Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Satpam KM Dharma Kencana 7 jadi Tersangka Pembunuhan Bocah 12 Tahun

Satpam KM Dharma Kencana 7 jadi Tersangka Pembunuhan Bocah 12 Tahun
Tim Forensik Biddokes Polda Sulsel saat menevakuasi bocah 12 tahun yang tewas dianiaya, Sabtu (25/6/2022). Dahrul Amri/IDN Times Sulsel
Share Article

Makassar, IDN Times - Pihak kepolisian Polres Pelabuhan Kota Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel), menetapkan enam orang tersangka penganiayaan bocah 12 tahun hingga tewas di kapal motor (KM) Dharma Kencana 7.

"Enam orang sudah kami tetapkan sebagai tersangka," beber Kepala Reskrim Polres Pelabuhan, Iptu Prawiran Wardhany kepada IDN Times Sulsel, Senin (27/6/2022) sore.

1. Enam saksi jadi tersangka

Ilustrasi garis polisi. (IDN Times/Mardya Shakti)
Ilustrasi garis polisi. (IDN Times/Mardya Shakti)

Lewat pesan singkat WhatsApp, Prawiran mengaku, enam orang tersangka tersebut ditetapkan setelah pemeriksaan mendalam terhadap beberapa saksi.

"Terhadap saksi-saksi yang telah diperiksa dan dilakukan gelar perkara, bahwa ada 6 orang saksi yang telah dialihkan statusnya menjadi tersangka," ujar Iptu Prawiran.

Diberitakan sebelumnya, seorang bocah umur 12 tahun bernama Dicky Perdana meninggal dunia diduga dianiaya di atas KM Dharma Kencana 7, Jumat, 24 Juni 2022.

Bocah asal Padang, Sumatera Barat, itu berangkat bersama keluarganya dari Kota Surabaya dan tiba di Pelabuhan Soekarno Hatta Makassar, Sabtu, 25 Juni dini hari.

Ibu korban, Ratnasari mengaku putranya diduga dianiaya karena dituduh mengambil handphone penumpang. Di tubuh bocah itu terdapat luka dan lebam akibat dianiaya.

2. Satpam dan kru kapal tersangka

Tim Forensik Polda Sulsel saat evakuasi bocah 12 tahun tewas diduga dianiaya diatas KM Dharma Kencana 7, Sabtu (25/6/2022). Dahrul Amri/IDN TImes Sulsel
Tim Forensik Polda Sulsel saat evakuasi bocah 12 tahun tewas diduga dianiaya diatas KM Dharma Kencana 7, Sabtu (25/6/2022). Dahrul Amri/IDN TImes Sulsel

Iptu Prawiran menyebutkan inisial 6 tersangka sekaligus latar belakang mereka. Walau demikian, dia tidak menyebutkan peran enam orang tersebut.

"6 tersangka ini Inisial IS security (kapal), M security, ada juga inisial M security juga, WA kru ABK, Hi kru ABK kapal dan RN itu penumpang kapal," ungkap Iptu Prawiran.

Selain belum membeberkan peran masing-masing tersangka yang diduga melakukan penganiayaan bocah 12 tahun itu, penyidik juga belum menyebut pasal yang dijerat.

3. Pengakuan ibu korban

Ratnasari, ibu bocah 12 tahun yang tewas diduga dianiaya diatas KM Dharma Kencana 7 saat diwawancarai, Sabtu (25/6/20220. Dahrul Amri/IDN Times Sulsel
Ratnasari, ibu bocah 12 tahun yang tewas diduga dianiaya diatas KM Dharma Kencana 7 saat diwawancarai, Sabtu (25/6/20220. Dahrul Amri/IDN Times Sulsel

Ibu korban, Ratnasari, pada Jumat pekan lalu, dipanggil pihak keamanan kapal untuk bertemu Dicky karena ditahan setelah diduga mencuri handphone.

"Saya sama suami datangi itu ruangan ketemu anak saya (ditahan) karena dia dituduh ambil hp, waktu itu saya izin bicara sama anak saya dan dikasih," ungkapnya.

Ratnasari, suaminya dan beberapa anaknya termasuk korban berencana ke Manado, Sulawesi Utara, untuk membuka warung di sana. Tapi mereka transit di Kota Makassar untuk mengunjungi keluarga mereka lebih dulu.

Selama dalam ruangan keamanan kapal, kata Ratnasari, dia melihat anaknya ketakutan dan tidak mau bicara, karena didesak dan dibentak oleh petugas keamanan kapal tersebut.

"Itu sudah dipukul, saya minta anak saya menunjukkan, tapi dia bilang sudah dibuang, itu terus dia bilang hp itu sudah dibuang tidak tahu di mana," tambah Ratnasari.

Saat tiba di Pelabuhan Makassar, pihak Forensik Polda Sulawesi Selatan langsung mengevakuasi korban dari dalam kapal Dharma Kencana 7 lalu dibawa untuk diautopsi.

Share Article
Topics
Editorial Team
Irwan Idris
EditorIrwan Idris

Latest News Sulawesi Selatan

See More

Jambret yang Seret Siswi SMP di Makassar Ditangkap Polisi

01 Jun 2026, 20:48 WIBNews