Pemkot Makassar Bersihkan Drainase Antisipasi Banjir saat Musim Hujan

- Kanal-kanal turut dibersihkan untuk mengatasi genangan air
- Sampah menjadi kendala utama dalam pembersihan drainase dan kanal
- Penertiban bangunan liar memungkinkan akses operasional alat berat untuk pengerukan
Makassar, IDN Times - Pemerintah Kota Makassar menyiapkan sejumlah langkah menghadapi musim hujan tahun ini. Fokus utama diarahkan pada pengerukan drainase dan kanal di wilayah rawan genangan.
Kepala Bidang Drainase Dinas PU Kota Makassar, Lukmanul Hakim, menjelaskan saat ini pengerjaan terpusat di Kecamatan Ujung Pandang. Sebanyak 387 satgas diturunkan untuk membersihkan drainase di beberapa titik yang kerap tergenang. Upaya itu ditopang dengan peralatan operasional, termasuk armada truk.
"Satgas bertugas di sana melakukan pengerukan di beberapa lokasi, yang memang kita anggap sebagai lokasi yang rawan banjir dan genangan. Selain itu, kami juga ditunjang dengan beberapa peralatan operasional mulai dari truk," kata Lukman, saat dihubungi IDN Times, Rabu (27/8/2025).
1. Kanal-kanal turut dibersihkan

Selain membersihkan drainase, pengerukan turut menyasar kanal-kanal di Makassar. Upaya ini mendapat dukungan dari Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pompengan Jeneberang (PJ).
Menurut Lukman, pemerintah kota bersama Dinas PU baru saja menjajaki penyusunan nota kesepahaman dengan BBWS PJ. Kerja sama ini dirancang untuk membagi peran penanganan banjir, termasuk di wilayah kanal yang menjadi kewenangan BBWS PJ.
"Diharapkan ke depannya, masing-masing pemerintah bisa mengambil perannya seperti misalnya pihak bisa melakukan kegiatan-kegiatan di wilayah yang menjadi kewenangannya seperti kanal dan beberapa lokasi lainnya," katanya.
2. Sampah jadi kendala drainase

Pembersihan drainase tidak hanya berfokus pada sedimen, tetapi juga tumpukan sampah yang kerap menyumbat aliran air. Sampah paling sering ditemukan di kawasan kanal.
Lukman menekankan persoalan sampah masih menjadi kendala utama di saluran drainase. Dia mengingatkan masyarakat untuk tidak membuang sampah sembarangan.
"Kami perlu tekankan ke masyarakat untuk membiasakan budaya membuang sampah pada tempatnya, karena terus terang di beberapa lokasi yang kami temukan bersama satgas, sampah menjadi salah satu hal yang menghambat aliran air," katanya.
3. Pembersihan kanal kerap terkendal akses karena bangunan liar

Dinas PU bersama BBWS PJ juga menata jalan inspeksi kanal yang selama ini terhalang bangunan liar. Jalan tersebut dibutuhkan sebagai akses operasional alat berat untuk pengerukan.
Beberapa bangunan semi permanen bahkan permanen diketahui berdiri di sepanjang jalur inspeksi kanal, termasuk di sekitar Pasar Pabaeng-baeng yang berada di wilayah Kanal Jongaya. Namun, Lukman menyebut penertiban sudah berjalan sehingga akses kanal kini terbuka kembali.
"Karena selama ini terus terang, jalan inspeksi kanal itu, sulit dijangkau oleh alat berat untuk melakukan pengerukan karena tertutup oleh bangunan-bangunan liar yang berdiri," kata Lukman.