Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Tampak udara fasilitas Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Jeneponto. (Dok. PLN UID Sulselrabar)
  • Produksi PLTA Poso turun 315 MW menjadi 200 MW akibat keterbatasan air dampak El Niño, padahal pembangkit hidro menyumbang lebih dari 30 persen pasokan Sulbagsel.
  • PLN mempercepat pemulihan PLTU untuk menjaga pasokan: Jeneponto dan Barru telah beroperasi, sedangkan Moramo serta Palu 3 masih menjalani pekerjaan teknis.
  • PLN memantau hidrologi Danau Poso dan mendukung modifikasi cuaca sejak 21 Oktober 2026, sambil mengatur beban serta mengajak pelanggan menghemat listrik.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Makassar, IDN Times - Kemampuan pasok Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Poso, Sulawesi Tengah, turun hingga 315 megawatt (MW) akibat terbatasnya ketersediaan air dampak fenomena El Niño. Kondisi ini menjadi tantangan bagi sistem kelistrikan Sulawesi Bagian Selatan (Sulbagsel), mengingat PLTA berkontribusi lebih dari 30 persen terhadap pasokan listrik di wilayah tersebut.

Berdasarkan kondisi sistem per 5 November 2026, daya mampu pasok PLTA Poso hanya 200 MW dari kondisi normal yang mencapai 515 MW. Untuk mengantisipasi penurunan tersebut, PLN mempercepat pemulihan dan optimalisasi sejumlah Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU).

General Manager PLN Unit Induk Distribusi Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, dan Sulawesi Barat (UID Sulselrabar), Didik Wicaksono, mengatakan sejumlah pembangkit mulai kembali beroperasi untuk memperkuat pasokan listrik. Langkah tersebut dilakukan untuk menjaga keseimbangan antara pasokan dan kebutuhan listrik di tengah penurunan produksi PLTA.

1. Kemampuan pasok PLTA Poso turun jadi 200 MW

PLTA Poso, Sulawesi Tengah. (Dok. PLN)

PLN mencatat kemampuan pasok PLTA Poso saat ini hanya 200 MW, atau berkurang 315 MW dibandingkan kondisi normal sebesar 515 MW. Penurunan tersebut dipengaruhi terbatasnya ketersediaan air di wilayah tangkapan Danau Poso akibat fenomena El Niño.

Kondisi ini berdampak terhadap sistem kelistrikan Sulbagsel karena PLTA menyumbang lebih dari 30 persen pasokan listrik. Karena itu, PLN perlu mengoptimalkan sumber pembangkit lain untuk mengantisipasi berkurangnya kontribusi pembangkit hidro.

“Di tengah kondisi menurunnya kemampuan pasok pembangkit hidro akibat keterbatasan air, PLN terus mengupayakan penguatan pasokan melalui percepatan pemulihan dan optimalisasi pembangkit lainnya, khususnya PLTU. Sejumlah unit telah kembali beroperasi, sementara beberapa unit lainnya masih dalam proses penyelesaian pekerjaan agar dapat kembali mendukung sistem kelistrikan Sulbagsel,” ujar Didik dalam keterangan tertulis, yang dikutip, Sabtu (7/11/2026).

2. PLN pulihkan sejumlah pembangkit PLTU

Petugas melakukan pekerjaan pemeliharaan peralatan mekanikal di area PLTU Barru, Sulawesi Selatan. (Dok. PLN UID Sulselrabar)

Di tengah penurunan produksi PLTA, PLN mengoptimalkan sejumlah pembangkit termal. PLTU Jeneponto dan PLTU Barru dilaporkan telah kembali beroperasi dan berkontribusi memperkuat pasokan listrik sistem Sulbagsel.

Sementara itu, PLTU Moramo dan PLTU Palu 3 masih dalam proses pemulihan serta penyelesaian pekerjaan teknis. PLN memastikan tahapan tersebut mengutamakan keselamatan, keandalan, dan kesiapan unit sebelum kembali beroperasi.

Selain itu, PLN berkoordinasi dengan pengelola pembangkit dan pemangku kepentingan terkait untuk mengoptimalkan sumber daya yang tersedia. Pengaturan beban juga dilakukan dengan mempertimbangkan kondisi pasokan dan kebutuhan listrik agar keandalan sistem tetap terjaga.

3. PLN dukung modifikasi cuaca di Danau Poso

Petugas melaksanakan proses penyiapan bahan semai untuk kegiatan Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC) di wilayah Danau Poso, Sulawesi Tengah, pada 3 November 2026. (Dok. PLN Sulselrabar)

Selain memulihkan pembangkit, PLN terus memantau kondisi hidrologi Danau Poso. Perusahaan juga mendukung upaya peningkatan potensi hujan melalui Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC) yang telah berlangsung sejak 21 Oktober 2026.

Upaya tersebut dilakukan bersama para pemangku kepentingan untuk meningkatkan potensi curah hujan di wilayah tangkapan air Danau Poso. Dengan demikian, ketersediaan air diharapkan berangsur membaik sehingga kemampuan produksi PLTA dapat meningkat kembali.

Didik mengakui kondisi pasokan listrik saat ini masih menjadi perhatian dan menimbulkan ketidaknyamanan bagi masyarakat. Ia pun menyampaikan permohonan maaf kepada pelanggan atas kondisi tersebut.

“Kami memahami kondisi pasokan listrik saat ini masih menjadi perhatian dan menimbulkan ketidaknyamanan bagi masyarakat. Untuk itu, kami menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh pelanggan. PLN terus bekerja dan mengupayakan berbagai langkah pemulihan, baik melalui percepatan perbaikan pembangkit maupun optimalisasi sumber daya yang tersedia,” kata Didik.

PLN juga mengajak masyarakat menggunakan listrik secara bijak dan efisien untuk mendukung upaya menjaga keandalan pasokan selama proses pemulihan sistem kelistrikan Sulbagsel.

Curated For You

Editorial Team

Related Article