Penikaman sesama sopir truk di SPBU dengan nomor register 74.902.88, Kecamatan Tamalanrea, Makassar, Minggu (19/7/2026). Dok. Istimewa
Saat kejadian, Rahmat berboncengan dengan Muh. Abithalib (23). Keduanya mengendarai sepeda motor Yamaha Mio bernomor polisi DP 2328 SG dari arah utara menuju selatan di Jalan Perintis Kemerdekaan.
Motor tersebut kemudian menabrak truk Isuzu bernomor polisi B 9118 SXR yang sedang parkir di bahu jalan untuk mengantre BBM.
"Sepeda motor yang dikendarai korban bergerak dari arah utara menuju selatan di Jalan Perintis Kemerdekaan. Sementara truk Isuzu sedang parkir di bahu jalan mengarah ke selatan," kata Kasat Lantas Polrestabes Makassar, AKBP Siska Dwimarita Susanti.
Akibat kecelakaan itu, Rahmat mengalami luka serius, di antaranya patah kaki kiri, lebam pada mata kanan, pendarahan, dan luka robek di bagian belakang kepala. Ia kemudian meninggal dunia setelah mendapat perawatan.
Sementara itu, Abithalib yang juga mengalami luka serius masih selamat dan mendapat perawatan di Rumah Sakit Pusat Dr. Wahidin Sudirohusodo Makassar.
Antrean panjang kendaraan pengguna BBM solar hingga kini masih terjadi di sejumlah SPBU, khususnya di sepanjang Jalan Perintis Kemerdekaan yang merupakan jalur poros Makassar-Maros.
Antrean juga terlihat di sejumlah SPBU di Kecamatan Biringkanaya, Tamalanrea, hingga Jalan Urip Sumoharjo dan Jalan AP Pettarani.
Selain menyebabkan kemacetan, antrean panjang yang berlangsung sejak dini hari hingga malam hari itu kini kembali memicu keributan antar-sopir dan menelan korban.