Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Tabligh Akbar di Bulukumba, Kyai Zaitun Serukan Umat Bangkit Bela Al-Aqsa

Tabligh Akbar di Bulukumba, Kyai Zaitun Serukan Umat Bangkit Bela Al-Aqsa
Tabligh Akbar Nasional Wahdah Islamiyah di Masjid Islamic Center Dato' Tiro, Bulukumba, Ahad (5/4/2026). (dok. Wahdah Islamiyah)
Intinya Sih
Gini Kak
  • Kyai Zaitun Rasmin menegaskan penutupan Masjidil Aqsha sebagai duka mendalam umat Islam dan mengkritik sikap diam terhadap penderitaan di Palestina.
  • Ia menyerukan keadilan dalam menyikapi konflik global, menolak serangan antarnegara Muslim, serta mengajak melihat persoalan dengan ketakwaan, bukan emosi atau fanatisme mazhab.
  • Kyai Zaitun mendukung upaya perdamaian dunia termasuk pengiriman pasukan ke Gaza, sambil menekankan pentingnya persatuan umat, ketenangan hati, dan loyalitas pada kebenaran serta dasar negara.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Makassar, IDN Times – Gema takbir dan suasana hangat silaturahmi Syawal 1447 Hijriah memenuhi Masjid Islamic Center Dato’ Tiro, Bulukumba, Ahad (5/4/2026). Ribuan jamaah menghadiri Tabligh Akbar Nasional Wahdah Islamiyah yang menjadi momentum refleksi sekaligus penguatan ukhuwah.

Di tengah suasana tersebut, Pemimpin Umum Wahdah Islamiyah, Muhammad Zaitun Rasmin, menyampaikan pesan yang menyentuh tentang kondisi umat Islam global, khususnya terkait situasi di Palestina. Ia mengawali ceramahnya dengan menyinggung penutupan Masjidil Aqsha yang menurutnya menjadi luka mendalam bagi umat Islam.

1. Penutupan Al-Aqsha disebut sebagai duka umat

Pemimpin Umum Wahdah Islamiyah, K.H. Muhammad Zaitun Rasmin pada Tabligh Akbar Nasional Wahdah Islamiyah di Masjid Islamic Center Dato' Tiro, Bulukumba, Ahad (5/4/2026). (dok. Wahdah Islamiyah)
Pemimpin Umum Wahdah Islamiyah, K.H. Muhammad Zaitun Rasmin pada Tabligh Akbar Nasional Wahdah Islamiyah di Masjid Islamic Center Dato' Tiro, Bulukumba, Ahad (5/4/2026). (dok. Wahdah Islamiyah)

Kyai Zaitun menegaskan bahwa penutupan Masjidil Aqsha bukanlah peristiwa biasa, melainkan bentuk kedukaan yang seharusnya dirasakan seluruh umat Islam di dunia. Ia menilai, peristiwa tersebut menjadi ujian kepedulian dan solidaritas umat.

"Masjidil Aqsha ditutup. Ini adalah kesedihan dan kedukaan kita. Kita sudah bersuara sejak awal," tegasnya di hadapan jamaah.

Namun demikian, ia menyayangkan masih banyak umat yang memilih diam ketika konflik di Gaza terus berlangsung. Menurutnya, sikap apatis justru menjadi tantangan besar dalam membangun solidaritas umat.

"Kita sedih ketika umat Islam tidak bergerak. Ketika umat Islam diam. Dari Maroko sampai Merauke, kecuali yang dapat dari rahmat Allah itu juga sedikit," tambahnya.

2. Serukan sikap adil dalam melihat konflik global

Tabligh Akbar Nasional Wahdah Islamiyah di Masjid Islamic Center Dato' Tiro, Bulukumba, Ahad (5/4/2026). (dok. Wahdah Islamiyah)
Tabligh Akbar Nasional Wahdah Islamiyah di Masjid Islamic Center Dato' Tiro, Bulukumba, Ahad (5/4/2026). (dok. Wahdah Islamiyah)

Dari isu Palestina, Kyai Zaitun kemudian menyoroti dinamika geopolitik di Timur Tengah, termasuk ketegangan antara Iran dan negara-negara Teluk. Ia mengingatkan agar umat tetap menjunjung keadilan dalam menyikapi konflik.

Ia mencontohkan bahwa tindakan menyerang sesama negara Muslim dengan dalih tertentu tidak dapat dibenarkan. Menurutnya, perjuangan seharusnya difokuskan pada melawan penjajahan, bukan memperkeruh konflik internal.

"Kalau Iran menyerang negara Teluk dengan alasan mengejar pangkalan Amerika, apa bedanya dengan Zionis yang menyerang Gaza untuk mengejar pejuang Palestina?!" ujarnya.

Ia menambahkan, umat Islam harus melihat persoalan dengan kacamata ketakwaan, bukan emosi semata. Bahkan dalam perbedaan mazhab, ia menekankan pentingnya tetap bersikap adil.

"Kita lihat masalah ini dari kacamata ketakwaan, jangan melihatnya dengan perasaan dan hawa nafsu. Kita harus sedih jika ada serangan ke Iran karena di sana juga kaum Muslimin, meskipun ada perbedaan dengan kita. Tapi kita harus adil," jelasnya.

3. Dukung perdamaian dunia dan jaga persatuan umat

Tabligh Akbar Nasional Wahdah Islamiyah di Masjid Islamic Center Dato' Tiro, Bulukumba, Ahad (5/4/2026). (dok. Wahdah Islamiyah)
Tabligh Akbar Nasional Wahdah Islamiyah di Masjid Islamic Center Dato' Tiro, Bulukumba, Ahad (5/4/2026). (dok. Wahdah Islamiyah)

Kyai Zaitun juga menegaskan dukungan terhadap upaya perdamaian dunia, termasuk jika pemerintah Indonesia mengirimkan pasukan perdamaian ke Gaza. Ia menilai hal tersebut sebagai bagian dari kontribusi kemanusiaan dan perjuangan umat.

"Melaksanakan konstitusi perdamaian dunia wajib kita dukung pengiriman pasukan ke Gaza, sebagai muslim itu juga bahagian dari jihad. Tentu yang bertugas akan merasa bangga karena itu persembahan yang patut dibanggakan," tuturnya.

Di sisi lain, ia mengingatkan pentingnya memulai perubahan dari diri sendiri, seperti menahan amarah, menjaga lisan, serta memperkuat ketakwaan. Ia juga berpesan kepada kader Wahdah Islamiyah untuk mengedepankan sikap bijak dalam berorganisasi.

"Hati boleh panas, tapi kepala harus dingin," pesannya.

Ia bahkan mencontohkan pengalamannya menghadapi komentar negatif dengan tetap mengedepankan kelapangan dada. Menurutnya, persatuan umat harus diutamakan di atas perbedaan organisasi.

"Kader Wahdah juga harus mengalah dengan ormas lain demi persatuan karena sama-sama mengajak kebaikan," tegasnya.

Sebagai penutup, Kyai Zaitun menekankan pentingnya loyalitas terhadap kebenaran, pemimpin, serta dasar negara. Ia mengajak umat Islam untuk tetap tegak lurus pada nilai-nilai Al-Qur'an dan Sunnah, sekaligus menghormati Pancasila dan UUD 1945.

"Jaga loyalitas kita pada kebenaran, al wala lil hak. Kita muslim loyal pada Islam. Harus loyal pada pemimpin. Baik itu pemimpin ulama maupun pemimpin di masyarakat," pungkasnya.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Aan Pranata
EditorAan Pranata
Follow Us

Latest News Sulawesi Selatan

See More