Makassar, IDN Times - Kemampuan pasok Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Poso, Sulawesi Tengah, turun hingga 315 megawatt (MW) akibat terbatasnya ketersediaan air dampak fenomena El Niño. Kondisi ini menjadi tantangan bagi sistem kelistrikan Sulawesi Bagian Selatan (Sulbagsel), mengingat PLTA berkontribusi lebih dari 30 persen terhadap pasokan listrik di wilayah tersebut.
Berdasarkan kondisi sistem per 5 November 2026, daya mampu pasok PLTA Poso hanya 200 MW dari kondisi normal yang mencapai 515 MW. Untuk mengantisipasi penurunan tersebut, PLN mempercepat pemulihan dan optimalisasi sejumlah Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU).
General Manager PLN Unit Induk Distribusi Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, dan Sulawesi Barat (UID Sulselrabar), Didik Wicaksono, mengatakan sejumlah pembangkit mulai kembali beroperasi untuk memperkuat pasokan listrik. Langkah tersebut dilakukan untuk menjaga keseimbangan antara pasokan dan kebutuhan listrik di tengah penurunan produksi PLTA.