Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Taruna Pelayaran Tewas Ditikam di Makassar, Pelaku Ditangkap di Takalar
Ilustrasi garis polisi (IDN Times/Aries Rahmat)
  • Polisi menangkap I dan MA di Takalar setelah keduanya diduga terlibat dalam tewasnya Sopyan di Makassar.

  • Peristiwa bermula dari cekcok seusai keluar dari tempat hiburan malam di kawasan Jalan A.P. Pettarani.

  • Polisi menyita pakaian yang terekam CCTV dan sarung badik yang disebut dibuang di Takalar.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Selasa (27/10/2026) dini hari

Sopyan tewas dengan luka tikaman di Jalan Boulevard, Makassar.

sekitar pukul 03.30 Wita

Cekcok terjadi setelah korban dan para terduga pelaku keluar dari tempat hiburan malam di kawasan Jalan A.P. Pettarani.

Selasa (27/10/2026) pagi

Sopyan dilaporkan tewas setelah diduga menjadi korban penikaman menggunakan badik.

Kamis (29/10/2026)

AKP Wawan Suryadinata menyampaikan bahwa MA telah ditangkap dan I menyerahkan diri ke Polsek Polongbangkeng Utara.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
  • What?
    Seorang taruna pelayaran bernama Sopyan tewas setelah diduga ditikam tiga kali dalam pengeroyokan.
  • Who?
    Sopyan menjadi korban. Dua terduga pelaku berinisial I dan MA ditangkap polisi.
  • Where?
    Penikaman terjadi di Jalan Boulevard, Kelurahan Masale, Kecamatan Panakkukang, Kota Makassar. Penangkapan dilakukan di Desa Timbuseng, Kabupaten Takalar.
  • When?
    Peristiwa terjadi pada Selasa (27/10/2026) dini hari, sekitar pukul 03.30 Wita.
  • Why?
    Peristiwa dipicu cekcok antara korban dan para terduga pelaku di area parkiran.
  • How?
    Salah satu pelaku mencabut badik dan menikam korban tiga kali. MA diduga membanting serta memukul pelipis korban.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Sopyan, seorang taruna pelayaran, meninggal setelah ditikam di Makassar. Polisi menangkap dua orang bernama I dan MA di Takalar. Mereka diduga bertengkar dengan Sopyan setelah keluar dari tempat hiburan malam. Polisi juga mengambil baju dan sarung badik sebagai barang bukti. Kasus ini masih ditangani polisi.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Penangkapan dua terduga pelaku menunjukkan penyelidikan polisi telah menemukan arah yang jelas dalam menangani kasus ini. Polisi juga mengamankan pakaian yang terekam CCTV dan sarung badik yang disebut dibuang di Takalar. Langkah tersebut membantu pengumpulan barang bukti dan memperjelas rangkaian peristiwa yang sedang ditangani.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Makassar, IDN Times - Polisi menangkap dua pria yang diduga terlibat dalam pengeroyokan yang menewaskan seorang taruna pelayaran bernama Sopyan (26), asal Kabupaten Bone. Korban tewas dengan luka tikaman di Jalan Boulevard, Kelurahan Masale, Kecamatan Panakkukang, Kota Makassar, pada Selasa (27/10/2026) dini hari.

Kanit Resmob Polda Sulsel, AKP Wawan Suryadinata, mengatakan kedua terduga pelaku berinisial I (21) dan MA (23) ditangkap oleh tim gabungan Resmob Ditreskrimum Polda Sulsel, Jatanras Polrestabes Makassar, dan Polsek Panakkukang di Desa Timbuseng, Kecamatan Polongbangkeng Utara, Kabupaten Takalar.

1. Cekcok Usai Keluar dari THM Berujung Pengeroyokan

(Ilustrasi pengeroyokan) IDN Times/Sukma Shakti

Wawan menjelaskan, peristiwa tersebut dipicu cekcok antara korban dan para terduga pelaku di area parkiran saat keluar dari tempat hiburan malam (THM) di kawasan Jalan A.P. Pettarani, Makassar, sekitar pukul 03.30 Wita.

Saat perkelahian terjadi, salah satu pelaku mencabut badik yang diselipkan di pinggang sebelah kiri.

"Kemudian menikam korban sebanyak tiga kali pada bagian paha kanan sebanyak dua kali dan pada bagian betis sebelah kanan satu kali," jelasnya.

2. Korban Ditikam Tiga Kali, Pelaku Utama Serahkan Diri

Ilustrasi. Sebilah badik sepanjang 15 cm ini jadi barang bukti yang diamankan polisi. (Dol.Polresta Balikpapan)

Sementara itu, MA diduga turut melakukan penganiayaan dengan cara membanting korban dan memukul bagian pelipisnya sebanyak satu kali. Setelah melakukan penikaman, kedua terduga pelaku langsung meninggalkan tempat kejadian perkara (TKP).

Wawan mengungkapkan, pelaku mengaku membuang sarung badiknya di bawah halte bus di Jalan Poros Kabupaten Takalar.

"Pelaku menerangkan bahwa ia membuang sarung badik miliknya di bawah halte bus di Jalan Poros Kabupaten Takalar," ujarnya.

3. Polisi Sita Baju Pelaku dan Sarung Badik

Ilustrasi garis polisi. (IDN Times/Putra F. D. Bali Mula)

Dalam kasus ini, polisi menyita sejumlah barang bukti, di antaranya satu kaus hitam dan satu celana jins abu-abu milik I yang terekam CCTV saat melakukan penikaman. Polisi juga menyita satu sarung badik berwarna cokelat.

Sebelumnya, Kasi Humas Polrestabes Makassar, AKP Jafar Ahmad, menjelaskan bahwa berdasarkan keterangan saksi bernama Fitra (19), kejadian bermula ketika saksi bersama enam orang lainnya berada di dalam mobil Honda Jazz.

"Ketika mobil keluar dari area parkir dan melintas di Jalan Boulevard, seorang pria yang identitasnya belum diketahui tiba-tiba menghampiri mereka," kata Jafar kepada IDN Times.

Curated For You

Editorial Team

Related Article