Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Ramadan di Depan Mata, Ini 4 Tempat Ngabuburit Asyik di Makassar

Ramadan di Depan Mata, Ini 4 Tempat Ngabuburit Asyik di Makassar
IDN Times/Abdurrahman
Share Article

Makassar, IDN Times - Sebentar lagi seluruh umat Muslim di seluruh dunia, termasuk Indonesia, akan memasuki bulan suci Ramadan. Ada satu ciri khas di bulan ini ketika Ramadan tiba, yaitu ngabuburit.

Ngabuburit  merupakan kegiatan yang dilakukan sembari menunggu waktu berbuka puasa. Biasanya, ngabuburit diisi dengan acara jalan-jalan santai ke tempat seru. 

Bagaimana dengan Makassar? Di Makassar juga ada beberapa tempat asyik loh untuk ngabuburit. Sambil menunggu bunyi beduk tanda waktu berbuka, warga Makassar biasanya nongkrong bersama teman atau keluarganya, di beberapa lokasi dengan pemandangan yang indah dan suasana yang nyaman.

Berikut beberapa lokasi yang sering dijadikan tempat ngumpul warga Makassar di kala sore, sebelum masuk waktu berbuka. 

1. Menunggu waktu berbuka dengan pemandangan senja yang cantik di Pantai Losari

IDN Times/Abdurrahman
IDN Times/Abdurrahman

Tempat ngabuburit yang paling ramai dikunjungi warga Makassar adalah kawasan Pantai Losari. Lokasinya yang berada di tengah-tengah Kota Makassar, sangat mudah dijangkau dan memiliki beberapa spot menarik untuk dijadikan tempat nongkrong.

Selain memiliki pemandangan senja dan langitnya yang indah, Pantai Losari juga memiliki beberapa anjungan yang dijadikan tempat nongkrong oleh warga Makassar. Ada empat anjungan yang menghadap ke laut di Pantai Losari: Anjungan Bugis, Anjungan Makassar, Anjungan Mandar, dan Anjungan Toraja.

Ketika masuk waktu berbuka, bagi warga yang ingin menunaikan ibadah salat Magrib, bisa langsung menuju ke Masjid Terapung Amirul Mukminin yang berada di kawasan Pantai Losari.

2. Jalan-jalan sambil berwisata sejarah di Benteng Fort Rotterdam

IDN Times/Abdurrahman
IDN Times/Abdurrahman

Tidak jauh dari Pantai Losari, terdapat Benteng Fort Rotterdam di Jalan Ujung Pandang, benteng peninggalan Belanda yang dibangun Belanda di abad ke-17, yang dulunya merupakan benteng milik Kerajaan Gowa yang bernama Benteng Pannyua, yang dibangun sekitar tahun 1545.  

Di kawasan benteng ini, kamu dengan keluarga atau teman dapat berjalan-jalan mengitari tembok benteng setinggi 4 meter, dengan pemandangan laut di depan benteng.

Selain itu, di kawasan ini, kamu bisa menengok sejarah Sulawesi Selatan di Museum Lagaligo. Di benteng ini juga kita bisa menyaksikan bekas penjara Pangeran Diponegoro, Pangeran Mataram yang dibuang Belanda hingga akhir hayatnya di Makassar. 

3. Menunggu matahari tenggelam di Pantai Akkarena

Pantai Akkarena Makassar. IDN Times/Abdurrahman
Pantai Akkarena Makassar. IDN Times/Abdurrahman

Makassar memang identik dengan wisata pantai. Selain Pantai Losari, Pantai Akkarena di kawasan Tanjung Bunga, yang berjarak sekitar 3 kilometer dari Pantai Losari, sering dijadikan tempat nongkrong warga Makassar.

Pengunjung yang ingin masuk ke Pantai Akkarena harus membayar karcis masuk Rp10 ribu, bisa menikmati suasana pantai yang teduh dengan pepohonan yang rindang. Kamu bisa duduk-duduk di tepi pantai atau di gazebo yang disewakan pengelola, sambil menunggu beduk berbuka puasa berkumandang. Di kawasan Pantai Akkarena ini juga sudah tersedia food court untuk dijadikan tempat berbuka puasa. 

4. Jalan-jalan santai di taman Masjid Al Markaz Al Islami

IDN Times/Abdurrahman
IDN Times/Abdurrahman

Sambil menunggu adzan Magrib tanda waktu buka puasa, taman Masjid Al Markaz juga kerap dijadikan tempat bersantai oleh warga sekitar masjid. Di pekarangan masjid terluas di Makassar ini dijadikan pasar Ramadan khusus selama bulan puasa, yang menyediakan aneka ragam menu takjil, seperti es pisang ijo, es buah, dan kue-kue tradisional khas Makassar.

Bagi warga yang ingin langsung berbuka di dalam masjid, pengurus Masjid Al Markaz sudah menyiapkan menu takjil gratis bagi jamaah yang ingin berbuka dan menunaikan salat Magrib berjamaah. 

Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Ita Lismawati F Malau
EditorIta Lismawati F Malau

Latest News Sulawesi Selatan

See More

WALHI: 21 Daerah Sulsel Masuk Zona Risiko Ekologis dan Ruang Sipil

06 Jun 2026, 20:33 WIBNews