agar memudahkan akses keluarga dan evakuasi cepat.
"Kita akan berupaya untuk mengevakuasi menggunakan helikopter apabila cuaca memungkinkan. Tapi kalau tidak, kita akan darat saja," kata Bangun.
Di Bandara Hasanuddin, telah dibentuk krisis center untuk mengoordinasikan seluruh operasi SAR. Selain itu, media center juga disiapkan guna memudahkan penyampaian informasi resmi terkait perkembangan pencarian.















